RADARBANYUWANGI.ID - Mesir datang ke Juba dengan satu misi sederhana: membawa pulang tiga poin. Setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Angola pada laga pembuka kualifikasi Piala Afrika, The Pharaohs menghadapi Sudan Selatan pada Selasa sore dengan tekanan untuk segera bangkit.
Di atas kertas, duel ini menghadapkan dua tim dengan jarak kualitas yang cukup lebar. Mesir menempati peringkat ke-24 FIFA, sedangkan Sudan Selatan berada 145 tingkat di bawah mereka. Namun, angka tersebut tidak otomatis membuat perjalanan Mesir menjadi mudah.
Pertandingan di Stadion Nasional Juba menggunakan permukaan lapangan sintetis. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama Mesir. Kapten sekaligus bintang utama mereka, Mohamed Salah, bahkan tidak dibawa dalam perjalanan karena kekhawatiran terhadap risiko cedera.
Tanpa Salah, Mesir tetap memiliki sejumlah pemain berbahaya, terutama Omar Marmoush yang diperkirakan tampil sejak menit awal.
Mesir Wajib Memperbaiki Penyelesaian Akhir
Hasil imbang melawan Angola menjadi alarm bagi Mesir. Tim asuhan Hossam Hassan sebenarnya mampu menguasai pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi gagal mengubah dominasi tersebut menjadi gol.
Mostafa Ziko sempat mencetak gol pada babak pertama, tetapi dianulir karena offside. Menjelang pertandingan berakhir, Marmoush juga memiliki peluang untuk memecah kebuntuan. Namun, sepakannya masih mampu diamankan penjaga gawang Angola.
Hasil tersebut terasa mengecewakan karena Mesir sebelumnya selalu mencetak gol dalam tujuh pertandingan berturut-turut di semua kompetisi. Bahkan, Mesir kini melewati empat pertandingan terakhir tanpa kemenangan dalam waktu normal.
Mereka bermain imbang melawan Iran pada fase grup Piala Dunia, kemudian kembali seri kontra Australia sebelum menang melalui adu penalti. Setelah itu, Mesir kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar. Situasi itu membuat laga melawan Sudan Selatan menjadi kesempatan penting untuk mengembalikan ketajaman lini depan.
Mesir juga memiliki modal bagus dari kualifikasi Piala Afrika sebelumnya. Mereka tidak terkalahkan dalam enam pertandingan, dengan empat kemenangan dan dua hasil imbang. Catatan tersebut membawa mereka finis sebagai pemuncak grup yang dihuni Botswana, Mauritania, dan Cape Verde.
Sudan Selatan Masih Mencari Jalan ke Piala Afrika
Bagi Sudan Selatan, pertandingan ini merupakan ujian berat sekaligus kesempatan untuk membuat kejutan di kandang sendiri. Negara tersebut belum pernah lolos ke putaran final Piala Afrika sejak merdeka pada 2011 dan menjadi anggota FIFA setahun kemudian.
Pada kualifikasi sebelumnya, Sudan Selatan juga harus puas menjadi juru kunci Grup K setelah hanya meraih satu kemenangan dan menelan lima kekalahan. Perjalanan mereka di kualifikasi kali ini juga diawali dengan kekalahan.
Bermain melawan Malawi, Sudan Selatan sempat memberikan perlawanan. Stephen Joseph Dhata membalas gol pembuka Babatunde Adepoju dan membuat kedudukan kembali seimbang. Namun, Lloyd Njaliwa kemudian mencetak gol yang membawa Malawi menang 2-1.
Kekalahan tersebut memperpanjang catatan kurang meyakinkan Sudan Selatan. Mereka hanya meraih satu kemenangan dalam 11 pertandingan terakhir di semua kompetisi, dengan tiga hasil imbang dan tujuh kekalahan.
Satu-satunya kemenangan dalam periode tersebut terjadi pada babak pendahuluan kualifikasi Piala Afrika tahun ini. Sudan Selatan menang telak 4-0 atas Djibouti, tetapi kemudian kalah 0-1 pada leg kedua. Mereka tetap melaju ke fase grup.
Pelatih Baru Sudan Selatan Dapat Ujian Besar
Pertandingan melawan Mesir juga menjadi tantangan besar bagi Christian Nsengi-Biembe. Pelatih asal tersebut baru ditunjuk pada Agustus dan kini harus menghadapi salah satu tim paling berpengalaman di Afrika.
Meski demikian, penampilan Sudan Selatan ketika menghadapi Malawi memberikan sedikit harapan. Dalam beberapa periode pertandingan, mereka mampu bermain agresif dan membuat lawan kesulitan.
Faktor kandang juga bisa menjadi senjata tambahan. Sudan Selatan berharap kondisi lapangan sintetis di Juba National Stadium dapat mengganggu ritme permainan Mesir.
Namun, sejarah pertemuan kedua tim tidak banyak memberikan gambaran. Mesir dan Sudan Selatan baru sekali bertemu di level senior, yakni pada Juni 2023. Saat itu Mesir menang telak 3-0.
Salah Absen, Marmoush Jadi Tumpuan
Mesir dipastikan tidak diperkuat Salah pada pertandingan ini. Sang kapten sengaja tidak dibawa karena kekhawatiran terhadap kondisi permukaan sintetis yang dianggap meningkatkan risiko cedera. Osama Faisal kemudian masuk ke dalam rombongan sebagai pengganti Salah.
Marmoush berpeluang besar menjadi starter setelah sebelumnya masuk sebagai pemain pengganti pada babak pertama ketika menghadapi Angola. Zizo juga berpeluang tampil sejak awal setelah menggantikan Salah dalam pertandingan pembuka tersebut.
Di lini belakang, Mohamed Abdelmonem juga dipastikan absen. Tim medis Nice memberikan pertimbangan terkait tuntutan bermain di lapangan sintetis, terutama karena sang pemain memiliki riwayat cedera ACL.
Sementara itu, Marwan Attia sudah kembali tersedia setelah menjalani hukuman skorsing. Ia berpeluang menggantikan Mahmoud Saber yang ditarik keluar pada babak pertama kontra Angola. Dari kubu Sudan Selatan, Nsengi-Biembe kemungkinan tidak banyak mengubah susunan pemain yang tampil melawan Malawi.
Dhata menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan setelah mencetak gol pada pertandingan sebelumnya. Ia diperkirakan kembali beroperasi dari sisi kanan. Valentino Kuach Yuel, Keer Majak, Joseph Malish, dan Jackson Dwang juga berpeluang mendapatkan tempat di sebelas pertama setelah sebelumnya tampil dari bangku cadangan.
Prediksi Susunan Pemain
Sudan Selatan: Mawith; Atendele, Angier, Laku, Bakosoro; Dhata, Chan, Jawa, Gama; Iluya, Albano.
Mesir: Shobeir; Hany, Abdelmaguid, Rabia, Aboul-Fetouh; Attia, Lasheen; Zizo, Ashour, Haissem Hassan; Marmoush.
Prediksi skor: Sudan Selatan 0-2 Mesir.
Mesir memang tidak diperkuat Salah dan baru gagal mencetak gol saat menghadapi Angola. Faktor lapangan sintetis juga berpotensi membuat pertandingan berlangsung lebih rumit. Namun, pengalaman dan kedalaman skuad Mesir tetap menjadi faktor penting.
Sudan Selatan kemungkinan mampu memberikan perlawanan lebih lama di kandang sendiri, tetapi Mesir diperkirakan mampu menemukan celah setelah pertandingan berjalan.
Hasil tersebut akan menjadi kemenangan pertama Mesir dalam kampanye kualifikasi Piala Afrika sekaligus menjaga peluang mereka untuk kembali bersaing di papan atas Grup B.
Klasemen dan performa kualifikasi Piala Afrika:
Sudan Selatan: kalah pada laga pembuka.
Mesir: imbang pada laga pembuka.
Pertemuan terakhir: Mesir menang 3-0 atas Sudan Selatan pada Juni 2023. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi