RADARBANYUWANGI.ID – Georgia membuka perjalanan di UEFA Nations League 2026-2027 dengan menghadapi Irlandia Utara di Tbilisi, Jumat malam. Khvicha Kvaratskhelia dan kawan-kawan datang dengan modal tak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir, sementara tim tamu membawa kepercayaan diri setelah berhasil promosi ke Liga B.
Pertandingan di Grup B2 ini menjadi kesempatan penting bagi Georgia untuk membangun kembali momentum setelah perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia 2026 berjalan berat. Tim asuhan Willy Sagnol itu kalah lima kali dalam enam pertandingan kualifikasi.
Namun, situasi mulai berubah dalam beberapa bulan terakhir. Georgia belum terkalahkan dalam empat laga pada 2026. Mereka mengalahkan Lithuania 2-0 dan Bahrain 2-0, serta bermain imbang 2-2 melawan Israel dan 1-1 kontra Rumania.
Rangkaian hasil tersebut memberi Sagnol alasan untuk optimistis. Terlebih, Georgia berada di grup yang relatif berimbang bersama Irlandia Utara, Hungaria, dan Ukraina. Target mereka bukan sekadar bertahan di Liga B. Promosi ke Liga A menjadi ambisi yang realistis.
Georgia Mulai Menemukan Konsistensi
Secara keseluruhan, Georgia memang masih menunjukkan sejumlah persoalan. Sejak September 2025, mereka menelan lima kekalahan dalam 10 pertandingan.
Namun, catatan itu perlu dilihat secara lebih utuh. Empat kekalahan tersebut datang ketika Georgia berhadapan dengan Spanyol dan Turki, dua tim yang memiliki pengalaman dan kualitas tinggi di level internasional. Kini, perhatian Sagnol tertuju pada bagaimana timnya menjaga momentum positif.
Kvaratskhelia menjadi figur utama yang diharapkan mampu memberikan perbedaan. Bintang Paris Saint-Germain tersebut akan mengenakan ban kapten dan berpotensi bermain di belakang Georges Mikautadze. Dengan Kvaratskhelia bergerak dari area antara lini tengah dan pertahanan lawan, Georgia memiliki senjata untuk mengganggu organisasi pertahanan Irlandia Utara.
Irlandia Utara Datang dengan Modal Promosi
Irlandia Utara juga memasuki Nations League dengan cerita yang menarik. Mereka berhasil promosi pada edisi sebelumnya dan bahkan mendapatkan tiket playoff kualifikasi Piala Dunia. Namun, langkah mereka terhenti setelah kalah 0-2 dari Italia di kandang lawan.
Setelah itu, pasukan Michael O'Neill mencatat hasil yang cukup beragam. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Wales, menang 1-0 atas Guinea, kemudian kalah 1-3 dari Prancis.
Kekalahan melawan Prancis tetap memberikan sisi positif. Menghadapi tim yang menurunkan sebagian besar pemain terbaiknya, Irlandia Utara hanya tertinggal 1-2 hingga memasuki seperempat jam terakhir pertandingan.
O'Neill pun memiliki catatan cukup solid sejak kembali menangani tim nasional tersebut. Dalam periode keduanya sebagai pelatih, ia telah membawa Irlandia Utara meraih 13 kemenangan dan lima hasil imbang.
Dari lima kekalahan mereka dalam 10 pertandingan terakhir, empat terjadi ketika menghadapi Jerman, Italia, atau Prancis. Satu kekalahan lainnya terjadi saat bertandang ke Slovakia, ketika gol kemenangan tuan rumah tercipta pada menit ke-91. Artinya, Irlandia Utara bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Tetapi, absennya sejumlah pemain penting membuat tugas mereka di Tbilisi menjadi lebih berat.
Kabar Tim Georgia
Sagnol diperkirakan tetap mengandalkan Kvaratskhelia sebagai pemimpin serangan Georgia. Lasha Dvali berpeluang kembali masuk ke lini belakang dalam formasi tiga bek. Sementara itu, pemain berusia 18 tahun Saba Kharebashvili menjadi salah satu kandidat untuk mengisi posisi bek sayap kiri.
Kvaratskhelia kemungkinan beroperasi di belakang Mikautadze. Kombinasi tersebut diharapkan memberi Georgia variasi serangan, terutama ketika mereka mencoba membongkar pertahanan rapat Irlandia Utara.
Perkiraan susunan pemain Georgia: Mamardashvili; Dvali, Lochoshvili, Goglichidze; Mamageishvili, Kiteishvili, Chakvetadze, Kochorashvili, Kharebashvili; Kvaratskhelia; Mikautadze.
Kabar Tim Irlandia Utara
Irlandia Utara kemungkinan mendapatkan tambahan kekuatan di lini pertahanan dengan kembalinya Dan Ballard. Ballard diprediksi menggantikan Ruairi McConville. Di lini tengah, Paddy McNair dan Ethan Galbraith menjadi kandidat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Ali McCann.
O'Neill juga menghadapi pilihan di lini depan. Jamie Donley bisa tetap dimainkan sebagai penyerang tengah, tetapi opsi menggunakan penyerang nomor sembilan tradisional juga terbuka. Perkiraan susunan pemain Irlandia Utara: P Charles; Hume, Ballard, Brown; Spencer, S Charles, Galbraith, Devenny; Kelly, Price; Donley.
Prediksi skor: Georgia 3-1 Irlandia Utara.
Pertandingan ini berpotensi berlangsung ketat pada fase awal. Irlandia Utara memiliki struktur permainan yang semakin matang di bawah O'Neill dan terbukti mampu memberikan perlawanan ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi. Namun, bermain di Tbilisi memberikan keuntungan tersendiri bagi Georgia.
Kehadiran Kvaratskhelia juga menjadi faktor penting. Ketika pemain PSG itu mendapatkan ruang di belakang lini tengah lawan, Georgia memiliki kemampuan untuk mengubah serangan biasa menjadi peluang berbahaya.
Irlandia Utara harus mampu membatasi ruang gerak sang kapten sejak awal. Jika gagal, Georgia berpotensi menguasai pertandingan melalui kombinasi Kvaratskhelia dan Mikautadze. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi