Manchester City Tersandung 114 Dakwaan, Pemilik Hull City Soroti Dugaan Doping Finansial

Niklaas Andries • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 09:44 WIB
KASUS: Manchester City dihadapkan pada 115 dakwaan (Manchester City)
KASUS: Manchester City dihadapkan pada 115 dakwaan (Manchester City)

RADARBANYUWANGI.ID – Manchester City menghadapi tekanan baru dalam kasus dugaan pelanggaran regulasi finansial Premier League. Pemilik Hull City, Acun Ilicali, meminta hukuman berat jika 114 dari 115 dakwaan yang dituduhkan kepada klub terbukti benar.

Ilicali bahkan menyamakan dugaan pelanggaran Manchester City dengan atlet yang meraih medali Olimpiade melalui doping. Menurut dia, jika pelanggaran finansial memang terbukti dilakukan, sanksinya tidak boleh sekadar hukuman ringan.

Pernyataan tersebut muncul setelah laporan pada Jumat menyebut Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait regulasi finansial Premier League.

Namun, perkara tersebut belum menjadi putusan akhir. Manchester City masih memiliki proses banding yang harus dijalani. Pihak klub juga sebelumnya memberi sinyal bahwa penyelesaian kasus ini dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Pemilik Hull City: Ini Seperti Doping Finansial

Ilicali menilai dugaan pelanggaran tersebut memiliki dampak serius terhadap persaingan di kompetisi sepak bola Inggris.

“Jika Manchester City melakukan apa yang dituduhkan, menurut saya itu tidak berbeda dengan memenangkan medali Olimpiade melalui doping,” kata Ilicali, seperti dikutip Futbol Arena.

Ia menyebut persoalan tersebut sebagai bentuk “doping finansial” karena klub diduga menggunakan kekuatan finansial untuk mendatangkan pemain-pemain terbaik dengan nilai transfer besar.

Bagi Ilicali, persoalannya bukan semata-mata mengenai Manchester City. Ia melihat kasus tersebut sebagai ujian terhadap konsistensi aturan Premier League.

Jika hukuman yang diberikan terlalu ringan, menurut dia, klub lain bisa terdorong mengambil risiko serupa.

“Jika hanya memberikan hukuman ringan, semua orang akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Ilicali kemudian menyerukan hukuman tegas apabila seluruh dugaan tersebut benar-benar terbukti.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan demi menjaga masa depan sepak bola yang lebih bersih dan memastikan klub tidak memperoleh keuntungan dari tindakan yang melanggar regulasi.

Kasus Manchester City Bisa Berlangsung Bertahun-Tahun

Kasus Manchester City berkaitan dengan 115 dakwaan dugaan pelanggaran regulasi finansial Premier League. Laporan terbaru menyebut 114 dakwaan telah dinyatakan terbukti, sementara satu dakwaan lainnya tidak terbukti.

Meski demikian, proses hukum belum selesai karena Manchester City masih dapat mengajukan banding terhadap hasil tersebut.

Durasi proses inilah yang berpotensi membuat kontroversi terus membayangi klub. Bahkan, salah satu petinggi Manchester City sebelumnya mengisyaratkan bahwa keputusan final bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Situasi tersebut juga berpotensi memunculkan pertanyaan terhadap gelar-gelar Premier League yang telah diraih Manchester City, sekaligus prestasi yang mungkin mereka dapatkan pada masa mendatang.

Bukan hanya soal hukuman, status kasus tersebut membuat pembicaraan mengenai legitimasi prestasi klub berpotensi terus muncul selama proses banding berlangsung.

Pemilik Klub Premier League Mulai Menunggu

Sejauh ini, reaksi dari para pemilik klub Premier League lainnya masih relatif terbatas. Salah satu faktornya adalah kasus tersebut mencuat ketika kompetisi sedang memasuki jeda internasional.

Namun, perhatian diperkirakan kembali meningkat ketika Premier League bergulir lagi pada 10 Oktober 2026.

Manajer klub-klub Premier League kemungkinan akan mendapat pertanyaan mengenai kasus Manchester City dalam konferensi pers menjelang pertandingan.

Selama belum ada keputusan akhir, polemik ini masih akan mengikuti perjalanan Manchester City. Setiap pertandingan, gelar, dan pencapaian klub berpotensi kembali dikaitkan dengan proses hukum yang sedang berjalan.

Bagi Ilicali, satu hal yang dianggap penting adalah konsistensi penerapan aturan. Jika dugaan pelanggaran benar-benar terbukti, hukuman harus mencerminkan seriusnya pelanggaran tersebut.

Kasus Manchester City kini bukan hanya tentang satu klub. Perkembangannya dapat menjadi salah satu ujian terbesar bagi kredibilitas regulasi finansial Premier League. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
114 dakwaan Manchester City kasus finansial Premier League Acun Ilicali hukuman Manchester City manchester city