Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Fakta dan Rekor Menarik di Piala Asia 2027 di Arab Saudi: Jepang Masih Raja, Indonesia Masuk Grup Neraka

Niklaas Andries • Senin, 11 Mei 2026 | 05:49 WIB
GRUP NERAKA: Timnas Indonesia tergabung bersama Jepang Qatar dan Thailand di Piala Asia 2027 (timnas Indonesia)
GRUP NERAKA: Timnas Indonesia tergabung bersama Jepang Qatar dan Thailand di Piala Asia 2027 (timnas Indonesia)

RADARBANYUWANGI.ID - Putaran final AFC Asian Cup Saudi Arabia 2027 semakin dekat. Jalan menuju perebutan supremasi sepak bola Asia resmi dimulai setelah pengundian grup digelar di Salwa Palace, Sabtu waktu setempat.

Ajang paling bergengsi antarnegara Asia tersebut akan menghadirkan persaingan sengit dengan 24 negara peserta yang dibagi ke dalam enam grup. Selain menghadirkan duel klasik antar kekuatan Asia, edisi kali ini juga menyimpan sejumlah catatan menarik yang mempertegas sejarah panjang turnamen.

Arab Saudi Ukir Sejarah Baru

Edisi 2027 menjadi momen bersejarah bagi Saudi Arabia karena untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Piala Asia. Negara Timur Tengah itu tercatat sebagai negara ke-18 yang dipercaya menggelar turnamen paling elite di benua Asia tersebut.

Baca Juga: CJH Banyuwangi Kini Terima Kartu Nusuk di Asrama Haji Sukolilo, Tak Perlu Tunggu Tiba di Arab Saudi

Status tuan rumah sekaligus membuka peluang Arab Saudi mengulang kejayaan mereka setelah terakhir kali menjuarai turnamen pada 1996.

Jepang Masih Jadi Raja Asia

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Warning Penipuan Haji dan Umrah Fiktif, Masyarakat Diminta Waspada Travel Murah

Japan tetap menyandang status sebagai negara tersukses sepanjang sejarah Piala Asia dengan koleksi empat gelar juara. Samurai Biru terakhir kali mengangkat trofi pada 2011.

Sementara itu, Iran dan Arab Saudi sama-sama mengoleksi tiga gelar.

Iran juga mencatat rekor impresif dengan tampil dalam 16 edisi beruntun sejak debut pada 1968. Rekor tersebut sejajar dengan South Korea sebagai negara dengan partisipasi terbanyak di Piala Asia.

Di bawah mereka terdapat China yang akan menjalani partisipasi ke-14 secara beruntun sejak pertama kali tampil pada 1976.

Indonesia Masuk Grup Berat

Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Pelatih Indonesia, John Herdman, menegaskan skuad Garuda siap menghadapi tantangan berat tersebut.

Menurutnya, dukungan suporter menjadi motivasi terbesar bagi tim untuk tampil maksimal di turnamen nanti.

Baca Juga: Tukang Cukur Difabel di Banyuwangi Ini Bertahan Sejak 1980-an, Dibayar Seikhlasnya dan Tak Kenal Mohawk

“Ekspektasi untuk Indonesia adalah mewakili negara dengan sebaik mungkin. Para pendukung kami sangat luar biasa dan setiap kali pemain mengenakan jersey tim nasional, kami harus memberikan segalanya,” ujar Herdman.

Qatar yang berstatus juara bertahan juga mewaspadai perkembangan pesat sepak bola Indonesia. Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, menilai Grup F sebagai salah satu grup paling kompetitif.

Qatar Kejar Hat-trick Gelar

Baca Juga: Pangkas Rambut Dekat Kuburan di Banyuwangi Ini Tetap Ramai, Tarif Cukur Mulai Rp 10 Ribu

Qatar datang ke Arab Saudi dengan status juara bertahan setelah menjuarai edisi 2019 dan 2023. Mereka kini berpeluang menjadi negara kedua yang mampu meraih tiga gelar beruntun setelah Iran melakukannya pada 1968, 1972, dan 1976.

Keberhasilan Qatar dalam dua edisi terakhir membuat mereka masuk ke dalam kelompok elite bersama Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Arab Saudi sebagai negara yang pernah mempertahankan gelar.

Rekor Menarik Piala Asia

Sejumlah fakta menarik turut menghiasi sejarah turnamen:

Iran menjadi tim dengan kemenangan terbanyak sepanjang sejarah Piala Asia, yakni 45 kemenangan. Jepang memegang rekor gol terbanyak dalam satu edisi dengan 21 gol pada tahun 2000.

Baca Juga: SMKS Pradana Giri Banyuwangi Buka SPMB 2026/2027, Siapkan Generasi Pelaut Profesional Berdaya Saing Global

Iran menjadi satu-satunya negara yang pernah menjuarai turnamen tanpa kebobolan, yakni pada 1976.

Final Piala Asia baru dua kali ditentukan lewat adu penalti, dan Arab Saudi selalu keluar sebagai juara dalam dua kesempatan tersebut.

Almoez Ali dan Akram Afif Jadi Ancaman

Bintang Qatar, Almoez Ali, masih menjadi pemain aktif tertajam dalam sejarah Piala Asia dengan 11 gol. Ia hanya kalah dari legenda Iran Ali Daei yang mencetak 14 gol.

Baca Juga: Pangkas Rambut Dekat Kuburan di Banyuwangi Ini Tetap Ramai, Tarif Cukur Mulai Rp 10 Ribu

Sementara itu, rekan setimnya, Akram Afif, tampil luar biasa pada edisi 2023 dengan torehan delapan gol dan menjadi top skor turnamen.

Persaingan Dipastikan Sengit

Dengan kombinasi negara langganan juara, tim kuda hitam, hingga kekuatan baru Asia, Piala Asia 2027 diprediksi berlangsung sangat kompetitif.

Indonesia sendiri menghadapi tantangan besar untuk bersaing di grup berat, namun peluang menciptakan kejutan tetap terbuka apabila mampu tampil disiplin dan konsisten sepanjang turnamen. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#Arab Saudi #fakta #jepang #timnas indonesia #Piala Asia