RADARBANYUWANGI.ID - Pertandingan antara Bali United FC melawan Borneo FC Samarinda pada pekan ke-32 BRI Super League 2025 2026 tidak hanya menghadirkan duel ketat, tetapi juga menyuguhkan tensi tinggi sepanjang pertandingan.
Laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (11/5) malam itu diwarnai drama lima gol dan sejumlah momen emosional di lapangan. Di balik sengitnya pertandingan, pelatih Bali United, Johnny Jansen, justru memberikan perhatian khusus terhadap nilai fair play dan karakter bertarung para pemainnya.
Pelatih asal Belanda tersebut menilai ada satu momen di babak kedua yang seharusnya dapat disikapi lebih sportif oleh pemain di lapangan. Menurutnya, ketika ada pemain lawan terjatuh, permainan seharusnya dihentikan dengan membuang bola keluar lapangan.
Baca Juga: Siswi SMAN 1 Glagah Lolos ITB Jalur SNBP, Aktif OSN Geografi hingga Teater
“Pada pertandingan ini kami ingin bangkit. Di babak kedua ada situasi yang cukup menegangkan dan menurut saya bola seharusnya dibuang keluar,” ujar Jansen.
Ia menegaskan bahwa rasa hormat antarpemain tetap harus dijaga meski pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh tekanan.
“Bagi saya itu soal respek. Kami bermain dengan intensitas tinggi dan ketika ada pemain terjatuh, seharusnya ada sikap sportif untuk menghentikan permainan,” katanya.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Banyuwangi Deklarasi SPMB Bersih dan Transparan, Wabup Tegaskan Tak Ada Titipan
Meski laga berjalan keras, Jansen tetap mengapresiasi sikap para pemain dari kedua tim yang mampu menjaga situasi tetap kondusif hingga pertandingan berakhir.
Menurut mantan pelatih PEC Zwolle itu, semangat kompetitif harus tetap berjalan berdampingan dengan rasa hormat di atas lapangan.
“Itulah nilai yang saya pegang. Saya ingin tim memiliki rasa hormat, tetapi juga karakter dan keberanian dalam bertanding,” ujarnya.
Selain menyoroti aspek fair play, Jansen juga berbicara mengenai pentingnya mental bertarung dalam skuad Bali United. Ia menilai para pemain harus berani saling mengingatkan dan mendorong satu sama lain demi meningkatkan kualitas permainan tim.
Menurutnya, suasana kompetitif di dalam tim sangat penting untuk membangun mental juara.
“Saya merasa para pemain harus lebih berani saling menuntut agar berkembang bersama. Jika ingin menjadi lebih baik, mereka harus terbuka dan berani mengatakan apa yang perlu diperbaiki,” tutur Jansen.
Ia mengaku telah membahas persoalan tersebut bersama para pemain setelah pertandingan sebelumnya. Jansen ingin seluruh anggota tim memiliki keberanian untuk mengingatkan rekan setim yang belum menjalankan tugas dengan maksimal.
Baca Juga: Jelang Long Weekend, Satlantas Banyuwangi Perketat Pengawasan Jalur Ijen Rawan Kecelakaan
“Pemain harus berani saling mengingatkan ketika ada yang tidak menjalankan perannya dengan baik. Itu sikap yang kami ingin bangun di dalam tim,” katanya.
Jansen pun melihat perkembangan positif mulai muncul dalam skuad Serdadu Tridatu. Ia optimistis proses pembentukan karakter tim akan terus berkembang seiring meningkatnya mental kompetitif para pemain. (*)
Editor : Niklaas Andries