PSIM Yogyakarta Tambah Amunisi Asing, Adrian Purzycki Jadi Jangkar Baru Laskar Mataram untuk Musim 2026-2027

Niklaas Andries • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:03 WIB
TAMBAH AMUNISI: Adrian Purzycki jadi pemain asing baru PSIM
TAMBAH AMUNISI: Adrian Purzycki jadi pemain asing baru PSIM

RADARBANYUWANGI.ID - PSIM Yogyakarta terus bergerak agresif menyusun kepingan skuad jelang bergulirnya kompetisi musim 2026-2027. Setelah melakukan sejumlah pembenahan, Laskar Mataram kini memperkuat sektor tengah dengan mendatangkan gelandang bertahan asal Polandia, Adrian Purzycki.

Transfer pemain berusia 28 tahun tersebut bukan sekadar menambah kuota pemain asing. Kehadirannya menjadi sinyal bahwa PSIM ingin membangun keseimbangan permainan melalui lini tengah yang lebih kokoh, disiplin, dan mampu menjadi penghubung antarlini sesuai filosofi permainan pelatih kepala Jean Paul Van Gastel.

Purzycki lahir di Siedlce, Polandia, pada 2 Agustus 1997. Dengan tinggi badan 183 sentimeter, ia dikenal sebagai gelandang bertahan yang mengandalkan kekuatan duel, kemampuan membaca permainan, serta distribusi bola dari lini kedua.

Rekam jejaknya di Eropa juga menjadi salah satu pertimbangan utama PSIM. Ia merupakan produk pembinaan akademi Fortuna Sittard di Belanda dan Wigan Athletic di Inggris. Dalam perjalanan karier profesionalnya, Purzycki juga sempat memperkuat klub Polandia Odra Opole serta pernah mendapat kesempatan membela tim nasional Polandia kelompok umur.

Bagi manajemen PSIM, pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi kerasnya persaingan kompetisi Indonesia musim depan.

Manajer PSIM Iksan Mahar menegaskan bahwa seluruh proses perekrutan pemain asing musim ini dilakukan secara selektif dan berdasarkan kebutuhan teknis tim, bukan sekadar melihat nama besar pemain.

"Selain keputusan dari manajemen, pada dasarnya seluruh perekrutan pemain asing musim ini merupakan hasil persetujuan langsung dari pelatih kepala, coach Jean Paul Van Gastel," ujar Iksan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Van Gastel memiliki peran sentral dalam membangun komposisi skuad. Setiap pemain yang datang harus benar-benar sesuai dengan skema permainan yang ingin diterapkan pelatih asal Belanda tersebut.

Menurut Iksan, Purzycki dipilih karena memiliki karakter permainan yang dibutuhkan PSIM, terutama dalam menjaga keseimbangan antara fase bertahan dan menyerang.

"Manajemen memastikan Adrian Purzycki didatangkan karena profil dan kualitasnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan taktikal yang diinginkan pelatih untuk musim ini," tambahnya.

Masuknya Purzycki juga memperlihatkan arah pembangunan tim yang lebih terstruktur. Dalam sepak bola modern, gelandang bertahan memiliki peran vital sebagai pemutus serangan lawan sekaligus pengatur tempo permainan. Kehadiran pemain dengan pengalaman kompetisi Eropa diharapkan mampu memberikan stabilitas bagi lini tengah PSIM sepanjang musim.

Di sisi lain, Purzycki mengaku antusias memulai petualangan baru di Asia. Indonesia menjadi destinasi pertamanya di luar Eropa, sekaligus tantangan yang ingin ia taklukkan.

"Bagi saya, Indonesia dan Asia adalah lingkungan yang baru, pengalaman baru, dan sebuah tantangan yang ingin saya hadapi. Saya suka meraih kemenangan, jadi semoga saya bisa langsung memberikan dampak bagi tim," katanya.

Pemain asal Polandia itu juga menegaskan bahwa kontribusinya tidak hanya ingin terlihat di atas lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari bersama rekan setim.

"Bagi saya, memberikan dampak baik, di dalam maupun di luar lapangan, untuk membantu semua orang di sekitar saya adalah hal yang paling penting, dan saya berharap bisa membawa semangat itu ke klub ini," ujarnya.

Kesadaran akan tantangan bermain di Indonesia juga sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Salah satu fokus utamanya adalah beradaptasi dengan iklim tropis yang sangat berbeda dibandingkan cuaca di Eropa.

Purzycki mengungkapkan dirinya telah menjalani program latihan intensif selama dua bulan terakhir agar bisa segera mencapai kondisi terbaik ketika bergabung dengan PSIM.

"Selama dua bulan terakhir saya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tentu saja cuacanya berbeda, tetapi saya rasa ini adalah sesuatu yang bisa saya atasi dan saya akan selalu memberikan 100 persen kemampuan saya," tegasnya.

Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan kualitas tersebut di lapangan. Jika mampu beradaptasi dengan cepat terhadap ritme kompetisi Indonesia, Adrian Purzycki berpeluang menjadi motor keseimbangan permainan PSIM sekaligus sosok penting dalam ambisi Laskar Mataram bersaing di papan atas musim 2026-2027.

Performa gelandang Polandia itu pun akan menjadi salah satu aspek yang paling dinantikan suporter saat kompetisi resmi bergulir. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
liga indonesia 2026-2027 ADRIAN PURZYCKI transfer psim 2026 Jean Paul van Gastel psim yogyakarta