RADARBANYUWANGI.ID – UEFA Nations League 2026-2027 segera dimulai. Edisi kelima kompetisi antarnegera Eropa itu akan berlangsung mulai 24 September hingga 17 November 2026 untuk fase liga.
Setelah itu, persaingan berlanjut ke babak perempat final serta play-off promosi-degradasi pada Maret 2027. Empat tim terbaik kemudian bertarung di putaran final pada 9-13 Juni 2027.
Ada satu hal yang membuat edisi kali ini terasa berbeda. Nations League 2026-2027 merupakan edisi terakhir dengan empat kasta liga. Mulai 2028-2029, UEFA akan mengubah kompetisi menjadi tiga liga yang masing-masing berisi 18 tim.
Sebanyak 54 tim ambil bagian dalam edisi 2026-2027. Portugal datang sebagai juara bertahan setelah mengalahkan Spanyol melalui adu penalti pada final 2025.
Portugal juga tercatat sebagai negara tersukses di Nations League dengan dua gelar, yakni pada 2019 dan 2025. Prancis menjadi juara pada 2021, sedangkan Spanyol mengangkat trofi pada 2023.
Bagaimana format Nations League 2026-2027?
Sederhananya, 54 tim dibagi ke dalam empat liga: A, B, C, dan D. Liga A, B, dan C masing-masing terdiri atas empat grup berisi empat tim. Setiap negara menghadapi tiga lawan di grupnya dalam pertandingan kandang dan tandang.
Sementara itu, Liga D terdiri atas dua grup yang masing-masing berisi tiga tim. Setiap peserta Liga D memainkan empat pertandingan, dua kandang dan dua tandang.
Format ini membuat Nations League bukan sekadar turnamen tambahan. Ada target yang jelas di setiap pertandingan: perebutan tiket ke babak berikutnya, promosi, atau upaya menghindari degradasi.
Liga A menjadi panggung perebutan trofi
Liga A dihuni 16 tim. Mereka terbagi ke dalam empat grup. Delapan tim akan lolos ke perempat final, yakni juara dan runner-up dari masing-masing grup. Babak ini dimainkan dua leg pada 25-30 Maret 2027.
Berbeda dari semifinal dan final, perempat final menggunakan sistem kandang-tandang. Tim yang unggul secara agregat melaju ke putaran final. Empat pemenang perempat final kemudian tampil di putaran final.
Formatnya sederhana: semifinal, perebutan tempat ketiga, lalu final. Seluruh pertandingan fase tersebut dimainkan satu leg. Pertandingan puncak dijadwalkan berlangsung 13 Juni 2027. Namun, UEFA belum menetapkan tuan rumah putaran final dalam informasi terbarunya.
Bukan hanya juara grup yang diperebutkan
Persaingan di Liga A tidak berhenti pada perebutan tiket perempat final. Sistem promosi-degradasi untuk 2026-2027 dibuat khusus karena UEFA sedang menyiapkan perubahan format mulai 2028-2029. Dua tim peringkat ketiga terbaik di Liga A tetap berada di kasta tertinggi. Dua peringkat ketiga lainnya harus menjalani play-off Liga A/B.
Sementara itu, dua tim dengan peringkat keempat terbaik masih mendapat kesempatan mempertahankan tempat melalui play-off Liga A/B. Dua tim peringkat keempat dengan posisi terendah langsung turun ke Liga B. Empat runner-up Liga B akan menjadi lawan dalam play-off tersebut. Pertandingan digelar dua leg pada Maret 2027.
Bagaimana nasib Liga B dan Liga C?
Liga B juga memiliki jalur promosi yang jelas. Empat juara grup Liga B otomatis naik ke Liga A. Empat runner-up menghadapi tim-tim tertentu dari Liga A dalam play-off promosi-degradasi. Untuk posisi bawah, empat tim peringkat keempat Liga B harus menjalani play-off Liga B/C melawan empat runner-up Liga C.
Di Liga C, empat juara grup otomatis promosi ke Liga B. Empat runner-up mendapat kesempatan melalui play-off. Sedangkan Liga D memiliki aturan khusus. Keenam peserta Liga D akan promosi ke Liga C karena UEFA akan menghapus kasta tersebut setelah musim 2026-2027.
Siapa saja penghuni Liga A?
Empat grup Liga A 2026-2027 adalah:
Grup A1: Prancis, Italia, Belgia, Turki
Grup A2: Jerman, Belanda, Serbia, Yunani
Grup A3: Spanyol, Kroasia, Inggris, Czechia
Grup A4: Portugal, Denmark, Norwegia, Wales
Liga B terdiri atas Skotlandia, Swiss, Slovenia, Makedonia Utara, Hungaria, Ukraina, Georgia, Irlandia Utara, Israel, Austria, Republik Irlandia, Kosovo, Polandia, Bosnia-Herzegovina, Rumania, dan Swedia.
Liga C dihuni Albania, Finlandia, Belarus, San Marino, Montenegro, Armenia, Siprus, Latvia, Kazakhstan, Slovakia, Kepulauan Faroe, Moldova, Islandia, Bulgaria, Estonia, dan Luksemburg. Liga D berisi Gibraltar, Malta, Andorra, Lituania, Azerbaijan, serta Liechtenstein.
Jadwal Nations League 2026/27
Fase liga berlangsung dalam enam matchday. Matchday pertama digelar 24-26 September 2026, disusul matchday kedua pada 27-29 September.
Matchday ketiga berlangsung 30 September-3 Oktober, kemudian matchday keempat pada 4-6 Oktober. Setelah jeda, matchday kelima berlangsung 12-14 November dan matchday keenam pada 15-17 November 2026.
Perempat final Liga A serta play-off Liga A/B dan Liga B/C dijadwalkan 25-30 Maret 2027. Putaran final berlangsung 9-13 Juni 2027.
Ada satu catatan menarik. Fase pertama berlangsung dalam jendela internasional yang panjang, 24 September sampai 6 Oktober. Dalam rentang tersebut, mayoritas tim memainkan empat pertandingan Nations League.
Inggris langsung menghadapi Spanyol
Inggris berada di Grup A3 bersama Spanyol, Kroasia, dan Czechia. The Three Lions membuka kampanye dengan pertandingan melawan Spanyol pada 26 September 2026. Tiga hari kemudian, Inggris bertandang menghadapi Czechia. Pada 3 Oktober, giliran Kroasia menjadi lawan.
Pertandingan keempat mempertemukan Inggris dengan Czechia pada 6 Oktober. Setelah itu, Inggris menghadapi Kroasia pada 12 November dan menutup fase liga melawan Spanyol pada 15 November. Jadwal tersebut berarti Inggris menghadapi setiap lawan dua kali, sekali kandang dan sekali tandang.
Nations League dan tiket Euro 2028
Edisi 2026-2027 juga mempunyai kaitan dengan perjalanan menuju Euro 2028 di Inggris, Republik Irlandia, Skotlandia, dan Wales.
Sistem kualifikasi Euro 2028 tetap menentukan sebagian besar peserta melalui babak kualifikasi. Namun, sejumlah juara grup Nations League 2026-2027 yang belum lolos melalui jalur utama dapat memperoleh kesempatan masuk play-off Euro 2028.
Artinya, Nations League kali ini bukan hanya soal trofi dan promosi-degradasi. Hasil pertandingan juga dapat menjadi jalan kedua menuju putaran final Euro 2028 bagi tim yang memenuhi ketentuan UEFA.
Mengapa UEFA membuat Nations League?
Ide awal Nations League sederhana: mengurangi pertandingan persahabatan yang dinilai kurang kompetitif dan menggantinya dengan duel antartim yang memiliki level relatif seimbang. Konsepnya kemudian berkembang menjadi kompetisi dengan sistem liga, promosi, degradasi, dan putaran final.
Namun, UEFA kini kembali mengubah desainnya. Mulai edisi 2028-2029, Nations League akan menggunakan tiga liga yang masing-masing berisi 18 tim. Dengan demikian, edisi 2026-2027 menjadi babak penting dalam masa transisi menuju format baru tersebut. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi