RADARBANYUWANGI.ID – Riuh tepuk tangan dan sorak sorai penonton mengiringi laga final Turnamen Sepak Bola Tingkat SD Kapolres Cup 2026. Di balik aksi lincah pesepak bola cilik di lapangan hijau, terselip pesan besar: sportivitas dan semangat olahraga mampu menjadi energi positif bagi generasi muda.
Turnamen yang digelar dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini mencapai puncaknya pada Rabu (29/4/2026), ditandai dengan penyerahan hadiah langsung oleh Bayu Anuwar Sidiqie.
Ajang Pembinaan Sekaligus Edukasi
Kapolres Situbondo menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga sarana pembinaan karakter sejak dini. Ia berharap semangat para pemain muda dapat menular ke kalangan remaja dan masyarakat luas.
“Melihat semangat adik-adik ini, kami ingin generasi muda menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. Ini cara positif menjauhkan diri dari hal negatif,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari laman situbondokab.go.id.
Turnamen ini sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui kegiatan yang sehat dan edukatif.
Banyuputih Tampil Dominan
Dalam kompetisi yang berlangsung kompetitif, Kecamatan Banyuputih tampil sebagai juara pertama. Tim ini berhasil menunjukkan permainan solid dan konsisten hingga babak final.
Sebagai juara, Banyuputih berhak atas uang pembinaan Rp750 ribu, piala, dan piagam.
Posisi runner-up diraih Kecamatan Arjasa dengan hadiah Rp500 ribu. Sementara itu, Kecamatan Panji menempati posisi ketiga dengan Rp150 ribu, disusul Kecamatan Panarukan di posisi keempat dengan Rp100 ribu.
Lahirkan Bibit Unggul
Selain kategori tim, panitia juga memberikan penghargaan individu kepada pemain berprestasi. Rasya dari Banyuputih dinobatkan sebagai pemain terbaik, sedangkan Wisnu dari Panji menyabet gelar top skor.
Keduanya masing-masing menerima piala, piagam, dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas performa mereka.
Fondasi Karakter Sejak Dini
Ketua panitia, H. Rachman Fadli Kurniawan, menyampaikan bahwa turnamen usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak.
“Sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang disiplin, kerja sama, dan sportivitas,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang antusias menyaksikan setiap pertandingan.
Magnet Baru Olahraga Masyarakat
Meski diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar, turnamen ini justru menjadi magnet besar bagi warga Situbondo. Lapangan pertandingan dipadati penonton dari berbagai kalangan yang datang memberikan dukungan.
Atmosfer tersebut menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi ruang kebersamaan sekaligus hiburan yang sehat bagi masyarakat.
Harapan ke Depan
Dengan berakhirnya Kapolres Cup 2026, Polres Situbondo berharap budaya olahraga terus tumbuh dan berkembang. Lapangan hijau diharapkan tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda.
Turnamen ini menjadi langkah awal dalam mencetak bibit-bibit atlet potensial sekaligus memperkuat nilai positif di tengah masyarakat.
Di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda, semangat sportivitas dari para pesepak bola cilik Situbondo menjadi pengingat: perubahan besar bisa dimulai dari lapangan kecil. (*)
Editor : Ali Sodiqin