RADARBANYUWANGI.ID - Timnas Indonesia kembali memasuki panggung Piala Asia dengan status yang berbeda. Menjelang undian fase grup Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada Sabtu (9/5), skuad Garuda tidak lagi sekadar dipandang sebagai pelengkap turnamen, melainkan mulai dianggap sebagai tim kuda hitam yang berpotensi menghadirkan kejutan.
Dalam sejarah keikutsertaan di Piala Asia AFC 2027 dan edisi-edisi sebelumnya, Indonesia memang belum memiliki catatan yang terlalu menonjol. Sejak turnamen pertama kali digelar pada 1956, Indonesia baru lima kali tampil di putaran final Piala Asia.
Dari total 16 pertandingan yang sudah dijalani, Merah Putih hanya mampu mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang, sementara 11 pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Statistik tersebut membuat Indonesia selama ini lebih sering diposisikan sebagai underdog di level Asia.
Baca Juga: Jadi Manajer KDMP 2026? Ini Jobdesk Lengkap yang Harus Dipahami Pelamar
Namun situasi mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Performa tim nasional yang terus mengalami peningkatan membuat Indonesia kini mulai diperhitungkan sebagai ancaman potensial bagi tim-tim besar Asia.
Perubahan itu terlihat jelas pada penampilan Indonesia di Piala Asia AFC 2023 yang berlangsung pada 2024. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia berhasil lolos dari fase grup meski melaju melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Tidak hanya itu, langkah mengejutkan juga diperlihatkan Garuda dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia sukses menembus fase ketiga dan terus menjaga peluang untuk melangkah lebih dekat menuju putaran final Piala Dunia.
Meski demikian, posisi Indonesia di ranking FIFA masih menjadi tantangan tersendiri. Saat ini Indonesia berada di peringkat ke-122 dunia, masih berada di bawah Thailand dan Vietnam di kawasan Asia Tenggara.
Kondisi itu membuat Indonesia ditempatkan di pot keempat dalam drawing Piala Asia 2027. Penempatan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih dipandang sebagai tim dengan kekuatan lapis kedua hingga ketiga di level Asia.
Meski tidak masuk jajaran unggulan utama, status kuda hitam justru bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi skuad Garuda. Dengan tekanan yang tidak sebesar tim favorit, Indonesia berpeluang tampil lebih lepas dan kembali menciptakan kejutan seperti pada edisi sebelumnya.
Hasil undian fase grup nanti diyakini akan sangat menentukan peluang Indonesia melangkah jauh di turnamen empat tahunan tersebut. (*)
Editor : Niklaas Andries