RADARBANYUWANGI.ID - Kemenangan Persija Jakarta atas Borneo FC belum membuat Shin Tae-yong bisa bernapas lega. Tiga poin pada pekan pembuka BRI Super League 2026-2027 justru menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi lebih dalam sebelum Macan Kemayoran menghadapi Persib Bandung.
Persija dijadwalkan menjamu Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9) sore. Duel ini bukan sekadar pertandingan pekan kedua. Bagi Shin Tae-yong, laga tersebut menjadi ujian awal untuk melihat seberapa cepat timnya mampu memperbaiki kekurangan yang terlihat pada pertandingan perdana.
Persija membuka musim dengan kemenangan tipis 1-0 atas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9). Hasil tersebut tentu memberikan modal penting, tetapi permainan yang ditampilkan belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi sang pelatih.
Shin Tae-yong bahkan menyebut Persija baru memperlihatkan sekitar 50 persen dari kemampuan yang sebenarnya sudah dipersiapkan selama masa pramusim.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa kemenangan atas Borneo FC tidak serta-merta menghapus persoalan di tubuh Persija. Justru, pertandingan melawan Persib akan menjadi momentum untuk mengukur apakah evaluasi tersebut mampu diterjemahkan menjadi perbaikan di lapangan.
Persija Prioritaskan Pemulihan
Persija mulai kembali berlatih di Persija Training Ground, Selasa (8/9). Namun, tim pelatih tidak langsung menggenjot pemain dengan latihan berintensitas tinggi. Kondisi fisik menjadi perhatian pertama setelah perjalanan panjang dari Samarinda menuju Jakarta.
Rombongan Persija harus melewati perjalanan dalam tiga tahap. Tim terlebih dahulu menempuh perjalanan darat dari Samarinda menuju Balikpapan. Setelah itu, mereka melanjutkan penerbangan dari Balikpapan ke Yogyakarta, sebelum kembali menggunakan bus menuju Jakarta.
Rangkaian perjalanan tersebut membuat pemulihan menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi Persib.
“Hari Selasa (8/9) ini adalah hari pertama kami berkumpul. Jadi, mulai hari ini kami fokus mengatur kondisi fisik. Pastinya, kami harus mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk melawan Persib,” kata Shin Tae-yong.
Keputusan tersebut cukup masuk akal. Dengan jeda pertandingan yang relatif singkat, Persija tidak hanya membutuhkan latihan taktik. Menjaga kebugaran pemain juga penting agar energi tim tidak terkuras ketika menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Shin Tae-yong Soroti Kesalahan Dasar
Di balik kemenangan atas Borneo FC, Shin Tae-yong menemukan persoalan yang lebih mendasar. Persija dinilai belum mampu menerapkan rencana permainan secara konsisten. Kesalahan umpan menjadi salah satu catatan utama. Selain itu, pemain juga dianggap belum mampu menjalankan taktik yang telah disiapkan tim pelatih.
“Pertama, alasan mengapa kami hanya bisa menunjukkan kemampuan 50 persen adalah karena kami sendiri terlalu banyak melakukan kesalahan. Seperti kesalahan passing dan kami sama sekali tidak bisa memperlihatkan taktik yang sudah kami siapkan,” ujar Shin Tae-yong.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan rumah Persija bukan hanya soal mencetak lebih banyak gol. Ada persoalan mengenai akurasi distribusi bola, konsistensi menjalankan instruksi, serta kemampuan pemain menjaga struktur permainan.
Jika kesalahan serupa kembali muncul ketika menghadapi Persib, situasinya bisa menjadi lebih rumit. Persib memiliki kualitas pemain yang mampu menghukum kesalahan kecil, terutama ketika Persija kehilangan bola di area yang berbahaya. Karena itu, pertandingan pekan kedua dapat menjadi ujian sesungguhnya bagi organisasi permainan Persija.
Laga Persib Jadi Ujian Perkembangan Persija
Shin Tae-yong memberikan perhatian khusus terhadap pertandingan kontra Persib. Status sebagai laga kandang membuat pelatih asal Korea Selatan tersebut ingin Persija tampil lebih meyakinkan di hadapan pendukungnya.
“Saya pun menganggap ini adalah pertandingan yang paling penting. Karena ini adalah pertandingan kandang kami, saya sangat berharap kami bisa menyajikan pertandingan yang benar-benar hebat melawan Persib,” tuturnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa target Persija tidak berhenti pada tambahan tiga poin. Shin Tae-yong ingin melihat perkembangan nyata dari sisi permainan. Kemenangan atas Borneo FC memberikan hasil yang dibutuhkan. Namun, laga melawan Persib menuntut standar yang berbeda.
Persija harus mampu bermain lebih rapi, mengurangi kesalahan sendiri, dan menjalankan skema yang telah dirancang sejak awal. Jika perbaikan itu terlihat, kemenangan pada pekan pertama akan memiliki makna lebih besar karena menjadi bagian dari proses membangun tim.
Sebaliknya, jika kesalahan dasar kembali terulang, kemenangan 1-0 atas Borneo FC bisa dianggap belum cukup untuk menunjukkan bahwa Persija telah menemukan bentuk permainan terbaiknya.
Dengan SUGBK sebagai panggung, Shin Tae-yong kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa Persija memang mampu berkembang dengan cepat. Duel melawan Persib pun berpotensi menjadi indikator awal mengenai sejauh mana Macan Kemayoran siap bersaing pada musim 2026-2027. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi