RADARBANYUWANGI.ID – Feyenoord membawa modal yang sulit diabaikan saat menjamu FC Utrecht pada pekan ketujuh Eredivisie di De Kuip, Minggu.
Tuan rumah baru saja melampiaskan kekecewaan setelah kalah telak dari Barcelona di Liga Champions. Bukan dengan kemenangan tipis, melainkan pesta tujuh gol tanpa balas ke gawang PEC Zwolle.
Hasil itu menjadi sinyal bahwa Feyenoord sudah kembali menemukan respons setelah mengalami kekalahan pertamanya musim ini. Kini, tantangan berikutnya adalah mengubah performa tersebut menjadi kemenangan kandang pertama di Eredivisie musim ini.
Feyenoord memang belum menang di De Kuip dalam kompetisi domestik musim ini. Dua pertandingan kandang sebelumnya berakhir imbang 2-2, masing-masing ketika menghadapi Go Ahead Eagles dan ADO Den Haag. Namun, sejarah pertemuan memberikan alasan bagi Feyenoord untuk percaya diri.
Dalam delapan pertemuan terakhir melawan Utrecht, Feyenoord menang tujuh kali. Secara keseluruhan, mereka juga memenangi delapan dari 10 pertemuan terakhir kedua tim. Utrecht datang dengan kondisi berbeda. Mereka baru meraih kemenangan pertama musim ini ketika menundukkan Excelsior 2-1 pekan lalu. Gol kemenangan dicetak Dani de Wit pada menit-menit akhir.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan perdana Anthony Correia sejak dipercaya menggantikan Ron Jans pada musim panas. Masalahnya, Utrecht kini harus menghadapi Feyenoord yang baru saja mencetak tujuh gol.
Feyenoord sedang panas Feyenoord sempat menghadapi pertanyaan besar setelah dihantam Barcelona 5-1 dalam pertandingan pembuka Liga Champions.
Namun, jawaban mereka datang dengan sangat cepat. Melawan PEC Zwolle, Feyenoord menang 7-0. Nacho Ferri mencetak hat-trick, sementara Anis Hadj Moussa menyumbang dua gol.
Kemenangan tersebut membuat Feyenoord kembali ke jalur positif di Eredivisie. Dari enam pertandingan liga, mereka mengoleksi empat kemenangan dan dua hasil imbang. Rinciannya adalah kemenangan atas Sparta Rotterdam, Cambuur, NEC, dan PEC Zwolle, serta hasil imbang melawan Go Ahead Eagles dan ADO Den Haag.
Catatan tersebut menempatkan Feyenoord sebagai salah satu tim yang berpeluang berada di puncak klasemen setelah pekan ketujuh. Mereka bisa sementara naik ke posisi teratas jika meraih kemenangan dan hasil pertandingan lain mendukung.
AZ Alkmaar dan PSV Eindhoven menjadi dua tim yang juga akan menentukan perubahan posisi di papan atas.
Utrecht masih mencari konsistensi
Utrecht baru mengakhiri periode sulitnya dengan kemenangan atas Excelsior.
Sebelumnya, mereka mengalami dua kekalahan beruntun melawan Groningen dan AZ Alkmaar. Setelah itu, Utrecht bermain imbang 3-3 melawan Sparta Rotterdam, kalah 1-6 dari PSV Eindhoven, dan kembali bermain imbang 3-3 melawan Go Ahead Eagles. Artinya, dalam enam pertandingan liga, Utrecht baru menang sekali.
Mereka juga kebobolan cukup banyak. Kekalahan 1-4 dari AZ dan 1-6 dari PSV menunjukkan bahwa lini belakang Utrecht masih menjadi pekerjaan rumah besar. Kini mereka harus berhadapan dengan Feyenoord yang baru saja membuktikan ketajaman dengan tujuh gol.
Rekor pertemuan berpihak kepada Feyenoord
Utrecht memang pernah membuat kejutan ketika menang 2-1 atas Feyenoord pada Januari tahun lalu.
Kemenangan itu sekaligus menghentikan rangkaian lima kemenangan Feyenoord dalam duel kedua klub dan mengakhiri tujuh pertandingan tanpa kekalahan Feyenoord atas Utrecht. Menariknya, kemenangan tersebut merupakan kemenangan pertama Utrecht di Rotterdam dalam 11 tahun.
Sebelumnya, mereka terakhir menang di markas Feyenoord pada Agustus 2014 dengan skor 2-1. Karena itu, Utrecht membutuhkan performa yang jauh lebih solid jika ingin kembali membuat kejutan di De Kuip.
Berita tim Feyenoord
Feyenoord tidak turun dengan kekuatan penuh. Bart Nieuwkoop dan Gijs Smal masih absen karena cedera pergelangan kaki. Jakub Moder mengalami masalah lutut, Thomas Beelen masih menepi karena patah kaki, sedangkan Jordan Bos juga mengalami cedera lutut. Di lini depan, kepergian Ayase Ueda membuat Nacho Ferri mendapat ruang lebih besar.
Striker tersebut langsung membayarnya dengan tiga gol ketika menghadapi PEC Zwolle. Anis Hadj Moussa juga menunjukkan ketajaman dengan dua gol dalam pertandingan yang sama.
Di lini tengah, Gjivai Zechiel menjadi pemain yang patut diperhatikan. Ia telah mencetak lima gol Eredivisie dan menyumbang tiga assist dari enam penampilan musim ini.
Berita tim FC Utrecht
Utrecht juga memiliki sejumlah pemain yang belum dapat dimainkan. Noah Ohio mengalami cedera lutut, Alonzo Engwanda bermasalah dengan hamstring, Kevin Paredes mengalami cedera lutut, Miliano Jonathans masih dalam pemulihan cedera ACL, sedangkan Victor Jensen juga mengalami masalah pada lutut. Artem Stepanov menjadi ancaman utama di lini depan.
Ia datang ke pertandingan ini dengan catatan mencetak gol dalam lima pertandingan liga secara beruntun. Utrecht tentu berharap striker tersebut mampu melanjutkan rekor tersebut di De Kuip.
Namun, Stepanov bukan satu-satunya sumber gol. Dani de Wit juga sedang dalam momentum bagus setelah mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir melawan Go Ahead Eagles dan Excelsior.
Perkiraan susunan pemain
Feyenoord: Ernst; Read, Watanabe, St Juste, Marmol; Zechiel, Vanhoutte, Targhalline; Hadj Moussa, Nacho, Valente.
FC Utrecht: Barkas; Vesterlund, Horemans, Didden, Panagiotou, Zagre; Alarcon, De Wit, Van den Berg, Cathline; Stepanov.
Prediksi skor: Feyenoord 3-1 FC Utrecht.
Feyenoord memiliki dua modal penting: performa terbaru dan rekor pertemuan. Kemenangan 7-0 atas PEC Zwolle menunjukkan lini depan mereka sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Sementara Utrecht masih mencari stabilitas setelah hanya sekali menang dalam enam pertandingan liga.
Tantangan terbesar Feyenoord justru ada pada catatan kandang. Mereka belum meraih kemenangan di De Kuip pada Eredivisie musim ini.
Namun, dengan ketajaman Ferri, Hadj Moussa, dan Zechiel, Feyenoord memiliki peluang besar untuk mengakhiri catatan tersebut. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi