PSG vs Le Mans: Tanpa Motor Serangan Andalan, Tim Promosi Terancam Jadi Korban

Niklaas Andries • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:44 WIB
SIAP MENANG: PSG akan menjamu Le Mans dalam lanjutan Ligue 1 (PSG)
SIAP MENANG: PSG akan menjamu Le Mans dalam lanjutan Ligue 1 (PSG)

RADARBANYUWANGI.ID – Paris Saint-Germain (PSG) mendapat peluang untuk kembali meraih kemenangan di kandang saat menjamu Le Mans dalam lanjutan Ligue 1 Prancis. Namun, juara bertahan itu tak boleh lengah. Le Mans datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Lorient, meski kehilangan salah satu pemain kreatif andalannya akibat cedera.

Pertandingan di Parc des Princes ini menjadi pertemuan pertama kedua tim di kompetisi kasta tertinggi Prancis sejak 2009. PSG lebih diunggulkan, tetapi performa kandang mereka yang belum konsisten membuka peluang bagi Le Mans untuk memberikan kejutan.

Bagi Le Mans, laga ini bukan sekadar ujian melawan juara bertahan. Tim promosi tersebut juga berpeluang mencatat dua kemenangan beruntun di Ligue 1 untuk pertama kalinya sejak April 2009. Di sisi lain, PSG membutuhkan tiga poin untuk menjaga persaingan di papan atas setelah mengawali musim dengan hasil yang belum sepenuhnya meyakinkan.

Le Mans Datang dengan Kepercayaan Diri

Le Mans mulai menunjukkan bahwa status sebagai tim promosi tidak membuat mereka mudah menyerah. Tim asuhan Patrick Videira itu berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Lorient pada pertandingan terakhirnya.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Le Mans di kasta tertinggi sejak menundukkan PSG pada Mei 2010. Sebelum mengalahkan Lorient, Le Mans sempat melewati sejumlah pertandingan yang berakhir imbang. Mereka juga nyaris mencuri poin ketika menghadapi Rennes, tetapi akhirnya kalah 2-3.

Dalam pertandingan itu, Le Mans sempat tertinggal dua gol sebelum bangkit. Namun, kartu merah Djibril Sidibe pada menit ke-68 membuat perjuangan mereka semakin berat. Le Mans akhirnya harus menerima kekalahan setelah Rennes mencetak gol pada menit keenam masa tambahan waktu.

Meski demikian, performa tersebut memperlihatkan bahwa Le Mans memiliki keberanian untuk bermain menyerang, bahkan ketika menghadapi lawan yang lebih kuat.

Tantangan berikutnya tentu jauh lebih berat. Mereka harus kembali menghadapi PSG, klub yang memiliki kualitas individu dan kedalaman skuad lebih baik.

Secara historis, Le Mans memang pernah menang 1-0 dalam pertemuan terakhir mereka di kompetisi kasta tertinggi. Namun, PSG memenangi tiga pertemuan berikutnya di kompetisi piala domestik dengan skor 2-0, 4-1, dan 2-0 pada 2011, 2019, serta 2025. Catatan tersebut menjadi pengingat bahwa Le Mans membutuhkan penampilan nyaris sempurna jika ingin membawa pulang hasil positif dari Paris.

PSG Masih Mencari Konsistensi di Kandang

Meski berstatus juara bertahan, PSG belum sepenuhnya tampil stabil pada awal musim ini. Tim asuhan Luis Enrique itu sempat bermain imbang 2-2 melawan Rennes dan Lille, sebelum kalah 1-2 dari AS Monaco di Parc des Princes.

PSG kemudian bangkit dengan kemenangan tipis 1-0 atas Brest dan menundukkan Marseille 2-1. Hasil tersebut memberi modal positif menjelang pertandingan melawan Le Mans.

Namun, persoalan konsistensi di kandang masih menjadi pekerjaan rumah. PSG belum mampu membangun rangkaian kemenangan kandang di Ligue 1 seperti yang mereka lakukan ketika mencatat tujuh kemenangan beruntun antara November dan Februari. Pada 2026, Monaco bahkan menjadi penyebab dua dari tiga kekalahan PSG di kandang dalam kompetisi liga.

Situasi itu membuat pertandingan melawan Le Mans tidak bisa dianggap sebagai formalitas. PSG memang memiliki materi pemain yang lebih kuat, tetapi pendekatan menyerang tim tamu berpotensi merepotkan jika tuan rumah kehilangan kendali permainan.

PSG juga perlu menjaga jarak dari Monaco yang memimpin klasemen. Awal musim yang tidak mulus membuat mereka tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen tersebut. Karena itu, kehilangan poin lagi di kandang bisa memperberat upaya PSG mempertahankan gelar liga.

Ferran Torres Diragukan, Ousmane Dembele Belum Tajam

PSG menghadapi persoalan di lini depan menjelang pertandingan ini. Senny Mayulu dipastikan absen, sedangkan Ferran Torres dan Warren Zaire-Emery masih diragukan tampil akibat cedera pergelangan kaki dan paha.

Kemungkinan absennya Torres menjadi perhatian tersendiri. Pemain yang berstatus juara Piala Dunia 2026 itu telah mencetak empat dari delapan gol PSG di Ligue 1 musim ini.

Artinya, separuh gol PSG di liga sejauh ini berasal dari kontribusinya. Bek Marquinhos bahkan secara mengejutkan sudah mencetak tiga gol, sementara sejumlah pemain depan belum menunjukkan ketajaman terbaik.

Ousmane Dembele menjadi salah satu pemain yang masih dinantikan kontribusinya. Ia belum mencetak gol di Ligue 1 musim ini dan terakhir kali menjebol gawang lawan pada awal April, sebuah periode tanpa gol yang telah berlangsung selama sembilan pertandingan.

Desire Doue berpeluang menjadi pembeda. Kepercayaan dirinya bisa meningkat setelah mencetak gol dan memberikan assist ketika Prancis bangkit untuk menang 4-1 atas Belgia pada pertandingan internasional pekan ini.

Luis Enrique membutuhkan kreativitas dan ketajaman para pemain depannya agar PSG tidak kembali kesulitan membongkar pertahanan lawan.

Le Mans Kehilangan Adil Bourabaa

Masalah serupa juga menghampiri Le Mans, tetapi dampaknya berpotensi lebih besar bagi tim tamu. Gelandang serang Adil Bourabaa mengalami cedera pergelangan kaki yang membuatnya harus menepi selama beberapa pekan. Kehilangan tersebut menjadi pukulan telak karena ia merupakan salah satu pemain paling produktif Le Mans pada awal musim.

Bourabaa telah mengoleksi tiga gol dan dua assist dalam lima penampilan. Kontribusi itu menempatkannya di antara pemain dengan keterlibatan langsung tertinggi dalam gol di Ligue 1 sejauh ini. Tanpa dirinya, beban serangan Le Mans akan bertumpu pada Louis Mafouta dan Habib Diallo.

Mafouta telah mencetak tiga gol untuk Le Mans musim ini. Ia diharapkan mampu mempertahankan ketajamannya sekaligus memanfaatkan setiap peluang yang muncul di tengah tekanan PSG.

Sementara itu, Erwan Colas dan Lucas Buades masih harus menjalani pemeriksaan sebelum dipastikan bisa ikut bertandang ke Paris. Tidak ada pemain lain yang dilaporkan mengalami cedera baru selain persoalan tersebut.

Absennya Bourabaa bisa mengurangi daya gedor Le Mans, terutama ketika mereka mencoba membangun serangan balik atau menciptakan peluang dari area antarlini.

Perkiraan Susunan Pemain PSG vs Le Mans

Paris Saint-Germain (4-3-3): Safanov; Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Hernandez; Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz; Akliouche, Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue.

Le Mans (3-5-2): Kocik; Torrente, Yohou, Voyer; Bamba, Bretelle, Lauray, Vercruysse, Larouci; Habib Diallo, Louis Mafouta.

Prediksi skor: Paris Saint-Germain 3-1 Le Mans.

PSG memiliki keunggulan dari sisi kualitas skuad, pengalaman, dan keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Namun, mereka tetap harus memperbaiki efektivitas serangan jika ingin menghindari pertandingan yang berjalan lebih sulit dari perkiraan.

Le Mans berpotensi merepotkan tuan rumah melalui permainan agresif dan keberanian mengambil risiko. Kemenangan atas Lorient menjadi bukti bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memanfaatkan momentum.

Sayangnya, absennya Bourabaa dapat mengurangi kreativitas tim promosi tersebut. Kehilangan pemain yang sudah menyumbangkan tiga gol dan dua assist jelas bukan persoalan kecil ketika menghadapi lawan sekelas PSG.

Jika PSG mampu menguasai lini tengah, memanfaatkan ruang di pertahanan Le Mans, dan mengoptimalkan peluang yang tercipta, tuan rumah memiliki jalan terbuka menuju kemenangan. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Ligue 1 Prancis PSG vs Le Mans prediksi PSG vs Le Mans Adil Bourabaa luis enrique