Barcola ke Liverpool Rp2,77 Triliun, Performa Kvaratskhelia di PSG Merosot

Niklaas Andries • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 07:47 WIB
EFEK SAMPING: Performa Khvicha Kvaratskhelia menurun usai Barcola pindah ke Liverpool (PSG)
EFEK SAMPING: Performa Khvicha Kvaratskhelia menurun usai Barcola pindah ke Liverpool (PSG)

RADARBANYUWANGI.ID - Bradley Barcola memang sudah pergi. Tetapi efek kepergiannya dari Paris Saint-Germain justru mulai terasa pada pemain yang ditinggalkannya.

Kvaratskhelia memasuki musim 2026-2027 dengan performa yang jauh berbeda dibanding musim sebelumnya. Dalam lima penampilan Ligue 1, pemain asal Georgia itu belum mencetak gol dan baru menyumbang satu assist.

Situasi tersebut menjadi sorotan setelah Barcola meninggalkan PSG untuk bergabung dengan Liverpool melalui transfer senilai €145 juta, atau sekitar Rp2,77 triliun.

PSG sebenarnya sudah mengantisipasi kepergian Barcola. Klub juara Eropa tersebut mendatangkan pemain muda Ajax, Mika Godts, untuk memperkuat sektor kiri. Namun, kedatangan Godts belum mampu menghadirkan persaingan dengan intensitas yang sama seperti ketika Barcola masih berada di Parc des Princes.

Kvaratskhelia kehilangan rival utama

Musim lalu, persaingan antara Kvaratskhelia dan Barcola menjadi salah satu bagian penting dari dinamika skuad PSG.

Keduanya bersaing mendapatkan tempat di sisi kiri. Barcola menawarkan kecepatan, pergerakan tanpa bola, serta kemampuan berlari di belakang garis pertahanan lawan. Kondisi itu membuat Kvaratskhelia tidak memiliki banyak ruang untuk lengah.

Setiap kali Barcola masuk lapangan, ancaman persaingan kembali muncul. Kvaratskhelia harus mempertahankan intensitas agar posisinya tidak tergeser. Kini situasinya berbeda.

Godts memang datang dengan reputasi menjanjikan. Tetapi pemain Belgia berusia 21 tahun itu belum memiliki status dan pengalaman yang cukup untuk langsung menjadi ancaman serius bagi Kvaratskhelia dalam pertandingan besar.

Bahkan, Godts belum sekalipun menjadi starter di Ligue 1. Di sinilah efek transfer Barcola mulai menarik perhatian.

Statistik Kvaratskhelia merosot

Musim lalu, Kvaratskhelia tampil produktif. Ia mencetak delapan gol di Ligue 1 dan menambah 10 gol dalam perjalanan PSG di kompetisi Eropa. Awal musim ini justru sebaliknya.

Dari lima pertandingan liga dengan total sekitar 280 menit bermain, Kvaratskhelia belum mencetak gol dan hanya menghasilkan satu assist. Luis Enrique juga tidak ragu menariknya keluar sebelum pertandingan berakhir.

Saat menghadapi Brest, Kvaratskhelia diganti pada menit ke-65. Dalam laga Le Classique melawan Marseille, ia bahkan ditarik lebih cepat, yakni pada menit ke-58.

Angka tersebut belum tentu berarti kepergian Barcola menjadi satu-satunya penyebab penurunan performa Kvaratskhelia. Sepak bola jarang sesederhana itu. Namun, perubahan struktur persaingan di sektor kiri PSG terlihat jelas.

Barcola pergi, tekanan ikut berkurang?

Ada paradoks menarik di balik transfer €145 juta tersebut.

Barcola pergi dengan nilai fantastis. PSG memperoleh pemasukan besar dan mendatangkan Godts sebagai bagian dari regenerasi lini depan. Tetapi bagi Kvaratskhelia, hilangnya Barcola juga berarti hilangnya pesaing yang benar-benar memaksanya tampil maksimal setiap pekan. Godts belum sampai pada tahap itu.

Musim masih panjang. Lima pertandingan tentu terlalu sedikit untuk menarik kesimpulan akhir mengenai performa Kvaratskhelia. Tetapi PSG kini menghadapi pertanyaan menarik: bisakah Enrique menemukan kembali sumber tekanan internal yang dulu membuat persaingan Kvaratskhelia-Barcola begitu efektif?

Sebab, terkadang pemain tidak hanya berkembang karena pelatih. Mereka juga berkembang karena seseorang berdiri tepat di belakangnya dan siap mengambil tempatnya. Bradley Barcola sudah pindah ke Liverpool. Namun, bayangannya masih terasa di PSG—terutama pada performa Kvaratskhelia. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Bradley Barcola Khvicha Kvaratskhelia Transfer bradley Barcola Liverpool psg