RADARBANYUWANGI.ID – RB Leipzig menghadapi PSV Eindhoven dengan tekanan untuk segera bangkit di Liga Champions. Bermain di Jerman pada matchday kedua, Leipzig membawa catatan buruk setelah kalah telak 1-4 dari Como pada pertandingan pembuka. Sebaliknya, PSV juga belum meraih kemenangan usai ditahan imbang 1-1 oleh Shakhtar Donetsk.
Pertemuan ini menjadi ujian penting bagi kedua tim yang sama-sama ingin memperbaiki posisi di fase liga. Leipzig membutuhkan kemenangan untuk menghentikan tren negatif, sedangkan PSV berusaha membuktikan bahwa mereka mampu bersaing ketika bermain di kandang lawan.
Di atas kertas, laga ini menyajikan sejumlah statistik menarik. Leipzig belum pernah menghadapi PSV dalam pertandingan resmi sebelumnya. Namun, catatan kedua klub ketika berhadapan dengan tim dari negara lawan memberikan gambaran tentang tantangan yang menanti.
Leipzig Dibayangi Rekor Buruk di Liga Champions
Leipzig akan menjalani kampanye Liga Champions untuk kedelapan kalinya. Seluruh partisipasi mereka berlangsung sejak musim 2017-2018, ketika klub Jerman tersebut mencatat sejarah sebagai tim pertama yang menjalani debut kompetisi UEFA langsung di fase grup.
Namun, perjalanan terakhir Leipzig di Liga Champions berakhir mengecewakan. Pada fase liga musim 2024-2025, mereka menempati peringkat ke-32 setelah hanya meraih satu kemenangan dan menelan tujuh kekalahan.
Leipzig bahkan tidak tampil dalam kompetisi UEFA pada musim berikutnya, untuk pertama kalinya sejak debut mereka di kompetisi Eropa pada 2017.
Kini, tantangan mereka semakin berat. Kekalahan 1-4 dari Como pada pertandingan pembuka musim ini memperpanjang periode sulit Leipzig di Liga Champions. Mereka hanya memenangi satu dari 11 pertandingan terakhir di kompetisi tersebut, dengan satu hasil imbang dan sembilan kekalahan.
Catatan pertahanan Leipzig juga patut menjadi perhatian. Klub Bundesliga itu belum mencatatkan nirbobol dalam 19 pertandingan kompetisi UEFA terakhir.
Statistik lain menunjukkan bahwa pertandingan Leipzig hampir selalu menghadirkan gol. Dari 79 laga mereka di kompetisi Eropa, hanya satu yang berakhir tanpa gol, yakni ketika bermain imbang 0-0 melawan Zorya Luhansk pada babak play-off kualifikasi Liga Europa, Agustus 2018. Sementara itu, Christopher Nkunku telah mencatatkan 49 penampilan di kompetisi antarklub UEFA dengan koleksi 22 gol.
PSV Punya Rekor Buruk Saat Bertandang ke Jerman
PSV Eindhoven datang dengan modal yang tidak sepenuhnya meyakinkan. Klub Belanda itu belum menang dalam enam pertandingan terakhir melawan tim-tim Jerman, dengan dua hasil imbang dan empat kekalahan.
Kekalahan terakhir mereka terjadi saat menjamu Bayern Muenchen. PSV takluk 1-2 pada matchday kedelapan Liga Champions musim sebelumnya.
Catatan tandang PSV di Jerman bahkan lebih mengkhawatirkan. Dari 21 pertandingan melawan klub Bundesliga di kandang lawan, mereka hanya meraih satu kemenangan, lima hasil imbang, dan 15 kekalahan.
Satu-satunya kemenangan tersebut terjadi pada musim 1977-1978. PSV mengalahkan Eintracht Braunschweig dengan skor 2-1 pada leg kedua putaran ketiga Piala UEFA, sekaligus memastikan keunggulan agregat 4-1.
Adapun penampilan terakhir PSV di Jerman berakhir dengan hasil imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen pada matchday kedua musim sebelumnya.
Rekor tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Peter Bosz. PSV perlu menemukan cara untuk mengatasi tekanan tuan rumah sekaligus memperbaiki efektivitas permainan mereka.
PSV Juga Belum Konsisten di Fase Liga
Status sebagai juara Eredivisie musim 2025-2026 tidak otomatis membuat PSV tampil dominan di Liga Champions.
Gelar tersebut merupakan gelar liga Belanda ke-27 bagi PSV sekaligus gelar ketiga secara beruntun. Mereka juga mencatatkan rekor nasional dengan tampil untuk ke-20 kalinya di fase utama Liga Champions, melewati Ajax yang sebelumnya sama-sama mengoleksi 19 penampilan.
Meski demikian, hasil di Eropa masih jauh dari ideal. PSV finis di peringkat ke-28 pada fase liga musim sebelumnya dengan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan.
Dalam 11 pertandingan terakhir di fase utama Liga Champions, PSV hanya mampu meraih dua kemenangan, empat hasil imbang, dan lima kekalahan. Mereka juga sempat menelan tiga kekalahan beruntun sebelum bermain imbang 1-1 melawan Shakhtar Donetsk pada matchday pertama musim ini.
Ada satu statistik yang memperlihatkan bahwa pertandingan PSV cenderung menghasilkan gol. Tidak satu pun dari 35 pertandingan terakhir mereka di fase utama Liga Champions berakhir 0-0. Hasil tanpa gol terakhir terjadi ketika mereka bermain imbang melawan Rostov pada Desember 2016.
Namun, PSV memiliki persoalan lain: mereka hanya unggul saat turun minum dalam satu dari 13 pertandingan terakhir di fase utama Liga Champions. Situasi ini menunjukkan bahwa tim asuhan Bosz perlu memperbaiki kemampuan mengawali pertandingan dengan lebih agresif.
Bakayoko dan Geertruida Menambah Bumbu Pertemuan
Pertandingan Leipzig kontra PSV juga menghadirkan cerita menarik di luar statistik pertandingan. Johan Bakayoko bergabung dengan Leipzig dari PSV pada 2025. Pemain depan tersebut sebelumnya memperkuat klub Eindhoven sejak 2022 dan mencetak 33 gol dalam 130 pertandingan, sekaligus membantu PSV meraih dua gelar Eredivisie.
Sebaliknya, Lutsharel Geertruida kini memperkuat PSV setelah bergabung dengan status pinjaman dari Leipzig pada Agustus. Bek tersebut sebelumnya mencatatkan 35 penampilan bersama klub Bundesliga itu pada musim 2024-2025, satu-satunya musimnya di Jerman.
Kedua pemain memiliki pengalaman bersama klub lawan. Situasi tersebut berpotensi menjadi faktor tambahan dalam pertandingan, terutama dalam memahami karakter permainan dan kebiasaan mantan rekan setim.
Pertemuan Perdana yang Menentukan
Leipzig dan PSV belum pernah bertemu sebelumnya. Karena itu, pertandingan ini akan menjadi pertemuan pertama kedua klub sekaligus kesempatan bagi Leipzig untuk mencatat kemenangan perdana atas wakil Belanda.
Bagi Leipzig, faktor kandang harus dimaksimalkan untuk mengakhiri tren buruk di Liga Champions. Kelemahan pertahanan yang terlihat dalam sejumlah pertandingan terakhir menjadi aspek yang harus segera dibenahi.
PSV juga tidak bisa mengandalkan reputasi sebagai juara Belanda semata. Rekor tandang mereka melawan klub Jerman memperlihatkan betapa sulitnya meraih hasil positif di wilayah tersebut.
Dengan kedua tim sama-sama memulai fase liga tanpa kemenangan, efektivitas di depan gawang dan kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan bisa menjadi penentu. Leipzig membutuhkan respons cepat, sedangkan PSV berpeluang memanfaatkan tekanan yang menyelimuti tuan rumah. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi