Liverpool Kaji Tiket Otomatis, Antrean Online Bisa Jadi Masa Lalu

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:45 WIB
Markas Liverpool, Anfield Stadium. (liverpoolfc.com)
Markas Liverpool, Anfield Stadium. (liverpoolfc.com)

RADAR BANYUWANGI – Liverpool belum menutup proses pembenahan sistem tiket meski sejumlah perubahan telah diterapkan untuk musim 2026-2027. Klub akan melanjutkan konsultasi dengan Supporters Board hingga Desember 2026, dengan dua isu besar yang menjadi perhatian berikutnya: aturan kredit laga piala dan kemungkinan otomatisasi tiket bagi anggota usia 13 tahun ke atas.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari tinjauan menyeluruh kebijakan tiket Liverpool. Klub menyatakan proses itu dilakukan untuk memperluas akses tiket, memperbaiki pengalaman suporter, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap penyalahgunaan dalam sistem ticketing.

Dilansir dari laman liverpoolfc.com, Supporters Board menjadi salah satu pihak yang dilibatkan secara aktif. Liverpool menyampaikan apresiasi atas dukungan, masukan konstruktif, dan kontribusi dewan suporter tersebut selama proses evaluasi berlangsung.

Hasil tinjauan sebelumnya telah menjadi dasar sejumlah perubahan yang diperkenalkan menjelang musim 2026-2027. Namun, Liverpool menegaskan masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibahas sebelum rekomendasi untuk musim 2027-2028 difinalisasi.

Salah satu agenda utama adalah aturan kredit untuk pertandingan piala. Liverpool akan mengkaji bagaimana sistem kredit tersebut dapat diterapkan ke depan, termasuk dampaknya terhadap kebijakan tiket final piala.

Perubahan aturan kredit juga diharapkan membuka kemungkinan penggunaan Ticket Exchange untuk pertandingan kandang di kompetisi piala. Namun, keputusan tersebut masih bergantung pada hasil konsultasi dan evaluasi lebih lanjut.

Agenda lainnya adalah kemungkinan tiket untuk anggota berusia 13 tahun ke atas dapat dialokasikan secara otomatis berdasarkan preferensi mereka. Sistem tersebut akan menjadi alternatif dari mekanisme saat ini yang mengharuskan suporter mengantre dan membeli tiket secara online.

Tak hanya tiket kandang, Liverpool juga akan memasukkan sistem tiket tandang dalam fase berikutnya.

Klub mengakui tiket tandang memiliki karakteristik berbeda karena jumlah tiket yang tersedia jauh lebih terbatas. Karena itu, pendekatan untuk tiket tandang tidak serta-merta akan disamakan dengan sistem tiket kandang.

Proses konsultasi tersebut juga melibatkan suara langsung dari suporter. Pada musim lalu, Liverpool meluncurkan survei yang menjangkau lebih dari 500 ribu suporter untuk mendapatkan masukan mengenai masa depan kebijakan tiket klub.

Jika dibutuhkan masukan tambahan selama periode konsultasi terbaru, Liverpool berencana menggunakan Your Voice, portal riset suporter milik klub. Suporter dapat bergabung dalam komunitas tersebut untuk memberikan pandangan mengenai tiket maupun pengalaman mereka sebagai pendukung Liverpool.

Supporters Board juga akan mengumpulkan masukan langsung dari suporter. Detail mengenai proses tersebut akan diumumkan lebih lanjut oleh klub.

Seluruh proses ini tetap mengacu pada tiga prioritas yang ditetapkan Liverpool dalam tinjauan sistem tiket, yakni meningkatkan akses terhadap tiket, memperbaiki perjalanan atau pengalaman suporter, serta memperkuat perlindungan terhadap penyalahgunaan.

Dalam menyusun rekomendasi, Liverpool juga akan mempertimbangkan berbagai sumber data. Selain survei dan focus group suporter, klub akan menggunakan masukan Supporters Board serta data lima musim terakhir mengenai bagaimana tiket digunakan.

Proses keterlibatan suporter dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026. Setelah tahap tersebut selesai, Liverpool akan menyusun rekomendasi final yang ditargetkan menjadi dasar kebijakan tiket untuk musim 2027-2028.

Klub juga memastikan setiap perubahan baru, apabila akhirnya diterapkan, akan diberitahukan kepada suporter dengan waktu yang memadai. Hal itu dimaksudkan untuk meminimalkan dampak terhadap suporter yang baru saja memperoleh kelayakan atau mengumpulkan kredit pertandingan.

Seperti perubahan kredit Premier League sebelumnya, perubahan kebijakan di masa depan hanya akan berlaku untuk perolehan kredit berikutnya. Liverpool menegaskan aturan baru tidak akan diterapkan secara retrospektif terhadap kredit yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Dengan demikian, pembenahan sistem tiket Liverpool belum selesai. Klub kini memasuki tahap konsultasi lanjutan bersama Supporters Board dan suporter sebelum menentukan bentuk kebijakan yang akan diterapkan mulai musim 2027-2028. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : liverpoolfc.com
Tiket Liverpool Supporters Board Ticket Exchange Tiket away liverpool fc