RADAR BANYUWANGI – Persipura Jayapura menambah satu nama berpengalaman di bawah mistar. Andika Wisnu resmi kembali ke Mutiara Hitam untuk melengkapi komposisi penjaga gawang sekaligus memperketat persaingan posisi kiper menjelang kompetisi musim 2026/2027.
Kehadiran Wisnu membuat Persipura kini memiliki empat penjaga gawang. Sebelumnya, tim berjuluk Mutiara Hitam itu sudah memiliki Rendy Sroyer, Adzib Hakim, dan Yeremia Meraudje.
Bagi tim pelatih, tambahan tersebut bukan sekadar memenuhi jumlah pemain. Kedalaman di posisi penjaga gawang dinilai penting untuk mengantisipasi cedera, menjaga intensitas latihan, sekaligus membuka ruang rotasi sepanjang musim.
Pelatih Kiper Persipura, Agung Prasetyo, menyambut positif keputusan manajemen mendatangkan Wisnu. Menurut dia, kualitas dan pengalaman sang pemain membuat Persipura memiliki opsi yang lebih seimbang di posisi vital tersebut.
"Alhamdulillah, kita terima kasih kepada manajemen karena sudah mendatangkan pelapis yang bagus. Jadi kita tidak bingung kalau harus melakukan rotasi atau jika ada pemain yang cedera," ujar Agung kepada awak media, Jumat (7/8/2026).
Bukan Wajah Baru di Persipura
Kembalinya Wisnu juga bukan sesuatu yang benar-benar baru bagi Persipura.
Kiper tersebut pernah menjadi bagian dari skuad Mutiara Hitam dan menjadi salah satu andalan pada musim 2022-2023. Pengalaman tersebut membuat proses adaptasinya bersama tim diperkirakan tidak akan terlalu sulit.
Selain mengenal lingkungan Persipura, Wisnu juga membawa pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Musim lalu, dia memperkuat PSBS Biak di kompetisi kasta tertinggi. Agung menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Wisnu untuk bersaing dengan tiga kiper yang lebih dulu berada di Persipura.
"Dia adalah mantan pemain dari Liga 1 dan menit bermainnya selama ini terjaga dengan baik. Saya sangat puas karena kehadirannya bisa menjadi pilihan rotasi yang sepadan. Insyaallah, untuk progres ke depan saya tidak khawatir," kata Agung.
Empat Kiper, Bukan Berarti Ada Jaminan Starter
Masuknya Wisnu memang membuat persaingan di bawah mistar semakin menarik. Namun, Agung memastikan belum ada keputusan mengenai siapa yang akan menjadi kiper utama Persipura.
Artinya, empat penjaga gawang memiliki kesempatan yang sama untuk merebut posisi nomor satu.
Tim pelatih akan melihat perkembangan masing-masing pemain melalui sesi latihan dan pertandingan uji coba. Performa aktual akan menjadi dasar utama dalam menentukan pilihan.
"Kalau untuk kiper utama, saya rasa masih terlalu jauh untuk berbicara ke arah sana. Saya jujur, saya akan selalu bersikap netral dan menilai sesuai dengan kondisi riil pemain," tegas Agung.
Sikap tersebut sekaligus membuka persaingan sehat di antara Rendy, Adzib, Yeremia, dan Wisnu.
Tidak ada nama yang otomatis mendapatkan tempat hanya karena pengalaman atau statusnya sebagai pemain lama.
Kedalaman Skuad Jadi Pertimbangan Utama
Agung menjelaskan, keputusan menambah Wisnu lebih berkaitan dengan kebutuhan tim secara keseluruhan.
Persipura tidak ingin menjalani musim dengan komposisi penjaga gawang yang terlalu tipis. Posisi kiper membutuhkan kesiapan penuh sepanjang kompetisi karena cedera atau akumulasi masalah fisik dapat terjadi kapan saja.
"Alasan khususnya murni untuk menjaga kedalaman. Dengan hanya tiga kiper, saya kira masih kurang untuk menjaga intensitas latihan dan persaingan di dalam tim," jelas Agung.
Menurutnya, kehadiran Wisnu justru dapat meningkatkan kualitas latihan. Empat kiper memungkinkan terciptanya kompetisi internal yang lebih sehat.
"Dengan datangnya Wisnu, persaingan akan terjaga dan itu sangat bagus untuk kesolidan tim kita," imbuhnya.
Bagi Persipura, kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri. Setiap kiper dituntut menjaga performa karena posisi utama tidak diberikan secara cuma-cuma.
Wisnu Bawa Pengalaman, Persipura Dapat Opsi Lebih Banyak
Kembalinya Andika Wisnu akhirnya memberikan Persipura lebih banyak pilihan di bawah mistar.
Pengalamannya bersama Persipura pada periode sebelumnya, ditambah pengalaman bermain di kasta tertinggi bersama PSBS Biak, membuat Wisnu datang dengan modal yang cukup untuk langsung bersaing.
Namun, status sebagai pemain berpengalaman tidak otomatis membuatnya menjadi pilihan pertama.
Persipura memilih membuka persaingan dari awal.
Kini, tantangan bagi Wisnu adalah membuktikan kualitasnya dalam latihan dan laga uji coba. Begitu pula tiga kiper lainnya.
Satu hal yang sudah pasti, Persipura kini memiliki empat penjaga gawang dengan kesempatan yang sama untuk merebut posisi nomor satu.
Dan bagi tim pelatih, persaingan tersebut justru menjadi modal penting untuk membangun skuad yang lebih siap menghadapi kerasnya kompetisi. (*)
Editor : Ali Sodiqin