Klopp, Xavi, dan Zidane Memulai Era Baru di UEFA Nations League

Niklaas Andries • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 10:45 WIB
BABAK BARU: Xavi akan menjadi pelatih Belanda di UEFA Nations League (UEFA Nations League)
BABAK BARU: Xavi akan menjadi pelatih Belanda di UEFA Nations League (UEFA Nations League)

RADARBANYUWANGI – UEFA Nations League kembali bergulir setelah hampir 12 pekan dunia sepak bola menyaksikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Namun, perhatian kali ini bukan hanya tertuju kepada para pemain.

Tiga nama besar akan menjalani babak baru sebagai pelatih tim nasional. Jurgen Klopp memulai petualangannya bersama Jerman, Xavi mengambil alih Belanda, sedangkan Zinedine Zidane resmi menjadi nakhoda Prancis.

Tiga pelatih tersebut datang dengan reputasi besar, tetapi juga membawa misi berbeda. Mereka bukan sekadar menggantikan pelatih lama. Ketiganya dituntut membangun identitas baru setelah masing-masing negara mengalami perubahan di kursi kepelatihan.

Jurgen Klopp: Tantangan Pertama Bersama Jerman

Klopp akhirnya tiba di panggung yang selama ini belum pernah disentuhnya. Setelah sembilan tahun menangani Liverpool, pelatih asal Jerman itu menerima pekerjaan yang disebutnya sebagai puncak karier kepelatihan. Ia meninggalkan jabatan Head of Global Soccer Red Bull pada Juli 2026 untuk mengambil alih tim nasional negaranya.

Sebelumnya, Klopp menutup masa baktinya di Liverpool pada 2024 dengan koleksi prestasi besar. Ia mempersembahkan satu gelar Liga Champions dan mengakhiri penantian panjang klub selama 30 tahun untuk kembali menjadi juara Liga Inggris. Kini tugasnya jauh berbeda.

Klopp menggantikan Julian Nagelsmann yang mundur setelah Jerman gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia 2026. Tantangan pertama Klopp adalah menghidupkan kembali permainan intens yang menjadi ciri khasnya.

Pengalaman di Borussia Dortmund dan Liverpool menjadi modal penting. Sepak bola vertikal, tekanan tinggi, serta gegenpressing merupakan identitas yang selama ini melekat pada Klopp.

Menariknya, Klopp langsung memberikan tanda bahwa dirinya tidak ingin pekerjaannya terganggu persoalan di luar lapangan. Dalam konferensi pers pertamanya, ia memperingatkan media agar tidak mencampuri kehidupan pribadi keluarganya.

Untuk memulai era barunya, Klopp bahkan memanggil 44 pemain ke dalam skuad sementara. Debutnya akan berlangsung Kamis ketika Jerman bertandang ke Amsterdam menghadapi Belanda dalam pertandingan pembuka League A Grup 2.

Xavi Membawa Warna Spanyol ke Belanda

Jika Klopp kembali ke negara asalnya, Xavi justru memilih keluar dari zona nyaman sepak bola Spanyol.

Mantan gelandang Barcelona itu menjadi pelatih asing pertama Belanda sejak dekade 1970-an. Penunjukan tersebut sekaligus memutus tradisi panjang yang membuat kursi pelatih Oranje hampir selalu ditempati pelatih lokal.

Xavi sudah tidak berada di pinggir lapangan sejak meninggalkan Barcelona pada Mei 2024. Bersama klub masa kecilnya tersebut, ia pernah mempersembahkan gelar La Liga dan Piala Super Spanyol.

Setelah sekitar dua tahun beristirahat dari pekerjaan sebagai pelatih, Xavi akhirnya menerima tantangan baru di Amsterdam. Ada alasan khusus mengapa pekerjaan itu menarik baginya.

Xavi memiliki hubungan intelektual dengan sepak bola Belanda melalui Johan Cruyff. Filosofi Cruyff yang kemudian berkembang menjadi fondasi permainan Barcelona juga menjadi bagian penting dari perjalanan sepak bola Xavi.

Kini ia menggantikan Ronald Koeman yang meninggalkan jabatan setelah Belanda tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Tugas Xavi adalah menggabungkan filosofi permainan penguasaan bola dengan materi pemain yang dimilikinya. Skuad Oranje berisi perpaduan pemain muda dan berpengalaman, termasuk sejumlah pemain yang berkarier di Premier League dan liga-liga elite Eropa. Debutnya langsung berat.

Belanda akan menghadapi Jerman asuhan Klopp pada Kamis. Setelah itu, mereka masih harus berhadapan dengan Yunani dan Serbia dalam persaingan League A Grup 2.

Zidane Mengambil Alih Prancis

Prancis juga memasuki halaman baru. Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih ke-17 Les Bleus pada Juli 2026. Ia menggantikan Didier Deschamps yang mengakhiri masa kepemimpinan selama 14 tahun setelah Prancis tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026. Zidane bukan nama asing bagi sepak bola Prancis.

Sebagai pemain, ia merupakan salah satu ikon terbesar negaranya. Zidane menjadi bagian penting dari keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan pada tahun yang sama memenangkan Ballon d'Or.

Rekam jejaknya sebagai pelatih juga tidak kalah menarik.

Saat menangani Real Madrid, Zidane memenangkan dua gelar La Liga serta tiga Liga Champions secara beruntun dalam dua periode berbeda.

Ia kemudian menghabiskan lima tahun di luar dunia kepelatihan. Zidane mengaku menolak sejumlah tawaran klub karena sejak meninggalkan Real Madrid ia memang mengincar satu pekerjaan: menangani tim nasional Prancis. Kini kesempatan itu datang.

Zidane mewarisi generasi pemain yang dipenuhi bintang. Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise dan sejumlah pemain elite lainnya menjadi bagian dari proyek barunya.

Pendekatan Zidane diperkirakan tidak akan terpaku pada satu formula. Pengelolaan pemain, fleksibilitas taktik, serta kemampuan beradaptasi dalam turnamen menjadi bagian penting dari tantangan tersebut.

Debut Zidane berlangsung Jumat. Prancis akan bertandang ke Kocaeli Stadyumu menghadapi Turki dalam laga pembuka League A Grup 1.

Pelatih Baru Lainnya Ikut Mewarnai Nations League

Perubahan di kursi pelatih ternyata tidak hanya terjadi di Jerman, Belanda, dan Prancis.

Portugal, juara bertahan Nations League, kini ditangani Jorge Jesus. Pelatih berusia 72 tahun itu untuk pertama kalinya menangani tim nasional setelah sebelumnya bekerja di level klub, termasuk bersama Al-Hilal. Salah satu pekerjaannya adalah menyesuaikan sistem dengan keberadaan Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun.

Italia juga menyambut kembali Roberto Mancini. Pelatih yang membawa Italia menjuarai Euro 2020 itu kembali untuk periode keduanya setelah sempat menangani Arab Saudi. Mancini akan bertemu Mark van Bommel dalam salah satu pertandingan awalnya. Van Bommel sendiri meninggalkan Royal Antwerp untuk memulai pekerjaan baru bersama Belgia.

Kroasia juga mendapatkan kembali sosok lama. Slaven Bilic kembali ke tim nasional setelah 14 tahun berlalu sejak periode pertamanya berakhir pada 2012. Pertandingan pembukanya akan mempertemukan Kroasia dengan Santi Denia.

Denia mencatat sejarah tersendiri bersama Ceko. Ia menjadi pelatih asing pertama negara tersebut setelah sebelumnya mengembangkan karier bersama berbagai kelompok usia tim nasional Spanyol, mulai U-17 hingga U-23.

Dengan begitu banyak pergantian di kursi pelatih, Nations League edisi kali ini bukan hanya tentang siapa yang mencetak gol. Ada eksperimen taktik, filosofi baru, serta pertarungan gagasan di pinggir lapangan.

Klopp, Xavi, dan Zidane kini memasuki ruang yang berbeda dari sepak bola klub. Di sana, waktu untuk bekerja jauh lebih sedikit, pertandingan datang dalam jeda internasional, dan setiap keputusan langsung menjadi bagian dari cerita sebuah negara. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Klopp Jerman Xavi Belanda Zidane Prancis uefa Nations League 2026 pelatih tim nasional