Persib Matangkan Strategi Hadapi Persija, Pertahanan ala STY Jadi Sorotan

Niklaas Andries • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:16 WIB
FOKUS: Persib bersiap hadapi Persija di lanjutan BRI Super League 2026-2027 (Persib)
FOKUS: Persib bersiap hadapi Persija di lanjutan BRI Super League 2026-2027 (Persib)

RADARBANYUWANGI.ID– Persib Bandung tidak ingin datang ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dengan persiapan setengah matang. Kemenangan Persija Jakarta atas Borneo FC Samarinda pada pekan pembuka BRI Super League 2026-2027 menjadi bahan penting bagi Maung Bandung untuk membaca kekuatan calon lawannya.

Persib dijadwalkan bertandang ke markas Persija pada pekan kedua BRI Super League 2026-2027, Sabtu (12/9). Duel dua tim besar tersebut langsung menyedot perhatian karena bukan sekadar pertarungan tiga poin, melainkan juga adu strategi antara dua tim dengan ambisi besar musim ini.

Pelatih Persib, Igor Tolic, mulai membedah permainan Persija secara lebih mendalam. Salah satu perhatian utamanya adalah perubahan organisasi pertahanan yang dibangun Shin Tae-yong.

Tolic melihat Persija kini memiliki struktur permainan yang lebih rapi. Setelah mencermati pertandingan pembuka musim, pelatih Persib itu menilai lini belakang Macan Kemayoran tidak mudah dieksploitasi.

“Mereka terlihat lebih stabil dibandingkan sebelumnya. Saya tidak melihat banyak hal yang tidak teratur di pertahanan mereka. Saya melihat sebuah tim, terutama dalam bertahan, yang sudah cukup stabil. Mereka tidak banyak kebobolan dan itu sangat penting,” ujar Tolic.

Penilaian tersebut menjadi alarm bagi Persib. Pasalnya, menghadapi Persija dengan pertahanan yang terorganisasi membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan sekadar mengandalkan tekanan dan penguasaan bola.

Persib kemungkinan harus lebih sabar dalam membangun serangan. Pergerakan tanpa bola, pergantian sisi serangan, hingga efektivitas bola mati bisa menjadi faktor penentu untuk membuka celah di pertahanan Persija.

Persija Mulai Menunjukkan Identitas Shin Tae-yong

Perkembangan Persija juga menarik karena terjadi setelah Persib sempat mengalahkan mereka pada semifinal Piala Presiden 2026.

Hasil pramusim tersebut tidak serta-merta dianggap sebagai gambaran kekuatan kedua tim saat kompetisi resmi dimulai. Tolic justru melihat Persija mengalami perkembangan positif dalam beberapa pertandingan terakhir.

Kehadiran Shin Tae-yong mulai memberikan warna tersendiri. Pelatih asal Korea Selatan tersebut dikenal menaruh perhatian besar terhadap organisasi tim, disiplin posisi, dan keseimbangan antarlini. Menurut Tolic, fondasi pertahanan yang kuat dapat menjadi modal penting bagi Persija untuk berkembang sepanjang musim.

“Jika Anda memiliki pertahanan yang bagus dan tidak kebobolan, itu menjadi fondasi yang baik. Kualitas yang mereka miliki di lini depan, sama seperti kami, mereka bisa memenangkan pertandingan. Mereka bisa mencetak gol melalui bola mati maupun permainan terbuka,” katanya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Persib tidak hanya mewaspadai kemampuan Persija bertahan. Lini depan Macan Kemayoran juga menjadi perhatian.

Persija dinilai memiliki kemampuan menciptakan ancaman melalui dua skenario: permainan terbuka dan situasi bola mati. Artinya, Persib tidak boleh kehilangan konsentrasi meski pertandingan berjalan dalam tempo yang terkendali.

Persib Dihadapkan pada Dua Agenda Besar

Tantangan Tolic semakin kompleks karena pertandingan melawan Persija hanya berselang empat hari dari agenda Persib di AFC Champions League Two (ACL 2) 2026-2027.

Setelah menghadapi Persija pada Sabtu (12/9), Persib harus bersiap menghadapi Seoul FC dari Korea Selatan di kompetisi Asia. Situasi tersebut membuat persoalan bukan hanya mengenai bagaimana mengalahkan Persija, tetapi juga bagaimana mengelola energi pemain.

Tolic perlu menentukan prioritas tanpa mengorbankan target di dua kompetisi. Rotasi pemain, intensitas latihan, serta pemilihan strategi kemungkinan menjadi bagian penting dari persiapan Persib.

Di satu sisi, pertandingan melawan Persija memiliki gengsi dan nilai kompetitif yang sangat besar. Di sisi lain, jadwal padat membuat Persib harus menjaga kondisi pemain agar tidak mengalami kelelahan berlebihan menjelang pertandingan Asia. Karena itu, duel di GBK berpotensi menjadi ujian pertama bagi kedalaman skuad Persib musim ini.

Kemenangan atas PSM Makassar pada pekan pertama menjadi modal positif. Namun, menghadapi Persija di kandangnya sendiri jelas menghadirkan persoalan berbeda.

Tolic kini memiliki pekerjaan ganda: menemukan cara membongkar pertahanan Persija sekaligus memastikan anak asuhnya tetap memiliki tenaga untuk menjalani pertandingan berikutnya.

Jika Persib mampu mengatasi organisasi pertahanan Persija dan mengontrol tempo pertandingan, peluang membawa pulang tiga poin terbuka. Sebaliknya, jika Maung Bandung terlalu terburu-buru dan kehilangan konsentrasi saat menghadapi bola mati, Persija bisa menghukum mereka.

Duel Persija versus Persib akhirnya tidak hanya akan menjadi pertarungan pemain di lapangan. Pertandingan tersebut juga menjadi pertarungan kecerdikan dua pelatih dalam membaca kelemahan lawan. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Igor Tolic BRI Super League 2026-2027 shin tae-yong persib bandung persija jakarta