RADARBANYUWANGI.ID – Como akan menghadapi ujian berat saat menjamu AS Roma pada lanjutan Liga Italia Serie A di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu siang waktu setempat. Kedua tim sama-sama membidik persaingan gelar juara, tetapi datang dengan modal berbeda. Como baru saja menelan kekalahan perdana setelah melewati 10 pertandingan tanpa kekalahan, sedangkan Roma masih menjaga rekor tak terkalahkan dalam lima laga liga.
Pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat. Selain sama-sama mengincar posisi teratas klasemen, Como dan Roma memiliki lini pertahanan yang relatif solid serta kemampuan menyerang yang bisa menjadi pembeda.
Roma datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengawali musim dengan konsisten. Sementara itu, Como berharap dukungan publik sendiri bisa membantu mereka bangkit sekaligus menyamai perolehan poin Giallorossi.
Como Ingin Bangkit Setelah Kekalahan Mengejutkan
Kekalahan 0-2 dari Frosinone menjadi pukulan bagi Como. Hasil tersebut menghentikan rentetan 10 pertandingan tanpa kekalahan yang sebelumnya berhasil mereka bangun.
Padahal, tim besutan Cesc Fabregas itu menunjukkan perkembangan menjanjikan pada awal musim. Dari lima pertandingan Serie A, Como mengoleksi 10 poin dan tetap berada dalam persaingan papan atas.
Hasil positif atas Napoli dengan skor 2-1 dan kemenangan telak 4-1 atas Genoa menjadi bukti bahwa Como mampu merepotkan tim-tim kuat. Mereka juga mengawali petualangan Eropa dengan meyakinkan setelah menundukkan RB Leipzig 4-1 pada pertandingan Eropa pertama dalam sejarah klub.
Namun, ada persoalan yang perlu segera dibenahi Fabregas. Como belum mampu mencatatkan nirbobol di berbagai kompetisi musim ini. Kondisi tersebut menjadi kontras dengan performa mereka musim lalu, ketika pertahanan Como dikenal sebagai salah satu yang paling sulit ditembus.
Jadwal padat juga menanti. Dalam periode hingga November, Como harus menjalani enam pertandingan, termasuk menghadapi Feyenoord dan Manchester United di Liga Champions.
Karena itu, duel melawan Roma bukan sekadar kesempatan merebut tiga poin. Hasil pertandingan ini juga bisa menjadi tolok ukur kesiapan Como menghadapi persaingan panjang di level domestik dan Eropa.
Meski demikian, Como mempunyai modal penting berupa performa kandang. Mereka memenangi lima dari tujuh pertandingan liga terakhir di Stadion Sinigaglia. Sejak promosi ke kasta tertinggi Italia pada 2024, Como juga selalu menang dalam dua kesempatan menjamu Roma.
AS Roma Memburu Rekor Kemenangan Tandang
Di kubu lawan, AS Roma datang dengan konsistensi yang lebih terjaga. Tim asuhan Gian Piero Gasperini belum terkalahkan dalam lima pertandingan Serie A musim ini.
Roma mengumpulkan 13 poin dari empat kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka juga bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce di Istanbul dalam kompetisi Eropa. Laga terakhir sebelum jeda menjadi ujian tersendiri. Roma sempat unggul dua gol atas Inter Milan berkat dua gol Manu Kone, tetapi akhirnya harus puas dengan skor 2-2.
Hasil tersebut memang menghentikan laju kemenangan Roma, tetapi tidak menghapus posisi mereka di papan atas. Dengan koleksi 13 poin, Roma masih bersaing ketat dengan Inter Milan dan rival sekota Lazio. Kini, Giallorossi membidik kemenangan tandang keenam secara beruntun di Serie A. Pencapaian itu terakhir kali mereka raih pada 2017.
Gasperini juga berpeluang mencatatkan tonggak penting dalam kariernya. Satu kemenangan lagi akan membawanya mencapai 300 kemenangan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Namun, menghadapi Como di Sinigaglia jelas bukan pekerjaan mudah. Rekor kandang tuan rumah dan kemampuan mereka membangun serangan bisa menjadi ancaman bagi ambisi Roma.
Adu Tajam Douvikas dan Malen
Perhatian utama pada pertandingan ini tertuju pada duel dua penyerang, Tasos Douvikas di kubu Como dan Donyell Malen milik Roma.
Douvikas sedang menikmati periode produktif. Penyerang asal Yunani itu telah mencetak 12 gol sepanjang 2026, sekaligus membukukan rekor klub untuk jumlah gol Serie A terbanyak dalam satu tahun kalender.
Meski demikian, ada catatan menarik. Lima gol terakhir Douvikas seluruhnya tercipta ketika Como bermain di kandang lawan. Ia kini dituntut membuktikan bahwa ketajamannya juga bisa menjadi penentu di hadapan pendukung sendiri.
Moise Kean berpeluang menjadi pesaingnya untuk mengisi posisi penyerang utama. Kean sebelumnya absen dalam pertandingan terakhir UEFA Nations League bersama Italia, tetapi diperkirakan siap kembali bersaing memperebutkan tempat di tim utama.
Roma memiliki ancaman yang tidak kalah berbahaya. Sejak menjalani debut bersama Giallorossi pada Januari, Malen mencatatkan rasio gol per menit terbaik di antara para pemain Serie A, yakni satu gol setiap 91 menit. Penyerang asal Belanda itu juga telah pulih dari cedera ringan. Ia diperkirakan kembali menjadi pilihan utama Gasperini.
Menariknya, Douvikas dan Malen sama-sama mencetak gol ketika Como dan Roma bertemu di Sinigaglia pada Maret lalu. Pertemuan kali ini berpotensi kembali menghadirkan duel langsung antara dua pemain tersebut.
Kondisi Pemain dan Prediksi Susunan Pemain
Como mendapat kabar baik setelah Jayden Addai kembali mengikuti latihan penuh. Kondisi itu membuat Fabregas memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan komposisi tim.
Di kubu Roma, Wesley juga telah kembali setelah mengalami masalah pada paha yang membuatnya meninggalkan pemusatan latihan timnas Brasil. Bryan Cristante berpeluang pulih dari cedera lutut yang sebelumnya membuatnya absen dari skuad Italia.
Kembalinya sejumlah pemain penting memberi kedua pelatih lebih banyak opsi, terutama untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan menyerang dan pertahanan.
Prediksi susunan pemain Como (4-2-3-1): Butez; Couto, Ramon, Chalobah, Valle; Da Cunha, Milla; Diao, Paz, Baturina; Douvikas.
Prediksi susunan pemain AS Roma (3-4-2-1): Svilar; Mancini, Ndicka, Hermoso; Molina, Kone, De Roon, Wesley; Dybala, Mora; Malen.
Prediksi skor akhir: Como 1-1 AS Roma.
Como mempunyai keuntungan bermain di kandang dan catatan pertemuan yang mendukung. Namun, konsistensi Roma pada awal musim membuat tim tamu tetap layak diperhitungkan.
Kedua tim juga memiliki alasan untuk tidak mengambil risiko berlebihan. Selain persaingan di Serie A, agenda Liga Champions menanti mereka. Kehilangan poin memang bukan pilihan ideal, tetapi kekalahan juga dapat mengganggu momentum menuju pertandingan Eropa.
Pertandingan diperkirakan berjalan seimbang. Como memiliki variasi serangan dan kemampuan memanfaatkan ruang, sedangkan Roma menawarkan pengalaman, organisasi permainan, serta efektivitas penyelesaian akhir.
Pertahanan kedua tim juga menjadi faktor penting. Sejak awal musim lalu, Como dan Roma termasuk tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di Serie A. Meski demikian, kualitas pemain di sepertiga akhir lapangan membuat peluang terciptanya gol tetap terbuka.
Dengan mempertimbangkan performa terkini, keunggulan kandang Como, dan konsistensi Roma, hasil imbang menjadi skenario yang masuk akal. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi