RADARBANYUWANGI.ID - Tinggal 90 menit lagi bagi Persib Bandung untuk kembali mengukir sejarah. Setelah melaju tanpa cela sepanjang fase grup dan menyingkirkan rival abadi Persija Jakarta di semifinal, Maung Bandung kini berada di ambang gelar juara Piala Presiden 2026.
Laga puncak akan mempertemukan Persib dengan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) pukul 20.00 WIB. Duel klasik dua kekuatan besar sepak bola nasional itu diprediksi berlangsung ketat karena mempertemukan dua tim dengan karakter permainan yang sama-sama disiplin dan efektif dalam memanfaatkan transisi.
Bagi Persib, final kali ini bukan sekadar perebutan trofi pramusim. Ada peluang besar untuk mengulang kejayaan yang terakhir dirasakan sebelas tahun lalu. Pada edisi perdana Piala Presiden 2015, Persib sukses menjadi kampiun setelah menundukkan Sriwijaya FC 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Kini, generasi baru Maung Bandung memiliki kesempatan menghadirkan trofi kedua dalam sejarah klub di turnamen tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa mereka siap mempertahankan dominasi di kompetisi domestik musim 2026-2027.
Namun, jalan menuju partai final tidak sepenuhnya mulus. Jadwal pertandingan yang padat membuat kondisi fisik para pemain menjadi perhatian utama tim pelatih. Hanya sehari setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 di semifinal, seluruh pemain difokuskan menjalani pemulihan di hotel.
Program recovery dilakukan secara menyeluruh, mulai latihan ringan di dalam ruangan hingga terapi berendam air es untuk mempercepat pemulihan otot. Langkah itu diambil agar para pemain berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi pertandingan paling menentukan di turnamen ini.
Pelatih Persib Igor Tolic mengungkapkan dirinya belum ingin terburu-buru menentukan susunan pemain. Keputusan akhir baru akan diambil setelah melihat perkembangan kebugaran seluruh anggota skuad menjelang pertandingan.
"Kami akan melihat kondisi terakhir para pemain besok, kemudian memutuskan siapa yang benar-benar siap bermain. Hari ini fokus kami hanya memulihkan kebugaran," ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Meski dihadapkan pada waktu persiapan yang sangat singkat, Tolic tetap memiliki alasan untuk percaya diri. Salah satunya adalah meningkatnya efektivitas lini depan Persib.
Dua penyerang asing, Uilliam Barros dan Balsa Sekulic, menjadi mesin gol Maung Bandung sepanjang Piala Presiden 2026. Keduanya telah mengoleksi masing-masing tiga gol dan menjadi tumpuan utama dalam membongkar pertahanan lawan.
Produktivitas keduanya dinilai menjadi modal penting menjelang final. Meski demikian, Tolic mengakui pola serangan Persib sebenarnya masih dalam tahap penyempurnaan karena masa persiapan tim yang relatif singkat.
"Selalu menjadi hal yang positif ketika seorang striker mampu mencetak gol. Kami memang belum memiliki banyak waktu untuk menyempurnakan organisasi serangan karena fokus utama kami adalah membangun tim yang solid," jelasnya.
Meski optimistis, Tolic menegaskan bahwa Persebaya bukan lawan yang dapat diremehkan. Menurutnya, Bajul Ijo memiliki karakter permainan yang hampir identik dengan Persib.
Kedua tim sama-sama mengandalkan organisasi pertahanan yang rapat, bertahan dengan blok rendah, lalu melancarkan serangan balik cepat ketika lawan kehilangan keseimbangan.
Tolic juga memberi perhatian khusus terhadap efektivitas Persebaya dalam memanfaatkan bola mati. Menurutnya, kesalahan kecil dapat langsung berbuah hukuman karena kualitas para pemain yang dimiliki tim asal Surabaya tersebut.
"Persebaya mempunyai banyak pemain berbahaya. Mereka bermain dengan pertahanan rendah dan sangat efektif dalam serangan balik. Mereka jarang melakukan kesalahan, tetapi ketika lawan melakukan kesalahan, mereka langsung menghukumnya. Selain itu, mereka juga sangat berbahaya dalam situasi bola mati," tegas Tolic.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa duel final diperkirakan lebih banyak ditentukan oleh disiplin taktik dibanding permainan terbuka. Tim yang mampu menjaga konsentrasi selama 90 menit berpeluang besar keluar sebagai juara.
Di sisi lain, pelatih Persebaya Eduardo Tavares datang dengan rasa hormat tinggi terhadap calon lawannya. Ia mengakui Persib merupakan standar tertinggi sepak bola Indonesia saat ini setelah mampu mendominasi Super League dalam tiga musim terakhir.
Menurut Tavares, kekuatan terbesar Persib tidak hanya terletak pada kualitas sebelas pemain utama, tetapi juga kedalaman skuad yang membuat kualitas permainan tetap terjaga meski melakukan rotasi.
"Persib adalah juara Super League dalam tiga musim terakhir dan memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. Jika melihat komposisi pemain mereka, seolah-olah mereka mampu membentuk tiga tim dengan kualitas yang hampir sama," katanya.
Meski demikian, pelatih berusia 46 tahun tersebut memastikan Persebaya tidak akan datang sebagai pelengkap partai final. Ia menilai status favorit hanya berlaku sebelum pertandingan dimulai, sedangkan hasil akhir sepenuhnya ditentukan oleh performa di atas lapangan.
"Di atas kertas mungkin Persib menjadi favorit. Namun sepak bola dimainkan oleh sebelas lawan sebelas pemain. Kami datang untuk memberikan kemampuan terbaik dan berjuang meraih kemenangan," tegasnya.
Final Piala Presiden 2026 pun dipastikan bukan hanya menjadi pertarungan memperebutkan trofi, tetapi juga adu kecerdikan dua pelatih dalam membaca pertandingan. Persib membawa ambisi mengakhiri penantian gelar sejak 2015, sementara Persebaya bertekad mematahkan prediksi dan menggagalkan pesta Maung Bandung.
Dengan kualitas individu yang merata, kedalaman skuad, serta duel strategi antara Igor Tolic dan Eduardo Tavares, partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta berpotensi menjadi salah satu laga paling menarik sepanjang penyelenggaraan Piala Presiden 2026. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi