RADARBANYUWANGI.ID - PSV Eindhoven datang ke markas FC Twente dengan satu misi sederhana: menjaga puncak klasemen Eredivisie. Namun, posisi itu belum aman. Sedikit saja terpeleset di De Grolsch Veste, persaingan papan atas bisa kembali berubah.
PSV Eindhoven akan menghadapi FC Twente pada lanjutan Eredivisie 2026-2027 akhir pekan ini. Pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi tim asuhan Peter Bosz yang baru saja mengambil alih posisi teratas klasemen berkat keunggulan selisih gol.
PSV mengoleksi 16 poin dari enam pertandingan. Jumlah tersebut sama dengan AZ Alkmaar. Karena itu, hasil pertandingan melawan Twente akan sangat menentukan posisi mereka setelah pekan ketujuh.
Feyenoord juga mengintai dari belakang. Artinya, kemenangan menjadi sangat penting bagi PSV untuk mempertahankan kendali di puncak. Di kubu seberang, Twente bukan lawan yang datang tanpa modal.
Tim berjuluk Tukkers itu menempati posisi kelima dengan 13 poin. Mereka hanya kalah pada pertandingan pembuka melawan Heerenveen. Setelah itu, Twente melewati lima laga liga tanpa kekalahan dengan catatan empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Jika mampu menundukkan PSV, Twente berpeluang menyamai perolehan 16 poin yang dimiliki PSV dan AZ. Masalahnya, sejarah pertemuan justru berbicara keras melawan mereka.
PSV Punya Rekor Dominan
Twente sudah delapan kali berturut-turut kalah dari PSV. Tujuh kekalahan terjadi dalam kompetisi Eredivisie.
Dalam rangkaian tersebut, PSV mencetak 22 gol dan hanya kebobolan lima kali. Catatan itu menjadi gambaran betapa berat pekerjaan John van den Brom untuk menghentikan dominasi lawannya.
Bukan hanya rekor pertemuan yang membuat PSV lebih percaya diri. Performa mereka di liga juga sedang menanjak. Setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Fortuna Sittard pada pertandingan pembuka, PSV kemudian menyapu lima laga berikutnya dengan kemenangan.
Menariknya, kelima kemenangan tersebut tidak semuanya berjalan dengan pertahanan sempurna. PSV selalu mencetak gol, tetapi juga selalu kebobolan. Itulah wajah permainan Peter Bosz: agresif, menyerang, dan berani mengambil risiko.
Produktivitas mereka menjadi bukti paling jelas. PSV telah mencetak 22 gol dalam enam pertandingan liga. Jumlah itu merupakan yang terbanyak di antara seluruh peserta Eredivisie. Feyenoord berada di belakang dengan 20 gol.
Dalam tiga kunjungan terakhir ke markas Twente, PSV juga selalu pulang membawa kemenangan. Mereka mencetak delapan gol dan hanya kebobolan dua.
Twente Sedang Menanjak
Twente memang memiliki alasan untuk percaya diri. Setelah kalah 0-1 dari Heerenveen pada pekan pertama, mereka tidak lagi tersentuh kekalahan di Eredivisie. Mereka mengalahkan PEC Zwolle 3-1, menang telak 4-1 atas Cambuur, bermain 2-2 dengan Groningen, kemudian mengalahkan Telstar 1-0 dan ADO Den Haag 2-0.
Performa tersebut mengangkat Twente ke posisi kelima dan membuat mereka tetap berada dalam jarak dekat dari kelompok teratas. Wout Weghorst juga mulai menemukan sentuhannya.
Sempat membutuhkan waktu untuk beradaptasi, striker tersebut kini telah mencetak tiga gol dan memberikan satu assist. Empat kontribusi gol itu menjadi catatan terbaik di skuad Twente. Younes Taha dan Sondre Orjasaeter menyusul dengan masing-masing tiga kontribusi gol. Namun, menghadapi PSV membutuhkan lebih dari sekadar momentum positif.
PSV Bisa Kembali Diperkuat Pepi dan Van Bommel
Kabar positif datang dari kedalaman skuad PSV. Pada pertandingan terakhir melawan Sparta Rotterdam, Bosz melakukan rotasi setelah agenda Liga Champions. Sven Mijnans tampil luar biasa dengan mencetak hat-trick. Esmir Bajraktarevic juga menyumbang dua assist setelah masuk menggantikan Ivan Perisic. Rotasi tersebut menunjukkan bahwa PSV tidak hanya bergantung pada pemain inti.
Untuk pertandingan melawan Twente, Ricardo Pepi, Ivan Perisic, dan Ruben van Bommel diperkirakan kembali ke susunan utama. Kehadiran mereka menambah daya gedor PSV yang sudah menghasilkan 22 gol di liga.
Namun, PSV juga tidak sepenuhnya bebas masalah. Alassane Plea, Sam Lammers, Sami Ouaissa, Kiliann Sildillia, dan Jerdy Schouten disebut tidak tersedia. Schouten mengalami cedera ACL, sedangkan Ouaissa bermasalah pada hamstring. Twente juga masih kehilangan Kristian Hlynsson dan Stav Lemkin.
Perkiraan Susunan Pemain
FC Twente: Unnerstall; Van Rooij, Bruns, Propper, Nijstad; Zerrouki, Weidmann; Pjaca, Taha, Orjasaeter; Weghorst.
PSV Eindhoven: Kovar; Dest, Geertruida, Obispo, Junior; Til, Sano, Wanner; Perisic, Pepi, Van Bommel.
Lima Hal yang Bisa Menentukan Pertandingan
1. Produktivitas PSV vs pertahanan Twente
PSV adalah tim paling produktif di Eredivisie sejauh ini dengan 22 gol. Twente harus menemukan cara meredam serangan yang dibangun dengan intensitas tinggi.
2. Weghorst menjadi tumpuan Twente
Empat kontribusi gol menjadikan Weghorst salah satu pemain penting Twente. Pergerakannya di depan gawang akan menjadi ancaman yang harus diperhatikan lini belakang PSV.
3. Kembalinya Pepi dan Van Bommel
Dua pemain tersebut berpotensi mengembalikan kekuatan utama PSV setelah Bosz melakukan rotasi pada pertandingan sebelumnya.
4. Rekor pertemuan
Delapan kemenangan beruntun PSV atas Twente menjadi beban sejarah bagi tuan rumah. Twente membutuhkan performa yang jauh lebih baik untuk memutus rangkaian tersebut.
5. Perebutan puncak klasemen
PSV tidak sekadar mengejar tiga poin. Hasil pertandingan juga berkaitan langsung dengan posisi mereka di puncak klasemen karena AZ Alkmaar dan Feyenoord siap memanfaatkan setiap kesalahan.
Prediksi skor: FC Twente 1-3 PSV Eindhoven.
Twente memang sedang berada dalam periode positif. Mereka tidak terkalahkan dalam lima pertandingan liga terakhir dan memiliki peluang mendekati papan atas.
Tetapi PSV datang dengan kombinasi berbeda: produktivitas tinggi, lima kemenangan beruntun di Eredivisie, serta dominasi dalam pertemuan langsung. Dengan kembalinya beberapa pemain utama, PSV diperkirakan memiliki lebih banyak pilihan di lini depan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi