RADARBANYUWANGI.ID – Anthony Martial belum juga menemukan pelabuhan baru. Mantan penyerang Manchester United itu dikabarkan menolak tawaran menggiurkan dari klub Libya Al-Ittihad Tripoli dan kini masuk radar sejumlah klub Liga Rusia.
CSKA Moscow dan Krasnodar disebut menjadi dua klub Rusia yang menunjukkan minat terhadap Martial. Kabar tersebut disampaikan media Prancis L'Equipe, ketika striker 30 tahun itu masih berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Monterrey.
Situasi Martial menjadi menarik karena ia ternyata belum tergoda untuk menerima tawaran bernilai besar dari luar Eropa.
Al-Ittihad Tripoli sebelumnya mengajukan tawaran sekitar £13 juta atau sekitar Rp258,7 miliar kepada Martial. Namun, proposal tersebut ditolak sang pemain.
Menurut laporan Foot Mercato, paket yang ditawarkan klub Libya itu mencakup gaji bersih sekitar £8,6 juta atau Rp171,1 miliar selama dua tahun, ditambah bonus tanda tangan senilai £4,3 juta atau sekitar Rp85,6 miliar.
Dengan demikian, nilai paket finansial yang disebut ditawarkan kepada Martial mencapai sekitar £12,9 juta atau Rp256,7 miliar, belum termasuk rincian lain dalam kontrak. Martial memilih mempertimbangkan opsi lain.
Klub Rusia Masuk Persaingan
CSKA Moscow dan Krasnodar bukan satu-satunya klub yang memantau situasi Martial. Laporan L'Equipe menyebut beberapa klub Liga Rusia tertarik mendatangkan penyerang yang pernah menjadi bagian penting Manchester United tersebut.
Ketertarikan dari Rusia muncul ketika Martial sedang mencari klub baru setelah perjalanan singkatnya di Meksiko.
Martial meninggalkan Monterrey pada musim panas ini, meski baru berada di tengah kontrak berdurasi dua tahun. Sebelum itu, ia sempat memperkuat AEK Athens setelah meninggalkan Manchester United. Media Inggris Mirror juga menyebut sejumlah klub Spanyol, termasuk Malaga, ikut memperhatikan situasi Martial.
Bahkan, Martial dikabarkan telah menolak tawaran dari klub Prancis Auxerre pada awal musim panas. Artinya, pilihan Martial saat ini bukan sekadar mencari klub baru. Ia tampaknya juga masih mempertimbangkan liga dan proyek yang sesuai dengan kariernya.
Sembilan Tahun di Manchester United
Nama Martial tentu tidak asing bagi penggemar Manchester United. Penyerang asal Prancis itu menghabiskan sembilan musim di Old Trafford. Ia datang sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dan sempat menunjukkan ketajamannya dalam beberapa periode. Dua tahun setelah meninggalkan Manchester United, perjalanan Martial justru menjadi lebih berliku.
Ia bergabung dengan AEK Athens dan mencatatkan sembilan gol. Setelah itu, kepindahannya ke Monterrey tidak berjalan sesuai harapan. Bersama klub Meksiko tersebut, Martial hanya mencetak satu gol sebelum akhirnya kembali ke Eropa.
Minim Menit Bermain Jadi Persoalan
Persoalan terbesar Martial dalam beberapa musim terakhir bukan hanya soal mencari klub, tetapi juga menjaga kontinuitas bermain. Dalam dua musim terakhir sejak meninggalkan Manchester United, ia tercatat hanya tampil dalam 53 pertandingan.
Angka tersebut menggambarkan bagaimana karier Martial memasuki fase yang berbeda dibandingkan ketika ia masih menjadi salah satu pemain utama Manchester United. Kini, pada usia 30 tahun, Martial kembali berada di persimpangan.
Ia memiliki pengalaman bermain di Inggris, Prancis, Spanyol, Yunani, dan Meksiko. Tawaran finansial besar dari Libya sudah ditolak. Klub-klub Rusia mulai mengetuk pintu, sementara sejumlah klub Spanyol juga disebut tertarik. Pertanyaannya tinggal satu, ke mana Anthony Martial akan berlabuh berikutnya?
Untuk seorang pemain yang pernah menjadi salah satu talenta paling mahal dan menjanjikan di Eropa, babak berikutnya dalam karier Martial masih menyimpan banyak kemungkinan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi