RADARBANYUWANGI.ID - Antusiasme masyarakat Sleman dan pendukung PSS Sleman mencapai puncaknya menjelang partai final Pegadaian Championship 2025 2026. Sebanyak 16 ribu tiket pertandingan melawan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5) malam, ludes terjual hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Penjualan tiket yang dibuka secara daring pada Kamis (7/5) malam langsung diserbu ribuan suporter. Tingginya animo publik menjadi gambaran besarnya harapan dan kebanggaan masyarakat terhadap keberhasilan PSS kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional musim depan.
Tak hanya ingin merayakan tiket promosi, suporter juga berharap Super Elja mampu menutup musim dengan trofi juara kompetisi kasta kedua.
Baca Juga: Empat Zikir yang Paling Dicintai Allah, Lengkap dengan Hadis Nabi dan Keutamaannya
Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, mengakui tingginya minat suporter membuat proses pembelian tiket berlangsung sangat padat hingga banyak pendukung gagal mendapatkan tiket.
“Kami memahami tingginya antusiasme dan juga kekecewaan sebagian suporter yang belum berhasil memperoleh tiket. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama proses penjualan berlangsung,” ujar Vita, Kamis malam.
Berdasarkan data sistem, antrean pembelian sempat menembus lebih dari 200 ribu TPM atau setara sekitar 64 ribu pengguna. Dalam waktu bersamaan, tercatat sekitar 9 ribu pengguna aktif mengakses situs penjualan tiket dengan lonjakan trafik mencapai 2.500 pengguna per menit.
Baca Juga: Jembatan Berdarah! Misteri Pekerja Proyek Hilang Tanpa Jejak dan menjadi Tumbal
Lonjakan akses yang sangat besar membuat sistem antrean otomatis terus menyesuaikan estimasi waktu tunggu pengguna. Vita menegaskan perubahan estimasi antrean bukan berarti posisi pengguna mundur atau disalip oleh pembeli lain.
“Sistem hanya melakukan perhitungan ulang berdasarkan kecepatan transaksi yang berlangsung di depan antrean,” katanya.
Ia kemudian memberikan ilustrasi sederhana mengenai situasi tersebut. Menurutnya, mekanisme antrean daring serupa dengan antrean di kasir minimarket. Ketika proses pembayaran pembeli di depan berlangsung lebih lama, maka antrean di belakang otomatis ikut tertunda meski posisi tetap aman.
Besarnya antusiasme publik disebut menjadi bukti nyata kuatnya dukungan suporter terhadap perjalanan PSS Sleman musim ini.
“Kami sangat berterima kasih atas kesabaran, perhatian, dan dukungan luar biasa dari suporter kepada PSS hingga saat ini,” tutur Vita.
Bagi suporter yang belum mendapatkan tiket, PSS mengimbau tetap memberikan dukungan dengan menjaga suasana tetap kondusif. Pemerintah Kabupaten Sleman juga disebut akan menyiapkan sejumlah titik nonton bareng di berbagai wilayah agar masyarakat tetap dapat menyaksikan laga final bersama-sama.
Selain di Lapangan Pemda Sleman, pemerintah daerah juga mendorong setiap kapanewon menggelar acara nobar demi mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap laga penentuan tersebut. (*)
Editor : Niklaas Andries