Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cerita Horor! Teror Tangga Darurat Tanpa Ujung yang Menghilangkan Nyawa Mahasiswa

Titin Wulandari • Kamis, 16 April 2026 | 18:19 WIB
Ilustrasi : Mahasiswa jadi korban teror misterius setelah sering memalak junior.
Ilustrasi : Mahasiswa jadi korban teror misterius setelah sering memalak junior.

Radarbanyuwangi.id - Gedung parkir bertingkat di area kampus itu selalu tampak normal di siang hari. Bersih, tertata, dan dipenuhi kendaraan mahasiswa yang hilir mudik. Di setiap sudut bangunan, terdapat tangga darurat yang sebenarnya disiapkan untuk kondisi mendesak, namun jarang sekali digunakan.

Saat malam tiba, suasana berubah drastis. Lampu-lampu redup menyisakan bayangan panjang di dinding beton. Udara terasa lebih dingin, terutama di area tangga darurat yang sepi dan nyaris tak tersentuh manusia.

Dan di sanalah semua bermula. Di kampus itu, nama Galang Prasetyo bukanlah hal asing. Ia dikenal sebagai mahasiswa bermasalah kasar, arogan, dan sering memalak junior. Tangga darurat menjadi tempat favoritnya. Sepi sunyi tanpa pengawasan.

Baca Juga: Teror Senja, Anak Kecil yang Hadir Setiap Senja, Membawa Rahasia Kelam , Kembali Menagih Doa Setiap Malam Jumat

Malam itu, seperti biasa, Galang baru saja merampas uang dari seorang mahasiswa baru yang tak mampu melawan.

“Serahin aja, nggak usah bikin ribet.”
“Tolong… ini buat makan…”
“Gue nggak peduli.”

Tanpa rasa bersalah, ia meninggalkan korban dalam ketakutan, lalu mulai menuruni tangga darurat dengan santai. Langkah kakinya menggema di ruang sempit yang dingin.

Satu lantai… dua lantai… tiga lantai…

Namun ada yang aneh. Jumlah anak tangga terasa lebih banyak dari biasanya. Ia berhenti dan menatap ke bawah.

Tangga itu… masih terus berlanjut.

“Perasaan nggak sejauh ini…”

Ia melanjutkan langkah, kali ini lebih cepat. Tapi setiap beberapa lantai, pemandangannya terasa sama dinding yang identik, sudut yang tak berubah. Seola ia tidak benar-benar turun.

Beberapa saat kemudian, ia menyadari sesuatu. Suara langkahnya tidak lagi sendiri. Ada ritme lain dari arah atas.

“Siapa lagi…”

Ia menoleh, dan ternyata kosong, hanya tangga yang berputar naik, dengan lampu berkedip pelan. Namun suara itu semakin jelas mengikutinya. Galang mempercepat langkahnya,tiba-tiba suara lain muncul dari arah bawah. Kini ia berhenti. Langkah kaki terdengar dari dua arah sekaligus. Dari atas dan dari bawah. Perlahan, ia melihat ke bawah. Seseorang berdiri diam. menghadap ke arahnya, dan dari atas, ada sosok lain mulai turun.

Baca Juga: Bayi Harus Nunggu 40 Hari Baru Boleh Keluar, Ini Fakta Medis yang Jarang Diketahui

“Jangan… deket…”

Galang mundur, panik. Namun ruang terasa menyempit, tangga itu tidak lagi memiliki arah keluar. Sosok di bawah mengangkat kepala, wajah pucat, mata kosong.

“Kamu… bilang begitu juga…”

Suara itu berat. Tidak berasal dari satu arah. Dari atas, lebih banyak bayangan muncul. Wajah-wajah samar, seperti orang-orang yang pernah ia sakiti.

“Kami… juga bilang begitu…”

Galang mencoba bergerak tidak bisa. Tangga itu terus memanjang tanpa ujung.

“Ampun… gue nggak bakal lagi…”

Kini kedua arah telah tertutup. Sosok-sosok itu berhenti tepat di dekatnya.

“Sekarang… giliranmu…”

Lampu berkedip cepat.

Lalu…Gelap…

Baca Juga: Setelah 10 Tahun, IU DAN Byeon Woo Seok Reuni di Drama Perfect Crown, Adegan Ciuman Jadi Sorotan

Keesokan harinya, petugas keamanan menemukan tubuh Galang di lantai dasar. Kondisinya mengenaskan, seperti jatuh dari ketinggian. Namun anehnya tidak ada saksi, tidak ada kerusakan. Tangga darurat itu normal seperti biasa.

Sejak kejadian itu, tangga darurat tetap digunakan. Namun tidak ada yang berani melewatinya sendirian saat malam. Beberapa orang mengaku, masih mendengar suara langkah kaki dari atas dan dari bawah bersamaan. Seolah ada sesuatu yang terus berjalan, tanpa pernah benar-benar berhenti.(*)

 

TAMAT Cerita ini hanya fiktif belaka. Nama dan tempat kejadian hanya rekaan penulis.

Editor : Titin Wulandari
#cerpen horor #kisah horor mahasiswa #cerita seram terbaru 2026 #Cerita Horor