RADAR BANYUWANGI – Dua raksasa sepak bola Eropa, Prancis dan Italia, kembali berhadapan. Kali ini, duel klasik tersebut tersaji dalam lanjutan UEFA Nations League di Stade de France, Paris, Jumat.
Pertandingan ini menjadi ujian menarik bagi Zinedine Zidane. Pelatih Prancis itu mengawali kiprahnya dengan catatan sempurna setelah membawa Les Bleus meraih dua kemenangan dalam dua pertandingan. Prancis lebih dulu mengalahkan Turki dengan skor 1-0 di Kocaeli. Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan lewat golnya pada babak kedua.
Beberapa hari kemudian, Prancis kembali menang dengan skor yang sama ketika bertandang ke Belgia. Michael Olise tampil sebagai pembeda setelah masuk dari bangku cadangan. Dua kemenangan tersebut membuat Prancis mengoleksi enam poin dan berada di puncak Grup 1 Liga A.
Menariknya, laga melawan Italia juga memiliki nilai emosional bagi Zidane. Mantan gelandang tersebut pernah menghabiskan lima tahun sebagai pemain Juventus. Pertemuan dengan Italia juga mengingatkan pada babak penting dalam perjalanan kariernya. Zidane menghadapi Italia pada final Piala Dunia 2006 di pertandingan terakhirnya sebagai pemain.
Prancis Punya Modal Kuat
Prancis datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka bahkan telah mencatat tujuh kemenangan beruntun atas Belgia, termasuk kemenangan terbaru di Brussels.
Namun, produktivitas Les Bleus belum terlalu meyakinkan. Dalam dua laga Nations League sejauh ini, Prancis hanya mencetak dua gol dan selalu menang dengan margin satu gol. Zidane pun diperkirakan melakukan rotasi. Jadwal padat menjadi alasan utama karena Prancis harus menjalani empat pertandingan kompetitif dalam kurun 11 hari.
Pada pertandingan terakhir, hanya Mike Maignan dan Maxence Lacroix yang tetap dipercaya sebagai starter setelah Zidane melakukan banyak perubahan. Absennya Ibrahima Konate dan William Saliba membuat Jeremy Jacquet berpeluang kembali dipercaya di jantung pertahanan bersama Lacroix.
Di lini depan, kondisi Mbappe juga menjadi perhatian. Kapten Prancis tersebut mengalami cedera setelah mencetak gol kemenangan atas Turki. Esteban Lepaul kemudian dipercaya sebagai ujung tombak ketika menghadapi Belgia. Namun, posisi tersebut berpeluang diisi Ousmane Dembele saat menghadapi Italia.
Italia Bangkit Setelah Awal Buruk
Italia memasuki pertandingan ini dengan perjalanan yang berbeda. Roberto Mancini kembali menangani Gli Azzurri dan langsung mendapat ujian berat. Pada pertandingan pertama, Italia kalah 0-2 ketika menjamu Belgia. Namun, respons mereka sangat meyakinkan.
Italia bangkit dengan menghancurkan Turki 4-1 di Bursa. Alessandro Bastoni, Davide Frattesi, Michael Kayode, dan Pio Esposito menjadi pencetak gol Italia. Kayode menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan. Bek tersebut menjalani debut seniornya dan langsung memberikan kontribusi penting.
Esposito juga melanjutkan catatan positif bersama tim nasional. Pemain Inter Milan itu mencetak gol keempat Italia sekaligus gol keenamnya dalam 11 pertandingan internasional. Ia sebelumnya tampil bersama sang kakak, Sebastiano Esposito.
Mancini kini menghadapi pekerjaan besar untuk membangun kembali Italia. Kampanye Nations League menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Eropa berikutnya setelah kegagalan Italia dalam kualifikasi Piala Dunia terakhir.
Barella Bisa Kembali
Mancini membawa 34 pemain untuk pemusatan latihan kali ini. Namun, 10 pemain tidak masuk skuad pertandingan melawan Turki. Nicolo Barella, Honest Ahanor, dan Gianluca Mancini termasuk pemain yang berpeluang kembali ke dalam daftar pilihan.
Di lini depan, absennya Mateo Retegui membuat persaingan semakin terbuka. Moise Kean dan Gianluca Scamacca harus bersaing dengan dua bersaudara Esposito untuk mendapatkan tempat. Italia juga harus segera kembali ke Prancis setelah sempat menjalani latihan di markas mereka. Setelah menghadapi Prancis, Gli Azzurri akan menjamu Turki di Bologna tiga hari kemudian.
Rekor Pertemuan
Dalam pertemuan di Nations League sebelumnya, Prancis dan Italia sama-sama pernah meraih kemenangan tandang 3-1. Secara keseluruhan, Prancis unggul dalam enam pertemuan terakhir sejak final Piala Dunia 2006. Les Bleus mencatat empat kemenangan berbanding dua milik Italia.
Namun, statistik tersebut tidak otomatis menggambarkan kondisi kedua tim saat ini. Prancis sedang membangun era baru bersama Zidane. Italia, di sisi lain, mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya setelah kemenangan telak atas Turki.
Prediksi Susunan Pemain
Prancis: Maignan; Kalulu, Upamecano, Lacroix, Truffert; Cherki, Kone, Rabiot; Olise, Dembele, Doue.
Italia: Donnarumma; Kayode, Mancini, Bastoni, Calafiori; Barella, Fagioli, Tonali; Raspadori, P. Esposito, Cambiaghi.
Prediksi skor: Prancis 2-1 Italia.
Italia memang menunjukkan permainan yang lebih cair ketika mengalahkan Turki. Akan tetapi, Prancis menghadirkan level tantangan yang berbeda.
Les Bleus belum tampil dengan kemenangan besar dalam dua laga pertama. Namun, dua kemenangan tersebut menunjukkan bahwa Zidane mulai menemukan formula yang dibutuhkan.
Kehadiran atau absennya Mbappe tentu menjadi faktor penting. Jika sang kapten tidak dapat bermain, Prancis masih memiliki sejumlah pemain ofensif berkualitas.
Italia berpotensi memberikan perlawanan sengit, tetapi persoalan di lini belakang dapat menjadi titik yang dimanfaatkan Prancis. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi