115 Dakwaan Man City: Begini Proses Banding hingga Ancaman Degradasi

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 08:42 WIB
BANDING: Manchester City hadapi 115 dakwaan (Manchester City)
BANDING: Manchester City hadapi 115 dakwaan (Manchester City)

RADARBANYUWANGI.ID - Manchester City menghadapi salah satu titik paling genting dalam sejarah klub setelah dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Jika putusan tersebut bertahan dalam proses banding, sanksinya bisa berupa pengurangan poin dalam jumlah besar hingga kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi.

Manchester City tidak tinggal diam. Klub berjuluk The Citizens itu telah menyatakan akan mengajukan banding atas putusan komisi independen yang menyatakan mereka bersalah atas sebagian besar dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League.

Batas waktu pengajuan banding ditetapkan pada Jumat, 2 Oktober. City sebelumnya menyatakan kecewa dan terkejut terhadap putusan tersebut, sekaligus menegaskan bahwa mereka akan terus berjuang untuk membersihkan nama klub.

Kasus ini menjadi perhatian besar karena sanksi yang dapat dijatuhkan tidak hanya berupa denda. Pengurangan poin, larangan transfer, pencabutan gelar, degradasi, bahkan pengusiran dari Premier League disebut sebagai sejumlah kemungkinan yang dapat dipertimbangkan.

Apa yang Membuat Manchester City Dinyatakan Bersalah?

Dakwaan terhadap City berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League selama periode panjang.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah laporan pendapatan klub. Dalam putusan tersebut, City dinyatakan menggunakan sejumlah kesepakatan komersial yang dianggap tidak sah untuk meningkatkan pendapatan dan menyembunyikan biaya lebih dari £830 juta, atau sekitar Rp16,5 triliun.

Selain itu, City juga dinyatakan bersalah terkait penyajian informasi keuangan kepada auditor independen dan regulator sepak bola.

Klub juga disebut melanggar ketentuan pengeluaran yang berlaku di Premier League dan UEFA. Persoalan lain menyangkut sikap City selama proses penyelidikan. Komisi menyatakan klub gagal memberikan kerja sama dan tidak berpartisipasi dengan itikad baik dalam investigasi Premier League.

CEO Premier League Richard Masters menilai temuan tersebut menunjukkan adanya pelanggaran aturan yang berlangsung secara sistematis selama hampir satu dekade. Namun, City tetap membantah melakukan kesalahan. Klub menyatakan kecewa dan terkejut terhadap putusan tersebut.

Bagaimana Proses Banding Manchester City?

Proses banding City akan berlangsung melalui mekanisme yang diatur dalam Section W regulasi Premier League.

Jika banding resmi diajukan sebelum tenggat 2 Oktober, perkara tersebut akan diperiksa oleh komisi independen baru yang terdiri atas tiga orang. Panel tersebut bukan tempat untuk mengulang seluruh persidangan dari awal. City maupun Premier League juga tidak dapat memasukkan bukti baru.

Fokus panel adalah melihat apakah komisi sebelumnya melakukan kesalahan hukum, salah menafsirkan aturan, atau menjalankan proses dengan ketidakadilan yang sangat serius. Putusan dari komisi banding tersebut akan bersifat final dalam mekanisme Premier League.

Artinya, ruang gerak City dalam proses banding relatif terbatas. Klub harus menunjukkan adanya kesalahan dalam penerapan hukum atau proses pengambilan keputusan, bukan sekadar menghadirkan bukti baru untuk membantah putusan sebelumnya.

Mengapa City Tidak Bisa Banding ke CAS?

Kasus ini berbeda dengan perkara City melawan UEFA pada 2020. Saat itu, Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) membatalkan hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa yang dijatuhkan UEFA kepada City. Namun, jalur tersebut tidak tersedia dalam perkara Premier League.

Premier League merupakan kompetisi domestik Inggris yang memiliki mekanisme penyelesaian sengketa sendiri dan tidak menggunakan CAS untuk perkara aturan finansial domestik. Meski demikian, persoalan hukum lebih lanjut ke pengadilan Inggris masih mungkin muncul.

Belum ada kepastian kapan seluruh proses akan selesai. Sejumlah laporan menyebut Premier League dan klub-klub lainnya berharap perkara tersebut dapat dituntaskan pada musim ini.

Di luar proses Premier League, beberapa klub juga disebut dapat mengambil langkah hukum untuk menuntut kompensasi dari City. Namun, belum diketahui klub mana saja yang akan menempuh jalur tersebut.

Bisakah Manchester City Terdegradasi?

Ada satu hal penting yang perlu dipahami: Premier League tidak secara langsung menurunkan City ke Championship. Pasalnya, Championship berada di bawah naungan English Football League (EFL), organisasi yang terpisah dari Premier League.

Jika City harus turun kasta akibat perkara ini, skenarionya adalah klub menerima pengurangan poin dalam jumlah sangat besar sehingga posisi akhirnya berada di zona degradasi. Besarnya hukuman yang mungkin dijatuhkan menjadi salah satu bagian paling sensitif dalam kasus ini.

Sejumlah laporan menyebut pengurangan antara 50 hingga 80 poin sebagai kemungkinan sanksi yang dapat diperdebatkan. Angka tersebut akan menjadi hukuman yang belum pernah terjadi sebelumnya di Premier League.

Sebagai perbandingan, pengurangan poin terbesar dalam sejarah Premier League sebelum kasus City adalah sembilan poin yang diterima Portsmouth pada Maret 2010 setelah klub masuk administrasi. Everton pernah mendapat hukuman 10 poin pada November 2023 karena pelanggaran Profitability and Sustainability Rules (PSR). Setelah banding, pengurangan tersebut dipangkas menjadi enam poin.

Di sepak bola Inggris secara keseluruhan, Luton Town pernah menerima hukuman 30 poin pada 2008 akibat pelanggaran aturan EFL setelah keluar dari administrasi tanpa membuat Company Voluntary Arrangement dengan kreditornya. Sanksi tersebut berujung pada degradasi Luton dari League Two ke kompetisi non-liga.

Apa Bedanya Degradasi dan Pengusiran?

Pengusiran merupakan skenario yang jauh lebih drastis. Jika City dikeluarkan dari Premier League, status keanggotaan mereka di liga akan hilang. Klub tidak otomatis ditempatkan di Championship, League One, atau League Two. Pengusiran juga membutuhkan persetujuan klub-klub Premier League lainnya.

Diperlukan dukungan 75 persen dari 19 klub lainnya, atau setidaknya 15 suara, agar pengusiran dapat disahkan. Dengan 14 suara atau kurang, City tidak dapat dikeluarkan melalui mekanisme tersebut.

Jika benar-benar terjadi, City harus mengajukan permohonan kepada Football Association (FA) untuk kembali masuk ke struktur kompetisi sepak bola Inggris. Di sinilah persoalan baru akan muncul.

FA dan EFL harus menentukan dari level mana City memulai kembali perjalanan mereka. Tidak ada solusi sederhana untuk memasukkan klub sebesar City ke dalam piramida sepak bola Inggris setelah kehilangan statusnya sebagai anggota Premier League.

Apakah City Bisa Langsung Masuk Championship?

Aturan EFL saat ini menyebut anggota baru harus memulai dari League Two, kasta keempat sepak bola profesional Inggris. Namun, kasus City berpotensi berbeda jika klub-klub EFL menyetujui pengaturan khusus.

Untuk menempatkan City langsung ke Championship atau League One, diperlukan persetujuan klub-klub anggota EFL. EFL memiliki 72 klub anggota di tiga divisi profesional di bawah Premier League. Keputusan semacam itu membutuhkan suara mayoritas sederhana.

Jadi, sekalipun City dikeluarkan dari Premier League, belum tentu klub langsung bermain di Championship. Ada beberapa tahap kelembagaan yang harus dilewati. Dan semuanya melibatkan keputusan klub-klub lain.

Dampaknya bagi Premier League

Pengusiran City juga akan menciptakan persoalan besar bagi Premier League. Jika terjadi pada musim 2026-2027, liga hanya akan memiliki 19 klub. Salah satu pertanyaan paling rumit adalah bagaimana memperlakukan seluruh pertandingan City yang sudah dimainkan. Apakah hasil pertandingan dihapus? Atau tetap tercatat?

Keputusan tersebut dapat memengaruhi klasemen dan klub-klub lain yang telah bertanding melawan City. Format degradasi juga berpotensi berubah. Dengan hanya 19 klub, Premier League harus menentukan apakah tetap ada tiga tim yang turun kasta atau hanya dua.

Karena itu, kasus City bukan semata soal satu klub dan satu hukuman. Putusannya dapat merembet ke klasemen, jadwal, klub lain, EFL, FA, hingga struktur kompetisi sepak bola Inggris.

Untuk saat ini, semuanya masih bergantung pada proses banding dan keputusan akhir mengenai sanksi.

Satu hal yang sudah jelas: jika sebagian besar putusan terhadap Manchester City bertahan, sepak bola Inggris akan menghadapi salah satu proses disipliner paling rumit dalam sejarah Premier League. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
115 dakwaan Man City banding Man City degradasi Man City premier league manchester city