RADARBANYUWANGI.ID - Setelah pernikahan romantis yang bikin satu desa baper, Dely dan Fitri resmi jadi pasangan muda paling harmonis di Karang Kopling.
Tapi, seperti sinetron yang rating-nya naik, rumah tangga mereka juga nggak mulus-mulus amat.
Di minggu pertama menikah, Dely masih rajin bangun pagi. Ngopi bareng Fitri, bantu nyapu halaman, nyuci piring sambil nyanyi lagu cinta. Tapi di minggu keempat?
“Fit… mana kaus kaki kiriku? Yang kanan doang nongol!”
“Mas! Itu kaus kaki nyangkut di belakang kuping anak kucing!”
Fitri pun mulai sadar: menikah itu bukan akhir perjuangan… tapi awal episode baru yang penuh kejutan.
Sementara itu, Abah Dayat, yang dulu keras kayak tembok benteng VOC, kini malah terlalu dekat dengan Dely.
“Le… Abah lagi cari nama buat cucu. Gimana kalau Daryatno?”
“Eeeh… Abah, kami baru nikah sebulan, lho…”
“Lah, siapa tahu cepet jadi!”
Fitri cuma bisa geleng-geleng, apalagi setelah tahu Abah mulai serius mau hibahkan sepetak sawah, asal cucunya lahir cepat.
Masuklah tokoh lama: Sudrun, kini jadi influencer lokal karena sering ngepost quotes cinta.
“Mas Dely, katanya rumah tangga itu butuh bumbu. Tapi bumbunya jangan garam doang, ntar tekanan darah naik!”
Dan tentunya, Haji Kadrun, kini makin sukses dan mulai galau karena belum juga nemu jodoh. Tapi diam-diam, dia jadi tempat curhat Dely saat ribut-ribut kecil sama Fitri.
“Kalau istri ngambek, kamu jangan ngambek balik. Ngambek itu kayak api. Kalau lawannya api juga, ya rumah tangga bisa kebakaran,” kata Haji Kadrun sambil makan kerupuk udang.
Konflik mulai muncul ketika ibu-ibu PKK desa mulai gosip:
“Katanya si Fitri belum isi-isi juga ya?”
“Iya tuh, padahal sawah udah siap diwarisin…”
Fitri jadi sensitif. Dely bingung harus gimana. Tapi di tengah kekacauan, mereka sadar: yang paling penting bukan cepat punya anak, tapi bahagia bareng dulu.
Akhir cerita? Di suatu pagi, Fitri bangun sambil mual-mual.
Dely panik:
“Fit… kamu keracunan cilok ya??”
Fitri tersenyum, sambil kasih testpack dua garis.
Dely teriak kegirangan, sampai panci sayur asem jatuh dari rak dapur.
Abah Dayat masuk ke rumah, langsung sujud syukur.
“YES!! DAR-YAT-NO!!” ***