RADARBANYUWANGI.ID – Pep Guardiola akhirnya angkat bicara setelah Manchester City dinyatakan bersalah melanggar regulasi Premier League dalam 114 perkara. Mantan pelatih The Citizens itu menyatakan dukungan penuh kepada klub yang pernah dibawanya meraih berbagai trofi.
Keputusan tersebut diumumkan Premier League pada Selasa malam. Putusan berasal dari komisi independen yang menangani perkara pelanggaran regulasi Manchester City.
Kasus itu berkaitan dengan aktivitas klub pada periode 2009 hingga 2018, jauh sebelum Guardiola datang ke Etihad Stadium pada 2016. Namun, namanya ikut menjadi sorotan karena selama hampir satu dekade ia menjadi bagian penting dari era kesuksesan Manchester City.
Guardiola kini memilih berdiri di belakang klub sembari menunggu perkembangan proses banding yang akan ditempuh Manchester City.
Guardiola Tegaskan Tetap Bersama Manchester City
Sebelumnya, Guardiola pernah menyatakan dirinya akan meninggalkan Manchester City jika terbukti pihak klub berbohong kepadanya mengenai dugaan aktivitas ilegal di balik layar. Pernyataan tersebut kembali mencuat setelah komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas sejumlah pelanggaran.
Namun, sikap Guardiola kali ini menunjukkan bahwa ia belum mengambil langkah menjauh dari klub. Melalui media sosial, pelatih asal Spanyol itu justru menyampaikan dukungan kepada seluruh elemen Manchester City.
Ia menegaskan bahwa dirinya tetap berada di sisi klub, pemilik, jajaran manajemen, pemain, staf, pelatih Enzo Maresca, hingga para pendukung. Guardiola juga meminta seluruh suporter Manchester City tetap bersama menghadapi perkembangan kasus tersebut. Pesannya sederhana: persoalan ini akan mereka hadapi bersama.
114 Pelanggaran Jadi Pusat Perhatian
Kasus Manchester City berkaitan dengan tuduhan pelanggaran regulasi Premier League dalam rentang 2009 sampai 2018.
Dalam putusan komisi independen, Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran. Premier League sebelumnya menuduh klub menggunakan sejumlah kontrak komersial yang disebut sebagai "sham contracts" untuk menyamarkan sumber pendanaan.
Menurut tuduhan tersebut, mekanisme itu berkaitan dengan upaya Manchester City memenuhi ketentuan regulasi finansial Premier League. Klub juga disebut memberikan laporan keuangan yang menyesatkan dengan cara meningkatkan nilai pendapatan secara artifisial.
Perkara tersebut menjadi salah satu kasus regulasi paling serius yang pernah dihadapi Manchester City. Meski demikian, penting dicatat bahwa aktivitas yang menjadi dasar perkara berlangsung sebelum Guardiola bergabung dengan klub pada 2016.
Manchester City Segera Ajukan Banding
Setelah keputusan komisi independen diumumkan, Manchester City memiliki batas waktu hingga Jumat, 2 Oktober untuk mengajukan banding secara resmi.
Langkah tersebut diperkirakan menjadi tahapan berikutnya dalam proses hukum olahraga yang masih panjang. Selama proses berlangsung, Manchester City tetap menjalankan aktivitas kompetisi seperti biasa. Tidak ada penghentian pertandingan klub akibat putusan tersebut pada tahap ini.
Pertandingan berikutnya yang menjadi perhatian adalah lawatan Manchester City ke markas Liverpool pada 10 Oktober dalam lanjutan Premier League.
Sebelum pertandingan tersebut, Enzo Maresca juga akan menghadapi sesi konferensi pers. Pelatih Manchester City itu diperkirakan mendapat banyak pertanyaan mengenai kasus yang sebagian besar terjadi sebelum dirinya menangani tim.
Bagi Manchester City, pertandingan tetap berjalan. Namun, bayang-bayang putusan 114 pelanggaran kini menjadi bagian baru dari perjalanan klub. Bagi Guardiola, pesannya sudah disampaikan dengan jelas: ia memilih tetap memberikan dukungan sambil menunggu proses banding berkembang. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi