Persib vs Manila Digger: 90 Menit Menuju Grup E, Tanpa Bobotoh

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 03:00 WIB
Persib Bandung menghadapi Manila Digger di play-off ACL Two 2026/2027. Menang berarti lolos Grup E, tetapi laga digelar tanpa Bobotoh di GBLA. (JawaPos.com)
Persib Bandung menghadapi Manila Digger di play-off ACL Two 2026/2027. Menang berarti lolos Grup E, tetapi laga digelar tanpa Bobotoh di GBLA. (JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI — Persib Bandung hanya berjarak 90 menit dari fase grup AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027, tetapi jalan menuju sana tidak boleh tergelincir. Maung Bandung harus menyingkirkan wakil Filipina, Manila Digger, pada laga play-off di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (31/8/2026) pukul 19.00 WIB.

Status sebagai juara BRI Super League 2025/2026 belum cukup untuk mengantar Persib langsung ke fase grup. Kemenangan atas Manila Digger menjadi tiket menuju Grup E, yang sudah dihuni FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel. Hasil undian fase grup tersebut telah ditetapkan AFC pada 18 Agustus 2026.

Deputy CEO Persib Adhitia Putra Herawan menegaskan bahwa tim tidak ingin lebih dulu memikirkan lawan-lawan di fase grup.

“Yang paling penting kami menang dulu, supaya bisa lolos ke babak selanjutnya,” ujarnya.

Kalimat itu menjadi gambaran paling sederhana tentang misi Maung Bandung: lewati Manila Digger dulu, baru bicara perjalanan panjang di Asia.

Laga Penentu Tanpa Bobotoh

Ada satu hal yang membuat pertandingan ini terasa berbeda.

Persib harus menjalani laga kandang tanpa dukungan langsung Bobotoh di tribun. Sanksi AFC tetap berlaku setelah upaya banding klub tidak mengubah keputusan tersebut. Hukuman itu berawal dari insiden saat Persib menghadapi Ratchaburi FC. 

GBLA yang biasanya bergemuruh oleh nyanyian suporter bakal kehilangan salah satu kekuatan terbesar Persib.

Situasi tersebut membuat pertandingan bukan hanya soal taktik. Konsentrasi, ketenangan, dan kemampuan pemain menjaga mental pertandingan akan menjadi bagian penting dari ujian menghadapi Manila Digger.

Bagi Persib, bermain di kandang biasanya berarti mendapatkan energi tambahan dari Bobotoh. Kali ini, pemain harus menciptakan energi itu sendiri di lapangan.

Kesempatan Mengulang Cerita Musim Lalu

Manila Digger bukan lawan yang benar-benar asing.

Kedua tim pernah bertemu pada play-off ACL Two musim sebelumnya. Saat itu, Persib juga bermain di GBLA dan berhasil menang 2-1 untuk mengamankan tiket menuju fase grup. 

Namun, hasil masa lalu tidak bisa dijadikan jaminan.

Manila Digger datang lagi dengan ambisi membuat kejutan. Sementara Persib memiliki beban berbeda: mereka bukan lagi sekadar tim yang ingin lolos, tetapi membawa status juara kompetisi domestik Indonesia.

Itulah yang membuat laga 31 Agustus menjadi ujian menarik.

Persib dituntut menunjukkan bahwa status sebagai juara nasional juga berbanding lurus dengan kemampuan bersaing di level Asia.

Jadwal Sempat Diundur

Pertandingan Persib kontra Manila Digger awalnya dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026. AFC kemudian mengubah jadwal menjadi 31 Agustus 2026. 

Perubahan jadwal tersebut memberi Persib waktu persiapan yang lebih panjang. Pelatih Igor Tolic juga menyambut positif penundaan karena memberikan kesempatan kepada pemain yang memperkuat tim nasional untuk kembali bergabung dengan klub sebelum laga play-off. 

Tambahan waktu itu kini harus dikonversi menjadi kesiapan di lapangan.

Tidak ada ruang untuk lengah karena pertandingan play-off ini menentukan satu hal: siapa yang berhak melanjutkan perjalanan ke fase grup ACL Two 2026/2027.

Grup E Sudah Menunggu

Jika mampu melewati Manila Digger, Persib tidak akan mendapatkan perjalanan ringan di fase grup.

Maung Bandung akan masuk Grup E bersama FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, dan The Cong-Viettel dari Vietnam. Komposisi tersebut langsung memperlihatkan beratnya tantangan yang menanti.

FC Seoul membawa nama besar sepak bola Korea Selatan. Melbourne Victory merupakan salah satu klub mapan Australia. Sementara The Cong-Viettel menjadi wakil Vietnam yang juga memiliki pengalaman di kompetisi Asia.

Tetapi semua itu masih menjadi urusan berikutnya.

Sebelum bertemu klub-klub tersebut, Persib harus menyelesaikan satu pekerjaan di Bandung.

Igor Tolic Dihadapkan pada Ujian Mental

Pelatih Igor Tolic kini dituntut menyiapkan tim untuk pertandingan dengan tekanan tinggi.

Persib memiliki modal sebagai juara domestik, pengalaman bermain di kompetisi Asia, serta pengalaman menghadapi Manila Digger. Namun, absennya Bobotoh membuat atmosfer pertandingan akan berbeda.

Tolic perlu memastikan pemain tidak terjebak dalam rasa percaya diri berlebihan hanya karena pernah mengalahkan lawan yang sama.

Sebaliknya, Persib harus bermain dengan disiplin sejak menit pertama.

Manila Digger memiliki satu keuntungan psikologis: mereka datang tanpa beban sebesar tuan rumah. Sementara Persib membawa target yang jelas—menang dan lolos.

Dalam pertandingan tunggal seperti ini, satu kesalahan dapat mengubah seluruh cerita.

Bukan Sekadar Lolos, Persib Memburu Jalan Panjang di Asia

Bagi Persib, laga melawan Manila Digger bukan sekadar pertandingan pembuka musim Asia.

Kemenangan akan membuka pintu menuju fase grup ACL Two. Dari sana, tantangan akan meningkat karena Maung Bandung harus menghadapi klub-klub dari tiga negara dengan tradisi sepak bola yang kuat.

Sebaliknya, kegagalan akan mengakhiri perjalanan Persib di kompetisi tersebut sebelum fase grup dimulai.

Itulah mengapa pertandingan di GBLA pada 31 Agustus memiliki arti besar.

Persib sudah tahu siapa yang menunggu di Grup E. Namun sebelum berhadapan dengan FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel, Maung Bandung harus lebih dulu menuntaskan satu rintangan: Manila Digger. Dan kali ini, mereka harus melakukannya tanpa Bobotoh di tribun. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Grup E play-off ACL acl two Manila Digger persib bandung