RADARBANYUWANGI.ID - Timnas Indonesia memasuki era baru. Piala AFF 2026 akan menjadi panggung resmi pertama bagi John Herdman sebagai pelatih kepala Garuda, sekaligus awal misi mengakhiri penantian panjang Indonesia meraih gelar juara Asia Tenggara.
Dari 50 pemain yang mengikuti pemusatan latihan di Bali, pelatih asal Inggris itu segera mengerucutkan daftar menjadi 23 nama yang akan bertarung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Harapan publik sepak bola Indonesia kini bertumpu pada sentuhan tangan dingin John Herdman. Pelatih yang sebelumnya sukses membangun fondasi sepak bola Kanada itu datang membawa filosofi berbeda dibanding pendahulunya.
Alih-alih bertumpu pada kualitas individu, Herdman dikenal mengutamakan organisasi permainan, disiplin taktik, dan kekompakan kolektif. Pendekatan tersebut diyakini akan menjadi identitas baru Timnas Indonesia dalam menghadapi persaingan di Piala AFF 2026.
Turnamen ini menjadi ujian pertama Herdman di ajang kompetitif. Tantangannya pun tidak ringan. Indonesia berada satu grup dengan rival utama Vietnam, serta Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Namun, sebelum memikirkan lawan, Herdman harus lebih dahulu menentukan komposisi terbaik dari 50 pemain yang saat ini mengikuti pemusatan latihan di Bali.
"Bagi saya, pemain ideal bukan hanya soal teknik kelas dunia, melainkan soal hati," ujar Herdman dalam PSSI Awards.
Pernyataan tersebut memberi gambaran jelas mengenai kriteria pemain yang diinginkannya. Mentalitas, etos kerja, dan kemampuan menjalankan instruksi taktik diperkirakan menjadi pertimbangan utama, bahkan melampaui reputasi maupun popularitas pemain.
Organisasi Permainan Jadi Identitas Baru
Selama menangani Kanada, Herdman dikenal fleksibel dalam menerapkan berbagai formasi, mulai 3-4-3, 3-5-2, hingga 4-4-2. Meski demikian, seluruh skema tersebut memiliki kesamaan, yakni pertahanan yang rapat, transisi cepat dari bertahan ke menyerang, serta pressing kolektif ketika kehilangan bola.
Karena itu, peluang masuk skuad akhir tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis. Pemain yang mampu menjaga disiplin posisi, bekerja tanpa bola, dan beradaptasi dengan sistem permainan akan memiliki nilai lebih. Filosofi tersebut diperkirakan membuat persaingan di setiap lini berlangsung sangat terbuka.
Persaingan Ketat di Posisi Kiper
Di sektor penjaga gawang, Herdman diprediksi memilih kiper modern yang tidak hanya piawai melakukan penyelamatan, tetapi juga mampu membangun serangan dari lini belakang.
Nadeo Argawinata masih menjadi kandidat terdepan berkat pengalaman serta kepemimpinannya di lapangan. Sementara itu, Cahya Supriadi dan Muhammad Riyandi memiliki peluang besar melengkapi komposisi tiga kiper.
Sebaliknya, Teja Paku Alam diperkirakan menghadapi persaingan lebih berat karena karakter permainan Herdman membutuhkan penjaga gawang yang aktif memainkan bola menggunakan kaki.
Lini Belakang Andalkan Kombinasi Pengalaman dan Regenerasi
Sektor pertahanan diprediksi menjadi lini yang paling banyak dihuni pemain dari kompetisi domestik. Rizky Ridho diproyeksikan menjadi pemimpin lini belakang dengan dukungan pemain berpengalaman seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama. Dony Tri Pamungkas, Wahyu Prasetyo, serta Tim Geypens juga dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan Herdman.
Sementara itu, peluang Justin Hubner diperkirakan menipis karena masih menjalani pramusim bersama Fortuna Sittard. Situasi serupa juga dialami Mathew Baker yang masih menunggu keputusan dari klubnya.
Lini Tengah Jadi Arena Persaingan Terberat
Kompetisi paling sengit diprediksi terjadi di sektor gelandang. Herdman membutuhkan keseimbangan antara gelandang bertahan yang agresif merebut bola dan pemain kreatif yang mampu mempercepat transisi serangan.
Nama-nama seperti Thom Haye, Ivar Jenner, Marc Klok, Marselino Ferdinan, Beckham Putra, Eliano Reijnders, Rayhan Hannan, hingga Saddil Ramdani dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan pendekatan permainan Herdman.
Di sisi lain, Arkhan Fikri maupun Ricky Kambuaya tetap memiliki peluang, meski harus bersaing ketat memperebutkan tempat di skuad final.
Lini Depan Mengandalkan Pressing dan Efektivitas
Untuk sektor serang, Herdman diperkirakan lebih mengutamakan penyerang yang mampu menjadi garis pertahanan pertama melalui pressing agresif.
Ragnar Oratmangoen dan Ramadhan Sananta masih menjadi pilihan utama berkat pengalaman mereka di level internasional. Mitchell Baker juga berpeluang menjadi wajah baru yang memberi variasi dalam serangan Garuda.
Sementara Jens Raven, Mauro Zijlstra, Rafael Struick, hingga Eksel Runtukahu diperkirakan masih harus bersaing memperebutkan tempat terakhir di lini depan.
Dengan filosofi permainan yang menitikberatkan pada disiplin kolektif, pemilihan skuad Timnas Indonesia kali ini diperkirakan akan menghadirkan sejumlah kejutan. Herdman tampaknya lebih memilih pemain yang mampu menjalankan sistem secara konsisten dibanding sekadar mengandalkan nama besar.
Jika proses adaptasi berjalan cepat, Piala AFF 2026 bukan hanya menjadi debut resmi Herdman, tetapi juga momentum membuka babak baru perjalanan Timnas Indonesia dalam perburuan gelar juara Asia Tenggara yang selama ini belum pernah diraih.
Prediksi 23 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Kiper: Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, Muhammad Riyandi
Bek: Rizky Ridho, Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, Wahyu Prasetyo, Tim Geypens
Gelandang: Thom Haye, Ivar Jenner, Marc Klok, Marselino Ferdinan, Beckham Putra, Eliano Reijnders, Rayhan Hannan, Saddil Ramdani
Penyerang: Ragnar Oratmangoen, Ramadhan Sananta, Mitchell Baker, Yance Sayuri
Satu tempat terakhir masih diperebutkan beberapa kandidat, termasuk Jens Raven, Mauro Zijlstra, Rafael Struick, dan Eksel Runtukahu. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi