PANARUKAN – Beredar informasi tidak sedap di lingkungan Yayasan Jauharul Ulum, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan. Kabarnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diambil alih pihak yayasan.
Keterangan ini disampaikan langsung oleh satu tenaga pengajar di yayasan tersebut. Sumber yang tidak mau dikorankan namanya itu mengatakan, dana BOS untuk Madrasa Aliyah (MA) dan Madrasah Ibtida’iyah (MI) sudah di tangan yayasan. “Yang MTs belum diambil, tapi katanya akan diambil juga,” terangnya.
Kabar ini ternyata sudah sampai di telinga pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo. Kasie Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag, Susiawan Setiobudi kemarin (09/10) langsung turun ke lokasi.
Susiawan menerangkan, pihaknya mencoba menanyakan kepada masing-masing lembaga. Baik MI, MTs, dan MA. “Informasi yang kami dapat diambil alih yayasan. Tapi setelah kami coba tanya langsung, katanya mengelola sendiri-saediri,” terangnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) pengelolaan dana BOS, sekolah memiliki kewenangan penuh. Karena itu, tidak dibenarkan jika yayasan yang mengambil alih keuangan operasional tersebut. “Namanya saja operasional sekolah,” kata Susiawan.
Kepala MA Jauharul Ulum, Ice Ninit Triwiyanti membantah kalau BOS diambil alih yayasan. Dia mengaku, selama ini pihak yayasan tidak pernah ikut campur persoalan tersebut. “Semua dana Bos langsung dikelola sekolah,”katanya.
Ice menambahkan, seluruh keuangan yang diperuntukkan untuk sekolah, yayasan tidak pernah mengambil sedikitpun. Makanya, dia mengaku heran jika ada yang menyebarkan informasi keuangan operasinal sekolah di lembaganya diambil yayasan. “Informasi itu tidak benar sama sekali,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Yayasan Jauharul Ulum, Komariyah. Perempuan yang sekaligus menjabat Kepala MTs itu menegaskan kalau selama ini dana BOS dikelola masing-masing lembaga. “Kalau di MTs saya kelola sendiri sama bendahara,” katanya.
Saat ditanya lembaga lain (MI dan MA), Komariyah menyarankan untuk menanyakan ke ketua yayasan langsung. Tetapi dia memastikan kalau yayasan tidak mungkin berani mengambil alih dana BOS. “Untuk MI dan MA bisa tanya ke kepala madrasah masing-masing, jangan tanya saya,” pungkasnya.