Jelang Indonesia vs Singapura, Herdman Siapkan Rotasi dan Kembalikan Identitas Garuda

Dava Fajril Rohman • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 15:08 WIB
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes menjadi salah satu pemain yang disiapkan menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Paes menegaskan target Garuda adalah memenangi trofi di depan pendukung sendiri. (FIFA)
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes menjadi salah satu pemain yang disiapkan menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Paes menegaskan target Garuda adalah memenangi trofi di depan pendukung sendiri. (FIFA)

RADAR BANYUWANGI - Timnas Indonesia tidak sekadar memburu kemenangan saat menghadapi Singapura pada laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih John Herdman juga ingin mengembalikan identitas permainan Garuda.

Indonesia menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9), pukul 20.00 WIB. Laga itu menjadi ujian pertama bagi Herdman dengan komposisi skuad yang lebih dalam dibandingkan turnamen sebelumnya.

Sejak latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Selasa (22/9), Herdman menekankan pentingnya menyatukan kembali para pemain dalam pola permainan yang sudah dibangun.

”Menanamkan kembali identitas yang telah berjalan dengan baik pada laga-laga kandang saat Maret dan Juni lalu,” kata Herdman.

Setelah fondasi itu terbentuk, Herdman ingin para pemain fokus mencari cara untuk menaklukkan Singapura.

”Kita akan mencari cara untuk menang pada Jumat dan mengembalikannya ke gaya permainan kita,” lanjut pelatih asal Inggris tersebut.

Herdman punya alasan untuk menaruh perhatian besar pada aspek tersebut. Skuad Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 berbeda dengan tim yang tampil pada ASEAN Hyundai Cup 2026.

Kedalaman tim kali ini dinilai lebih baik. Kondisi itu memberikan lebih banyak pilihan kepada Herdman untuk menentukan susunan pemain sekaligus menjaga kebugaran mereka.

Rotasi Jadi Kunci

Jadwal fase grup menuntut Indonesia tampil tiga kali dalam tujuh hari. Setelah menghadapi Singapura, Garuda bertemu Malaysia pada Senin (28/9), kemudian Bangladesh pada Kamis (1/10).

Situasi itu membuat rotasi menjadi bagian penting dalam rencana Herdman.

”Kami harus merotasi skuad. Sebelumnya, kami tidak bisa merotasi skuad sebanyak yang kami inginkan dalam AFF,” ungkap Herdman.

Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi. Dengan materi pemain yang lebih dalam, Herdman kini memiliki kesempatan untuk memasukkan tenaga segar dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Persaingan memperebutkan tempat di sebelas pertama pun terbuka.

Salah seorang pemain yang mencuri perhatian adalah Luke Vickery. Winger 20 tahun tersebut sebelumnya sudah mengikuti pemusatan latihan bersama Indonesia pada Mei dan Juni.

Herdman menilai Vickery memiliki karakter yang dapat memberikan variasi di lini serang.

”Dia bermain sangat langsung dan memiliki naluri mencetak gol,” ujar Herdman.

Menurut dia, Vickery juga mempunyai peluang untuk mendapat tempat sejak menit pertama. Namun, kesempatan serupa tetap terbuka bagi pemain lain yang mampu menunjukkan performa terbaik selama persiapan.

Kevin Diks Pegang Ban Kapten

Indonesia juga akan tampil dengan kapten berbeda. Kevin Diks mendapat kepercayaan memimpin Garuda setelah Jay Idzes absen karena cedera.

Bagi Diks, ban kapten membawa tanggung jawab besar.

”Itu merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya,” kata pemain Borussia Mönchengladbach tersebut.

Diks mengakui kehadiran Idzes tetap penting bagi tim. Namun, absennya sang kapten utama membuat pemain lain harus mengambil tanggung jawab lebih besar.

Pengalaman Diks di level klub dan internasional diharapkan membantu menjaga organisasi tim, terutama ketika Indonesia menghadapi tekanan pada pertandingan pembuka.

Meski setelah Singapura sudah menanti duel melawan Malaysia, Diks dan rekan-rekannya tidak ingin melihat terlalu jauh. Fokus pertama tetap mengamankan hasil maksimal pada laga perdana.

Paes Bidik Gelar

Optimisme juga datang dari Maarten Paes. Penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut tidak menutupi target besarnya di FIFA ASEAN Cup 2026.

”Bagi saya, targetnya adalah memenangi trofi,” ujar Paes dalam wawancara dengan FIFA.

Paes menilai gelar juara akan memberikan momentum positif bagi Indonesia untuk menghadapi agenda internasional berikutnya.

Persaingan di dalam skuad, termasuk di posisi penjaga gawang, juga tidak ingin dibesar-besarkan. Kepentingan tim tetap ditempatkan di atas persaingan antarpemain.

Status sebagai tuan rumah menjadi keuntungan lain bagi Indonesia. Dukungan suporter diharapkan menjadi tambahan energi ketika Garuda menjalani pertandingan-pertandingan penting di SUGBK.

Singapura Tak Bisa Dipandang Ringan

Singapura, di sisi lain, datang dengan motivasi yang tidak kalah besar.

Gelandang Singapura Kyoga Nakamura menyebut FIFA ASEAN Cup sebagai kesempatan penting karena negara-negara peserta dapat membawa skuad kuat. Singapura pun berupaya memaksimalkan persiapan dan fokus pada aspek permainan yang bisa mereka kendalikan.

Kondisi itu membuat laga pertama menjadi ujian serius bagi rencana Herdman.

Indonesia tidak hanya dituntut menemukan kembali identitas permainan. Herdman juga harus memastikan perubahan komposisi pemain tidak mengganggu keseimbangan tim.

Apalagi, ruang melakukan kesalahan di fase grup cukup sempit.

Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Setelah menghadapi Singapura pada Jumat (25/9) pukul 20.00 WIB, Garuda bertemu Malaysia pada Senin (28/9) pukul 19.30 WIB.

Laga terakhir fase grup menghadapi Bangladesh digelar Kamis (1/10) pukul 19.30 WIB. Seluruh pertandingan Indonesia dimainkan di SUGBK.

Edisi Perdana

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi edisi perdana turnamen tersebut. Kompetisi berlangsung pada 24 September–5 Oktober 2026 dan diikuti 14 tim.

Peserta terdiri atas 11 negara anggota ASEAN dan tiga tim tamu. Turnamen dibagi dalam dua divisi.

Division 1 berlangsung di Indonesia dengan Jakarta dan Bandung sebagai kota penyelenggara. Sementara itu, Division 2 dimainkan di Hong Kong, Tiongkok.

Format kompetisi membuat setiap pertandingan fase grup sangat menentukan. Juara Grup A dan Grup B di Division 1 berhak melaju ke final. Adapun dua tim peringkat kedua bertemu dalam perebutan tempat ketiga.

Karena itu, laga kontra Singapura bukan sekadar pertandingan pembuka bagi Indonesia.

Pertandingan tersebut sekaligus menjadi kesempatan pertama Herdman untuk membuktikan bahwa kedalaman skuad, strategi rotasi, dan identitas permainan yang terus dia tekankan dapat berjalan beriringan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Indonesia vs Singapura FIFA ASEAN Cup 2026 Kevin Diks timnas indonesia John Herdman