RADAR BANYUWANGI – Baru beberapa hari diumumkan sebagai Presiden Klub Deltras Sidoarjo, Deddy Adrianto langsung memaparkan arah baru pengembangan klub. Bukan hanya memburu prestasi di lapangan hijau, Deltras akan didorong menjadi penggerak ekonomi daerah dengan melibatkan suporter, pelaku UMKM, komunitas lokal, hingga masyarakat Sidoarjo dalam setiap pertandingan kandang.
Gagasan tersebut disampaikan Deddy dalam konferensi pers, Jumat (17/7/2026). Ia menilai sepak bola modern tidak cukup hanya menghadirkan pertandingan selama 90 menit. Matchday harus berkembang menjadi sebuah ekosistem yang mampu menciptakan perputaran ekonomi dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Klub berjuluk The Lobster itu, kata Deddy, memiliki peluang besar untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif karena didukung basis suporter yang loyal dan potensi UMKM Sidoarjo yang terus berkembang.
"Memang hal itu yang sedang saya eksplorasi. Saat ini kami mulai menjalin komunikasi, khususnya dengan suporter Deltras, untuk mewujudkan dampak ekonomi yang secara langsung bisa dirasakan oleh masyarakat Sidoarjo," ujar Deddy.
Matchday Bukan Lagi Sekadar Menonton Bola
Visi yang sedang disiapkan manajemen adalah mengubah paradigma pertandingan kandang. Deddy ingin setiap laga Deltras menjadi agenda yang dinanti masyarakat sejak pagi hingga malam melalui konsep festival sehari penuh.
Dalam konsep tersebut, stadion tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang berkumpulnya komunitas, pusat kuliner, bazar UMKM, hingga berbagai aktivitas hiburan yang dapat menarik lebih banyak pengunjung.
"Saya melihat apa yang bisa kita perbuat dalam satu hari ketika matchday. Apakah nanti kita bisa mengumpulkan komunitas, UMKM, dan menghidupkan ekonomi dari adanya Deltras di Sidoarjo. Ini adalah salah satu bentuk visi yang coba saya bangun," katanya.
Konsep itu diyakini dapat memperpanjang durasi aktivitas ekonomi di sekitar stadion. Tidak hanya pedagang dan pelaku usaha kecil yang memperoleh manfaat, tetapi juga komunitas lokal yang mendapat ruang untuk tampil dan berkolaborasi dengan klub.
Suporter Jadi Mitra Pengembangan Klub
Untuk merealisasikan gagasan tersebut, manajemen Deltras mulai membangun komunikasi intensif dengan kelompok suporter. Deddy menilai keberhasilan program tidak bisa dicapai hanya oleh pengurus klub, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen pendukung Deltras.
Saat ini, tim internal sedang menyusun formula terbaik agar stadion mampu menarik lebih banyak pengunjung melalui pengalaman yang berbeda dibanding sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola.
Menurutnya, keberhasilan mendatangkan massa atau crowd akan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar stadion.
Masih Tahap Pematangan
Meski optimistis, Deddy mengakui konsep tersebut masih dalam tahap penyusunan. Berbagai aspek, termasuk kebutuhan sumber daya manusia dan tim pelaksana, masih dikaji sebelum diterapkan secara penuh.
"Hal ini masih saya pelajari dulu; tim sebesar apa yang saya butuhkan untuk bisa mengeksekusi rencana ini. Tapi, kurang lebih itulah cita-cita jangka pendek saya untuk Deltras," ujarnya.
Jika terealisasi, Deltras berpotensi menjadi salah satu klub sepak bola di Indonesia yang mengembangkan model bisnis berbasis ekosistem masyarakat. Kehadiran pertandingan kandang tidak lagi hanya menghasilkan atmosfer kompetisi, tetapi juga menciptakan peluang usaha bagi UMKM, memperkuat hubungan klub dengan suporter, serta menggerakkan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : deltras sidoarjo