RADARBANYUWANGI.ID – Persebaya Surabaya akhirnya memecah kebuntuan setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang dalam lanjutan pekan ke-26 Super League Indonesia 2025/2026, Sabtu (4/4) malam.
Bermain di hadapan ribuan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo, gol tunggal Francisco Rivera menjadi penentu kemenangan sekaligus penyelamat posisi pelatih Bernardo Tavares yang sebelumnya mendapat tekanan.
Dominan Tapi Tumpul di Babak Pertama
Sejak peluit awal, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama datang pada menit ke-16 melalui Mihailo Perovic yang melepaskan tembakan tepat sasaran.
Tak lama berselang, Riyan Ardiansyah juga menciptakan peluang berbahaya yang memaksa lini belakang Persita bekerja ekstra keras.
Meski mendominasi penguasaan bola, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi masalah klasik Green Force. Sejumlah peluang dari Riyan Ardiansyah dan Jefferson Junio belum mampu mengubah papan skor.
Di sisi lain, Persita juga memberikan perlawanan. Upaya dari Nur Hardianto dan Muhammad Toha sempat mengancam, namun masih bisa diantisipasi lini pertahanan tuan rumah.
Pertandingan berjalan cukup keras. Wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning, termasuk untuk Pablo Ganet dan Nur Hardianto.
Tambahan waktu tiga menit tak cukup memecah kebuntuan. Skor 0-0 menutup babak pertama dan memicu kegelisahan di tribun.
Gol Rivera Pecah Kebuntuan
Memasuki babak kedua, Persita mencoba tampil lebih agresif. Rayco Rodríguez langsung mengancam di awal babak, namun gagal membuahkan hasil.
Persebaya kemudian kembali mengambil alih kendali permainan. Meski Mihailo Perovic sempat diganjar kartu kuning, intensitas serangan tidak menurun.
Momentum yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-61. Francisco Rivera sukses mencetak gol setelah tembakan terarahnya tak mampu dibendung kiper Persita.
Gol tersebut langsung disambut gemuruh suporter. Setelah lama mengalami kebuntuan, momen ini menjadi pelepas tekanan bagi tim dan pelatih.
Tensi Tinggi di Menit Akhir
Unggul 1-0, Persebaya tidak mengendurkan serangan. Rivera hampir menggandakan keunggulan, namun tembakannya masih melebar.
Persita merespons dengan memasukkan pemain seperti Hokky Caraka dan Eber Bessa. Namun, penyelesaian akhir tetap menjadi kendala.
Sejumlah peluang dari Aleksa Andrejic dan Javlon Guseynov juga gagal menembus solidnya pertahanan Persebaya.
Pelatih Bernardo Tavares kemudian melakukan rotasi penting dengan memasukkan Malik Risaldi, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto untuk menjaga keseimbangan tim.
Tambahan waktu lima menit membuat laga semakin menegangkan. Persita terus menekan, sementara Persebaya fokus mempertahankan keunggulan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Angin Segar bagi Green Force
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Persebaya yang sebelumnya disorot tajam karena minimnya produktivitas gol.
Tiga poin tersebut juga menjaga asa mereka di papan klasemen sekaligus meredam tekanan terhadap pelatih Bernardo Tavares.
Dukungan Bonek yang sempat berubah menjadi kegelisahan kini kembali menjadi energi positif bagi tim.
Meski demikian, evaluasi di sektor penyelesaian akhir tetap menjadi pekerjaan rumah. Tanpa perbaikan, kemenangan tipis seperti ini berpotensi menjadi risiko di laga-laga berikutnya.
Namun setidaknya, laga ini membuktikan bahwa Persebaya masih memiliki daya juang tinggi. Di tengah tekanan, mereka mampu bangkit dan meraih hasil yang dibutuhkan. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com