RADAR BANYUWANGI – Andrea Cambiaso semakin dekat dengan comeback bersama Juventus, tetapi kembalinya pemain Italia itu bisa menghadirkan perubahan besar. Luciano Spalletti berpeluang menggeser posisi Cambiaso dari bek sayap menjadi mezzala untuk membuka lebih banyak menit bermain sekaligus menyesuaikan kebutuhan taktik Bianconeri.
Kabar tersebut muncul setelah Juventus mengamankan kemenangan 2-0 atas Atalanta. Hasil itu membuat suasana di Continassa lebih tenang sekaligus memberi Spalletti ruang untuk menyiapkan perubahan dalam jeda kompetisi.
Salah satu fokus utama pelatih asal Tuscany tersebut adalah memulihkan sejumlah pemain yang sebelumnya absen akibat cedera.
Cambiaso menjadi pemain yang paling dekat dengan kembalinya ke pertandingan.
Cambiaso Mulai Berlatih Bersama Tim
Pemain kelahiran 2000 itu sudah kembali mengikuti latihan bersama skuad Juventus. Prosesnya dilakukan secara bertahap, mulai dari latihan kelompok dengan durasi terbatas hingga peningkatan beban latihan.
Cambiaso sebelumnya mengalami cedera pergelangan kaki saat Juventus menghadapi Parma pada 31 Agustus 2026.
Cedera tersebut membuatnya harus menepi cukup lama. Sebelum mengalami masalah tersebut, Cambiaso baru mengumpulkan 31 menit dari dua penampilan sebagai pemain pengganti.
Dalam dua kesempatan tersebut, ia menjadi pelapis Pierre Kalulu dan Mehmet Zeki Çelik.
Kini, kondisinya semakin membaik. Namun, comeback Cambiaso bukan hanya soal menambah pilihan pemain di sektor sayap.
Spalletti disebut melihat kemungkinan untuk menguji posisi lain bagi pemain serbabisa tersebut.
Spalletti Siapkan Peran Baru
Dalam dua pertandingan terakhir melawan NEC dan Atalanta, Spalletti mencoba beberapa pendekatan berbeda.
Juventus bergantian menggunakan formasi 3-4-2-1 dan 4-2-3-1. Eksperimen tersebut menjadi bagian dari proses Spalletti dalam mencari komposisi terbaik untuk skuad yang dimilikinya.
Namun, dalam rencana jangka lebih panjang, Spalletti disebut ingin membawa Juventus kembali menggunakan 4-3-3 secara lebih konsisten.
Skema tersebut juga dapat memberikan ruang bagi Kenan Yildiz setelah pemain muda tersebut kembali dari cedera.
Dalam sistem 4-3-3, posisi Cambiaso pun berpotensi mengalami perubahan.
Karakteristik Cambiaso sebagai pemain yang agresif dan memiliki kemampuan membantu serangan membuatnya tidak selalu ideal jika ditempatkan sebagai bek sayap yang harus lebih defensif.
Apalagi Juventus memiliki sejumlah pemain ofensif di area sayap. Karena itu, Spalletti membutuhkan pemain yang lebih bertahan ketika Cambiaso bergerak naik.
Solusinya adalah menggeser Cambiaso lebih ke tengah.
Dari Bek Sayap Menuju Mezzala
Mulai Senin, ketika aktivitas latihan kembali berlangsung di Continassa, Cambiaso berpeluang mendapatkan porsi latihan khusus untuk peran mezzala.
Peran tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Cambiaso.
Ia beberapa kali bermain di lini tengah dalam situasi darurat. Namun, kebutuhan skuad Juventus saat ini membuat posisi tersebut berpotensi menjadi bagian lebih penting dari rencananya.
Sebagai mezzala, Cambiaso bisa memberikan alternatif dalam membangun serangan sekaligus memanfaatkan mobilitasnya.
Perubahan tersebut juga dapat meningkatkan peluangnya mendapatkan menit bermain dibanding jika hanya bersaing untuk posisi bek sayap.
Bagi Spalletti, fleksibilitas Cambiaso menjadi aset penting. Pemain berusia 26 tahun itu bisa memberikan pilihan tambahan ketika Juventus membutuhkan perubahan struktur permainan tanpa harus selalu mengganti pemain.
Situasi tersebut membuat comeback Cambiaso menjadi lebih dari sekadar kabar pemulihan cedera.
Kembalinya Cambiaso bisa sekaligus menjadi awal eksperimen baru Spalletti: menjadikan pemain Italia itu sebagai mezzala dalam Juventus dengan pola 4-3-3. Jika eksperimen berjalan sesuai rencana, Cambiaso memiliki peluang mendapatkan peran yang lebih besar setelah kembali sepenuhnya ke lapangan. (*)
Editor : Ali Sodiqin