RADARBANYUWANGI.ID – Baru beberapa pekan kompetisi klub 2026-2027 bergulir, pertandingan sepak bola internasional sudah kembali mengambil alih panggung. Namun, jeda kali ini berbeda. Bukan karena jumlah pertandingannya, melainkan karena durasinya yang lebih panjang.
Jeda internasional pertama musim 2026-2027 berlangsung selama 16 hari, mulai 21 September hingga 6 Oktober 2026. Rentang tersebut berada di antara pekan kelima dan keenam Premier League.
Bagi penggemar yang setiap akhir pekan menunggu aksi klub kesayangan di Premier League, Liga Champions, La Liga, dan kompetisi domestik lainnya, tiga pekan tanpa pertandingan klub tentu terasa panjang. Tetapi ada alasan di balik perubahan tersebut.
FIFA mulai menerapkan kalender pertandingan internasional yang telah direstrukturisasi. Perubahan ini disahkan secara bulat pada 2023 dan musim 2026-2027 menjadi periode pertama penerapannya.
Empat Pertandingan dalam Satu Jeda
Perubahan paling mudah terlihat adalah penggabungan jeda internasional September dan Oktober.
Dalam kalender sebelumnya, paruh pertama musim biasanya memiliki tiga jeda internasional terpisah. Masing-masing berlangsung selama dua pertandingan pada September, Oktober, dan November. Kini pola tersebut diubah.
Jeda September dan Oktober digabung menjadi satu periode panjang. Tim nasional mendapatkan ruang untuk memainkan hingga empat pertandingan dalam satu jendela internasional. Konsekuensinya, jumlah jeda internasional pada paruh pertama musim berkurang dari tiga menjadi dua.
Secara keseluruhan, pertandingan klub juga mengalami lebih sedikit penghentian akibat agenda tim nasional. Total masa kompetisi klub yang sebelumnya harus terhenti selama enam pekan dipangkas menjadi lima pekan. Artinya, FIFA mencoba mengurangi frekuensi berhentinya kompetisi domestik tanpa mengurangi jumlah pertandingan internasional.
Hanya Tiga Jeda Internasional di Tengah Musim Klub
Untuk musim 2026-2027, terdapat tiga periode jeda internasional yang berlangsung ketika kompetisi klub domestik masih berjalan. Jadwalnya adalah
21 September–6 Oktober 2026: Di antara pekan kelima dan keenam Premier League.
9–17 November 2026: Di antara pekan ke-10 dan ke-11 Premier League.
22–30 Maret 2027: Di antara pekan ke-30 dan ke-31 Premier League.
Perubahan tersebut membuat agenda tim nasional lebih terkonsentrasi.
Bagi klub, ada satu keuntungan yang cukup jelas: kompetisi tidak lagi terlalu sering berhenti pada awal musim. Namun, ada harga yang harus dibayar. Sekali jeda dimulai, penggemar bisa harus menunggu hampir tiga pekan sebelum melihat klub mereka bertanding lagi.
Juni dan Juli Disiapkan untuk Turnamen Internasional
Kalender FIFA yang baru juga mengatur dua periode internasional lainnya pada Juni dan Juli. Bedanya, kedua periode tersebut berada setelah musim kompetisi klub selesai. Penempatan ini memberikan ruang lebih luas untuk turnamen internasional ketika sebagian besar liga domestik di dunia sedang memasuki masa jeda.
Sejumlah turnamen besar dijadwalkan memanfaatkan periode tersebut, termasuk Concacaf Gold Cup, Piala Afrika (AFCON), dan UEFA Nations League. Ada satu pengecualian penting. Piala Asia AFC dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Turnamen tersebut tetap digelar di tengah kalender kompetisi klub.
Arsene Wenger Pernah Mengusulkan Perubahan Lebih Radikal
Perubahan FIFA ini sebenarnya belum sampai pada gagasan paling ekstrem yang pernah dikemukakan Arsene Wenger.
Mantan manajer Arsenal tersebut, yang kemudian menjabat sebagai kepala pengembangan sepak bola global FIFA, pada 2021 pernah mengusulkan pengurangan drastis jumlah jeda internasional.
Wenger ketika itu menginginkan dua jeda panjang, yakni pada Oktober dan Maret. Bahkan, ia membuka kemungkinan hanya ada satu jeda internasional pada Oktober dengan durasi sekitar satu bulan.
Tujuannya adalah mengurangi beban pemain sekaligus mengatasi kepadatan jadwal sepak bola modern. Namun, gagasan tersebut juga memiliki risiko.
Jika seorang pemain mengalami cedera selama jeda panjang tersebut, kesempatan berikutnya untuk membela tim nasional bisa baru datang berbulan-bulan kemudian. Dalam situasi tertentu, seorang pemain bahkan berpotensi melewatkan agenda internasional selama hampir satu tahun.
Tiga Pekan Tanpa Klub Jadi Tantangan Baru
Bagi penggemar, perubahan kalender FIFA ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, berkurangnya jumlah jeda internasional berarti kompetisi klub tidak terlalu sering terputus pada awal musim.
Di sisi lain, jeda pertama yang berlangsung selama 16 hari membuat jarak antara pertandingan klub menjadi lebih panjang.
Ini menjadi konsekuensi yang harus dibiasakan. Musim baru saja dimulai. Ritme kompetisi baru terbentuk. Lalu pertandingan klub berhenti cukup lama.
Bagi tim nasional, ini kesempatan memainkan lebih banyak laga dalam satu jendela. Bagi klub, kalender menjadi sedikit lebih rapi.
Bagi suporter, mungkin justru terasa sebaliknya: baru mulai menikmati pertandingan setiap akhir pekan, sudah harus menunggu lagi. Itulah wajah baru kalender sepak bola internasional mulai musim 2026-2027. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi