Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Johnny Jansen Soroti Adaptasi Bali United di Tengah Ketatnya Super League

Niklaas Andries • Senin, 11 Mei 2026 | 02:47 WIB
BELUM GRENG: Johnny Jansen sorot penampilan Bali United sejauh ini (Bali United)
BELUM GRENG: Johnny Jansen sorot penampilan Bali United sejauh ini (Bali United)

RADARBANYUWANGI.ID - Bali United FC kembali menghadapi tantangan berat dalam menjaga konsistensi performa di BRI Super League 2025 2026. Memasuki pekan ke-32, Serdadu Tridatu masih belum mampu menemukan stabilitas permainan setelah tren positif mereka terhenti pada laga terakhir.

Sebelumnya, Bali United sempat mencatat tiga kemenangan beruntun yang membuka peluang menembus papan atas klasemen. Namun momentum tersebut sirna setelah takluk 0-2 dari Madura United FC pada pekan ke-31.

Dua gol yang dicetak Iran Junior dan Brandao Junior memastikan Bali United pulang tanpa poin dalam laga yang dianggap krusial bagi persaingan posisi lima besar.

Baca Juga: CJH Banyuwangi Kini Terima Kartu Nusuk di Asrama Haji Sukolilo, Tak Perlu Tunggu Tiba di Arab Saudi

Kekalahan itu terasa semakin mengecewakan karena datang ketika performa tim asuhan Johnny Jansen mulai menunjukkan perkembangan positif. Permainan Bali United dinilai semakin solid dan sempat memunculkan optimisme untuk kembali bersaing di papan atas.

Saat ini Bali United menempati posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 45 poin hasil dari 12 kemenangan, sembilan imbang, dan 10 kekalahan.

Peluang menembus lima besar sebenarnya masih terbuka. Namun syaratnya tidak ringan karena Bali United wajib menyapu bersih tiga laga tersisa melawan Borneo FC Samarinda, Bhayangkara Presisi Lampung FC, dan Dewa United Banten FC.

Baca Juga: Pangkas Rambut Dekat Kuburan di Banyuwangi Ini Tetap Ramai, Tarif Cukur Mulai Rp 10 Ribu

Johnny Jansen mengaku kecewa dengan hasil melawan Madura United. Menurutnya, tim seharusnya mampu menjaga momentum kemenangan demi mempertahankan peluang finis di posisi terbaik.

“Target kami sebenarnya adalah finis di lima besar. Namun kami gagal menang pada pertandingan terakhir. Seharusnya kami bisa meraih kemenangan dan sekarang kami harus fokus memenangkan laga berikutnya,” ujar Jansen.

Musim ini menjadi pengalaman pertama pelatih asal Belanda tersebut menangani klub di kompetisi sepak bola Indonesia. Kehadirannya di Bali United sempat memunculkan ekspektasi tinggi, terutama setelah tim tampil impresif pada awal musim.

Kemenangan besar atas PSM Makassar sempat membuat Bali United diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat juara. Namun perjalanan kompetisi yang panjang membuat Serdadu Tridatu kesulitan menjaga konsistensi performa.

Alih-alih terus bersaing di papan atas, Bali United justru lebih banyak berkutat di papan tengah klasemen sepanjang musim.

Jansen mengakui dirinya mendapatkan banyak pelajaran penting selama menjalani musim perdana di Indonesia. Ia menilai kerasnya persaingan liga menuntut proses adaptasi yang lebih cepat, baik dari sisi tim maupun staf pelatih.

“Kami sebenarnya melakukan banyak hal positif, termasuk mengembangkan beberapa pemain. Tetapi kami harus lebih cepat beradaptasi dengan situasi kompetisi yang sangat ketat seperti ini,” tuturnya.

Menurut Jansen, proses adaptasi menjadi faktor penting yang menentukan kemampuan tim untuk tetap konsisten sepanjang musim di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*)

Editor : Niklaas Andries
#bali united #Johnny Jansen #BRI Super League