RADAR BANYUWANGI – Maroko untuk sementara menembus lima besar ranking FIFA dunia setelah Brasil ditahan Australia 1-1. Lonjakan Atlas Lions ke posisi kelima pada Jumat (25/9/2026) menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Afrika, sekaligus menyamai posisi tertinggi yang pernah ditempati Nigeria pada 1994.
Maroko kini mengoleksi 1.803,99 poin, hanya terpaut tipis dari Brasil yang turun ke posisi keenam dengan 1.802,90 poin setelah kehilangan 2,02 poin akibat hasil imbang melawan Australia.
Di atas Maroko bertengger Spanyol, Argentina, Prancis, dan Inggris. Namun, posisi Atlas Lions tersebut belum final karena peringkat resmi FIFA untuk periode ini baru akan diumumkan setelah seluruh rangkaian jeda internasional selesai.
Dengan kata lain, Maroko kini tidak sekadar menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Afrika. Nama Atlas Lions untuk sementara sudah berada di antara elite sepak bola dunia.
Brasil Terpeleset, Maroko Menyambar
Drama pergeseran posisi terjadi tanpa Maroko harus memainkan laga yang menentukan ranking tersebut.
Brasil justru menjadi pemicunya.
Hasil imbang 1-1 melawan Australia membuat Selecao kehilangan 2,02 poin. Perolehan Brasil turun menjadi 1.802,90 poin dan membuat mereka tergeser satu tingkat oleh Maroko.
Selisih kedua tim hanya 1,09 poin.
Momentum tersebut membawa Maroko ke peringkat kelima dunia dalam pembaruan ranking sementara. Capaian itu sekaligus menyamai rekor Nigeria pada 1994 sebagai tim Afrika dengan posisi tertinggi dalam sejarah ranking FIFA.
Bagi sepak bola Maroko, capaian tersebut menjadi kelanjutan dari perjalanan panjang Atlas Lions dalam beberapa tahun terakhir. Konsistensi di level internasional membuat mereka kini berada di wilayah yang sebelumnya lebih sering ditempati negara-negara raksasa sepak bola dunia.
Belum Final, Gabon Menanti
Posisi kelima tersebut masih harus dipertahankan.
Maroko langsung menghadapi Gabon pada pertandingan pertama Grup A Kualifikasi Piala Afrika atau AFCON 2027 di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Jumat (25/9) malam waktu setempat.
CAF mencatat laga Maroko versus Gabon menjadi salah satu pertandingan utama pada matchday pertama kualifikasi AFCON 2027. Fase grup kualifikasi diikuti 48 negara yang terbagi ke dalam 12 grup.
Pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi skuad yang kini dilatih Mohamed Ouahbi. Sebab, hasil pertandingan berikutnya dapat memengaruhi perolehan poin ranking FIFA sebelum daftar resmi terbaru diterbitkan.
Ouahbi membawa sejumlah wajah baru ke dalam skuad. Tiga pemain yang belum pernah memiliki caps senior, yakni Abdellah Ouazane, Soufian El Faouzi, dan Yassir Zabiri, masuk dalam daftar 29 pemain yang disiapkan untuk menghadapi Gabon dan Lesotho.
Hakimi Absen, Gabon Tanpa Aubameyang
Maroko tidak tampil dengan kekuatan penuh.
Kapten Achraf Hakimi harus absen karena menjalani hukuman larangan bermain dalam laga resmi CAF. Gelandang Ismaël Saibari juga terkena sanksi. CAF sebelumnya menjatuhkan hukuman tiga pertandingan kepada Saibari dan sanksi dua pertandingan kepada Hakimi, dengan satu pertandingan Hakimi ditangguhkan selama satu tahun.
Absennya Hakimi membuat Mohamed Ouahbi harus menyiapkan alternatif di sektor bek sayap.
Di kubu seberang, Gabon juga memasuki era baru tanpa Pierre-Emerick Aubameyang. Mantan kapten tersebut telah memutuskan pensiun dari sepak bola internasional.
Pelatih baru Gabon, Sébastien Migné, masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman seperti Denis Bouanga, Mario Lemina, dan Guélor Kanga.
Dari Rekor Afrika Menuju Tantangan Baru
Capaian di ranking FIFA memberi gambaran lain tentang posisi Maroko di peta sepak bola internasional.
Jika posisi kelima itu bertahan dalam daftar resmi FIFA, Atlas Lions akan menyamai pencapaian Nigeria pada 1994 sebagai negara Afrika dengan peringkat tertinggi sepanjang sejarah ranking FIFA.
Namun, angka tersebut bukan tujuan akhir.
Setelah menyalip Brasil secara sementara, Maroko harus kembali berbicara di lapangan. Laga melawan Gabon menjadi pertandingan kompetitif pertama mereka setelah rangkaian pertandingan internasional sebelumnya.
Di satu sisi, Atlas Lions datang dengan status baru sebagai penghuni sementara lima besar dunia. Di sisi lain, mereka harus menghadapi pertandingan kualifikasi tanpa dua pemain penting, Hakimi dan Saibari.
CAF menjadwalkan matchday pertama kualifikasi AFCON 2027 pada 24–26 September 2026. Turnamen final akan berlangsung di Kenya, Tanzania, dan Uganda pada 19 Juni hingga 17 Juli 2027.
Kini, Maroko memiliki dua agenda yang berjalan bersamaan: menjaga momentum di lapangan dan mempertahankan posisi bersejarah di ranking FIFA. (*)
Catatan: peringkat kelima yang disebut dalam artikel ini merupakan peringkat sementara/live ranking, bukan daftar resmi final FIFA.
Editor : Ali Sodiqin