Szoboszlai Bicara Era Baru Liverpool: Jadi Keluarga Sebelum Kejar Trofi

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:12 WIB
Dominik Szoboszlai, Ryan Gravenberch, dan Milos Kerkez bicara era baru Liverpool bersama Andoni Iraola serta ambisi bersaing musim 2026-2027. (liverpoolfc.com)
Dominik Szoboszlai, Ryan Gravenberch, dan Milos Kerkez bicara era baru Liverpool bersama Andoni Iraola serta ambisi bersaing musim 2026-2027. (liverpoolfc.com)

RADAR BANYUWANGI – Liverpool memasuki era baru bersama Andoni Iraola dengan satu tuntutan utama: kembali siap bersaing di level tertinggi. Dominik Szoboszlai, Ryan Gravenberch, dan Milos Kerkez sepakat bahwa kekompakan tim, intensitas permainan, serta proses adaptasi menjadi kunci The Reds menghadapi musim 2026-2027.

Ketiganya menyampaikan pandangan tersebut dalam edisi terbaru The Reds Roundtable, program yang dipersembahkan Standard Chartered dan dipandu presenter Vicky Gomersall.

Szoboszlai menjadi salah satu sorotan utama. Gelandang asal Hungaria tersebut baru saja dipercaya sebagai salah satu wakil kapten Liverpool untuk musim 2026-2027.

Tanggung jawab baru itu tampaknya tidak membuat Szoboszlai merasa terbebani. Sebaliknya, dia mengaku memang menyukai peran yang menuntut dirinya mengambil tanggung jawab lebih besar.

"Sejujurnya, saya suka memiliki tanggung jawab," ujar Szoboszlai, sebagaimana dilansir dari laman liverpoolfc.com.

Menurut dia, musim lalu dirinya sudah berusaha mengambil peran lebih besar di lapangan. Kini, tanggung jawab tersebut ingin dibawanya lebih jauh, termasuk dalam kehidupan tim di luar pertandingan.

Meski demikian, Szoboszlai menilai dirinya tidak sendirian. Liverpool memiliki banyak pemain yang juga bersedia mengambil tanggung jawab sehingga beban kepemimpinan dapat dibagi bersama.

Hal terpenting, kata dia, adalah membangun Liverpool sebagai sebuah keluarga.

"Saya pikir poin utama kami adalah menjadi keluarga yang sebenarnya karena setelah itu kami bisa sukses," ujarnya.

Szoboszlai menyadari membangun kebersamaan tidak cukup hanya melalui perkataan. Hubungan dan karakter sebuah tim harus terlihat ketika pertandingan berlangsung.

"Berbicara itu mudah, tetapi saya pikir Anda juga harus menunjukkannya di lapangan," tegasnya.

Liverpool kini menghadapi tantangan baru di bawah Iraola. Szoboszlai menyebut pertanyaan terbesar musim ini adalah apakah The Reds benar-benar siap kembali berkompetisi di level tertinggi.

"Saya pikir kami siap, tetapi kami harus mulai melakukannya," katanya.

Optimisme serupa disampaikan Gravenberch. Gelandang asal Belanda itu memahami bahwa perjalanan Liverpool tidak akan mudah. Namun, dia percaya komposisi skuad saat ini cukup untuk menghadapi tuntutan musim baru.

"Kami tahu ini tidak akan mudah, tetapi saya pikir kami memiliki tim untuk itu," kata Gravenberch.

Sementara itu, Kerkez memiliki pengalaman khusus mengenai gaya kerja Iraola. Bek asal Hungaria tersebut sebelumnya pernah bekerja bersama Iraola ketika masih memperkuat AFC Bournemouth.

Kerkez menggambarkan pendekatan Iraola dengan satu kata penting: intensitas.

Menurut dia, Iraola menuntut pemain terus berlari, melakukan pressing, dan mempertahankan level permainan tersebut sepanjang 90 menit.

"Intensitas, level yang dia inginkan untuk kami mainkan sepanjang 90 menit. Dia ingin kami banyak berlari dan melakukan pressing," ujar Kerkez.

Bagi Kerkez, karakter permainan tersebut justru cocok dengan Liverpool. Dia menilai jika seluruh pemain mampu menjalankan tuntutan Iraola, peluang Liverpool untuk bersaing memperebutkan berbagai gelar tetap terbuka.

"Kami harus mendengarkan dan banyak berlari, tetapi jika bermain seperti itu, saya pikir kami memiliki peluang bagus untuk bersaing memperebutkan semuanya," katanya.

Gravenberch juga melihat perkembangan dalam proses adaptasi Liverpool bersama Iraola. Menurut dia, perubahan tidak bisa terjadi secara instan karena sang pelatih masih membutuhkan waktu untuk melakukan sejumlah penyesuaian.

Proses tersebut berlangsung bukan hanya ketika Liverpool bertanding, tetapi juga setiap hari di AXA Training Centre.

"Pelatih, saya pikir dia juga membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian agar kami bisa bermain sebaik mungkin, baik saat menguasai bola maupun ketika tidak menguasai bola," ujar Gravenberch.

Namun, dia melihat tanda-tanda positif dari proses tersebut.

"Saya pikir kami mulai sampai ke sana," tambahnya.

Liverpool pun kini memasuki fase penting bersama Iraola. Szoboszlai membawa tanggung jawab baru sebagai wakil kapten, Kerkez membawa pengalaman bekerja dengan sang pelatih, sementara Gravenberch melihat perkembangan dalam proses adaptasi.

Satu benang merah dari ketiganya jelas: Liverpool harus lebih dulu menjadi tim yang kompak sebelum berbicara lebih jauh mengenai ambisi menaklukkan musim 2026-2027. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : liverpoolfc.com
Milos Kerkez Andoni Iraola Dominik Szoboszlai Liverpool Ryan Gravenberch