Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SD/SMP Swasta Harus Meningkatkan Mutu Pendidikan

Ali Sodiqin • Selasa, 11 Juli 2017 | 15:00 WIB
sdsmp-swasta-harus-meningkatkan-mutu-pendidikan
sdsmp-swasta-harus-meningkatkan-mutu-pendidikan

BANYUWANGI—Ratusan Kepala Sekolah SMP dan SD Swasta mengikuti workshop Penguatan Mutu dan Kualitas Pendidikan pada Senin (10/7) di Hall El Royal Hotel Banyuwangi.  Workshop  ini dinilai pentig dilakukan karena hingga hari ini realitasnya masih banyak sekolah yang belum membangun perubahan dan penguatan mutu sekolahnya.  “Oleh sebab itu, peningkatan mutu kualitas pendididikan ini kita lakukan hari ini agar standar tenaga pendidik ideal,” kata Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono.
Sulihtiyono menjelaskan dalam konteks standar pendidikan, masih banyak sekolah swasta belum memenuhi standar tenaga pendidik ideal. Masih banyak guru yang belum terampil atau bahkan mungkin malas membuat perangkat pembelajaran seperti silabus, dan alat-alat pembelajaran kreatif, apalagi membuat sebuah karya sebagaimana dipersyaratkan oleh standar pendidik.
“Banyak juga kepala sekolah yang masih terjebak pada nalar kerja-kerja administratif. kurang memiliki daya dan semangat membangun perubahan, memperkuat visi-misi pada pendidikan ideal. Dan tidak banyak kepala sekolah yang mampu mengorganisir semua potensi SDM nya lebih progressif membangun perubahan dengan prinsip share leadership dan manajemen lebih terbuka dan akuntabel. sementara fungsi-fungsi supervisi belum berjalan maksimal dan terabaikan sebagaimana di inginkan oleh standar penilaian,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan Nuriyatus Sholeha saat membuka workshop ini mengingatkan lagi akan peran dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan sekolah. Dana BOS yang mulai diberlakukan sejak tahun 2005 tersebut, terbukti efektif untuk membantu masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan akan pendidikan. Apalagi bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, BOS dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah pada program wajib belajar  9 tahun secara signifikan terhadap siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. “Pengelolaan dana BOS dari tahun ke tahun semakin menunjukkan kemajuan. Dengan pemberian dana BOS ini diharapkan akan meningkatkan mutu pendidikan di Banyuwangi sekaligus mutu sumber daya manusia yang dihasilkan dari proses pendidikan tersebut,” kata Nuriyatus.
Pengawas Sekolah Alvian saat memberikan materi workshop mengatakan akibat kurang melakukan standar tenaga pendidik yang ideal itu maka mutu lulusan menjadi kurang ideal. siswa-siswa hanya diorientasikan pada pengetahuan-pengetahuan kognitif, namun miskin religiusitas, kompetensi, karakter, kreatifitas, daya juang dan entrepreneurship sebagaimana dikehendaki oleh standar lulusan. “mereka tidak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman belajar yang lebih luas. Akhirnya, belajar hanya dimaknai sebatas tuntutan-tuntutan administrasi sekolah, bukan kesadaran dan kebutuhan untuk lebih maju akibat iklim dan budaya belajar tidak terbangun di lingkungan sekolah,” kata Alvian.
Alvian menambahkan program penguatan mutu ini juga menyentuh pada kepala sekolah pada khususnya. Karena kemampuan kepala sekolah sangat penting mengingat peran strategis kepala sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan.
Kepala sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk melakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas, daya inovatif, kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. “Banyak hasil kajian yang mendukung bahwa kualitas sekolah sangat erat kaitannya dengan kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Hampir tidak ada sekolah bermutu tanpa kepala sekolah yang bermutu. Dengan demikian, apabila ingin meningkatkan mutu sekolah, dimulai dengan pembenahan kepala sekolah dan dilanjutkan pembenahan guru,” ujar Alvian.
Alvin menambahkan, adanya tuntutan masyarakat yang semakin mengiginkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran dalam rangka menghasilkan lulusan yang mampu bersaing, maka workshop ini dirasa sangat urgent  untuk dilaksanakan. Masyarakat menginginkan peningkatan kualitas pembelajaran tidak hanya dalam rangka menyiapkan putra-putrinya memiliki kecakapan misalnya kecakapan-kecakapan berpikir kritis, inovatif dan kreatif. “Kebijakan Menteri Pendidikan Nasional, bahwa ke depan pengembangan pembelajaran difokuskan pada pengembangan pembelajaran yang diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif, terampil memecahkan masalah, mampu berpikir kritis dan bernuliri kewirausahaan harus segera diperhatikan oleh sekolah,” tegasnya.

Editor : Ali Sodiqin
#pendidikan #guru