RADARBANYUWANGI.ID - Persib Bandung semakin mendekat ke tangga juara Super League 2025 2026 setelah menaklukkan rival abadi Persija Jakarta dengan skor 2-1 pada pekan ke-32 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5).
Kemenangan penting tersebut tidak hanya menjaga posisi Maung Bandung di puncak klasemen, tetapi juga sekaligus mengubur harapan Macan Kemayoran dalam perburuan gelar musim ini.
Persib sempat berada dalam tekanan setelah Persija lebih dulu membuka keunggulan melalui gol Alaaeddine Ajaraie. Namun mental juara yang dimiliki skuad asuhan Bojan Hodak kembali terlihat saat mampu membalikkan keadaan.
Baca Juga: CJH Banyuwangi Kini Terima Kartu Nusuk di Asrama Haji Sukolilo, Tak Perlu Tunggu Tiba di Arab Saudi
Gelandang Adam Alis tampil sebagai pahlawan kemenangan setelah mencetak dua gol balasan yang memastikan Persib membawa pulang tiga poin penuh dari Samarinda.
Keunggulan tersebut berhasil dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan meski Persija berusaha menekan di sisa pertandingan.
Hasil ini membuat Persib tetap kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 75 poin dari 32 pertandingan. Maung Bandung unggul tiga angka atas Borneo FC Samarinda yang baru memainkan 31 laga.
Dengan dua pertandingan tersisa, peluang Persib untuk mempertahankan gelar kini semakin terbuka lebar. Jika mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim, Maung Bandung berpotensi mencatatkan hattrick juara Super League.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Persija. Tim asuhan Mauricio Souza dipastikan tidak lagi memiliki peluang mengejar Persib di papan klasemen.
Persija kini tertahan di posisi ketiga dengan 65 poin. Dengan hanya menyisakan dua pertandingan, raihan maksimal Rizky Ridho dan kolega sudah tidak cukup untuk menyalip sang rival.
Kegagalan tersebut juga memperpanjang puasa gelar Persija yang terakhir kali merasakan trofi liga pada musim 2018.
Sementara bagi Persib, kemenangan atas rival tradisional menjadi momentum penting untuk menjaga mental dan langkah menuju sejarah baru di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*)
Editor : Niklaas Andries