RADAR BANYUWANGI – Timnas Indonesia berpeluang tampil dengan kekuatan terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026. Delapan pemain yang berkarier di liga elite Eropa menjadi modal penting skuad Garuda untuk memburu trofi pada turnamen yang sekaligus menempatkan Indonesia sebagai tuan rumah.
Kekuatan itu semakin bertambah setelah Emil Audero bergabung dengan Rayo Vallecano di La Liga Spanyol. Kiper 29 tahun tersebut menambah panjang daftar pemain Indonesia yang merumput di kompetisi papan atas Eropa.
Selain Emil, ada Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Justin Hubner, dan Miliano Jonathans. Mereka tersebar di La Liga, Serie A, Bundesliga, Ligue 1, hingga Eredivisie.
Komposisi tersebut membuat Timnas Indonesia berpotensi memiliki salah satu skuad paling kompetitif di kawasan Asia Tenggara.
Audero Tambah Kekuatan di Bawah Mistar
Emil Audero menjadi nama terbaru yang mencuri perhatian. Setelah kesulitan mendapatkan posisi utama di Como 1907, Audero memilih mencari tantangan baru dengan bergabung ke Rayo Vallecano melalui skema peminjaman.
Namanya bahkan sudah tercantum dalam situs resmi La Liga sejak 1 September 2026.
Keputusan tersebut diambil untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Di Como, posisi Audero mulai terjepit setelah dirinya lebih sering menjadi pelapis Jean Butez. Situasi semakin sulit setelah klub mendatangkan Robert Sanchez dari Chelsea.
Musim sebelumnya, Audero sempat mendapatkan kesempatan menjadi kiper utama saat dipinjamkan ke Cremonese. Kini, dia memiliki kesempatan baru untuk bersaing di kasta tertinggi sepak bola Spanyol.
Kehadiran Audero membuat kedalaman sektor penjaga gawang Indonesia semakin menarik. Sebab, Maarten Paes juga bermain di kompetisi Eropa setelah bergabung dengan Ajax Amsterdam dari FC Dallas.
Lima Liga Top Eropa Sudah Ditembus
Pemain Indonesia kini semakin tersebar di kompetisi elite Benua Biru.
Di Serie A Italia, kapten Timnas Indonesia Jay Idzes memperkuat Sassuolo. Sebelumnya, bek tengah tersebut menghabiskan dua musim bersama Venezia.
Kevin Diks menjadi wakil Indonesia di Bundesliga Jerman. Pemain bertahan tersebut memperkuat Borussia Mönchengladbach dan dipercaya mengemban peran sebagai wakil kapten.
Sementara itu, Calvin Verdonk meramaikan Ligue 1 Prancis bersama Lille setelah meninggalkan NEC Nijmegen. Bek kiri tersebut juga berpeluang merasakan atmosfer Liga Champions bersama klub barunya.
Belanda menjadi salah satu negara dengan konsentrasi pemain Indonesia cukup banyak.
Ole Romeny dan Justin Hubner sama-sama memperkuat Fortuna Sittard di Eredivisie. Miliano Jonathans juga berkarier di kompetisi tersebut bersama Excelsior Rotterdam dengan status pinjaman dari FC Utrecht.
Sebaran pemain itu menunjukkan perkembangan signifikan sepak bola Indonesia. Bukan hanya jumlah pemain abroad yang bertambah, tetapi juga level kompetisi yang mereka masuki.
Peluang Berbeda di FIFA ASEAN Cup
Kondisi tersebut menjadi keuntungan bagi Indonesia ketika tampil di FIFA ASEAN Cup 2026.
Turnamen ini berbeda dengan ASEAN Championship 2026 yang tidak masuk kalender resmi FIFA. Dalam kompetisi yang tidak masuk kalender FIFA, klub tidak selalu berkewajiban melepas pemain untuk bergabung dengan tim nasional.
Situasi itu pernah menjadi kendala ketika sejumlah pemain diaspora Indonesia tidak dapat memperkuat Garuda.
Kini peluangnya berbeda. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman berpotensi mendapatkan sebagian besar pemain terbaiknya.
Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Justin Hubner hingga Mitchell Baker berpeluang masuk skuad. Jika seluruh pemain abroad dapat bergabung, kekuatan Indonesia diprediksi meningkat signifikan.
PSSI pun memasang target tinggi.
Bukan sekadar lolos dari fase grup atau bersaing hingga semifinal, federasi membidik gelar juara pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
“Ya, kita berharap juara lah,” ujar Sekjen PSSI Yunus Nusi kepada awak media di Jakarta Selatan, Rabu (26/8).
Yunus menyebut peluang tampilnya hampir seluruh pemain terbaik menjadi alasan optimisme tersebut.
“Kapan kita melihat bahwa hampir semua pemain-pemain ini bisa ikut, tentu kita berharap anak-anak ini dapat berprestasi,” tegasnya.
Herdman Dapat Pekerjaan Rumah
Target juara tersebut menjadi tantangan besar bagi John Herdman.
Sebab, Timnas Indonesia baru saja mendapatkan hasil mengecewakan di ASEAN Championship 2026. Garuda gagal melaju ke semifinal setelah hanya mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan.
Hasil tersebut sempat membuat posisi Herdman menjadi sorotan.
Namun, PSSI memastikan evaluasi terhadap tim tetap berjalan. Herdman juga diminta melakukan persiapan lebih matang, terutama menghadapi FIFA ASEAN Cup.
Yunus mengatakan Ketua Umum PSSI Erick Thohir telah berkomunikasi dengan Herdman mengenai persiapan tim.
“Ketua Umum sudah komunikasi dengan pelatih dan tentu pelatih akan lebih lagi ke depan, khususnya mengenai FIFA ASEAN Cup, untuk mempersiapkan timnya sebaik mungkin,” lanjut Yunus.
Ketika ditanya mengenai masa depan Herdman, Yunus menyerahkan keputusan tersebut kepada Executive Committee.
“Itu urusan Executive Committee. Saya tidak wilayah saya di sana,” katanya.
Tuan Rumah, Modal Makin Lengkap
Ambisi Indonesia semakin besar karena Garuda tidak hanya memiliki modal pemain. Status tuan rumah juga menjadi keuntungan tersendiri.
Dua stadion disiapkan untuk menggelar pertandingan, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh yang disebut menggantikan India. Namun, PSSI menyatakan komposisi peserta masih dapat berubah.
Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Dengan bermain di kandang sendiri, dukungan suporter menjadi faktor tambahan bagi skuad Garuda.
Jika seluruh pemain abroad dapat berkumpul dalam kondisi terbaik, Indonesia memiliki kombinasi yang sulit diabaikan: kedalaman skuad, pengalaman pemain di kompetisi elite Eropa, keuntungan sebagai tuan rumah, serta target juara dari PSSI.
Kini pekerjaan terbesar berada di tangan Herdman. Tantangannya bukan lagi sekadar membentuk tim kompetitif, tetapi meramu pemain-pemain tersebut menjadi skuad yang mampu mengakhiri turnamen dengan trofi.
Daftar Pemain yang Berpotensi Dipanggil
Kiper: Maarten Paes, Emil Audero, Cahya Supriyadi, Nadeo Arghawinata, Ernando Ari Sutaryadi.
Bek: Jay Idzes, Elkan Baggott, Justin Hubner, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Rizky Ridho, Jordi Amat, Dean James, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, Eliano Reijnders, Nathan Tjoe-A-On, Yakob Sayuri.
Gelandang: Ivar Jenner, Thom Haye, Joey Pelupessy, Ricky Kambuaya.
Penyerang: Miliano Jonathans, Luke Vickery, Mitchell Baker, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Adrian Wibowo, Marselino Ferdinan, Egy Maulana Fikri, Beckham Putra.
Editor : Ali Sodiqin