RADARBANYUWANGI.ID – Lionel Messi baru saja menambah satu trofi lagi ke dalam koleksi panjang kariernya. Kini, kapten Inter Miami itu kembali menjadi pusat perhatian ketika timnya menjamu San Diego dalam lanjutan Major League Soccer (MLS), Minggu.
Pertandingan ini akan menjadi pertemuan pertama kedua klub di panggung MLS. Inter Miami datang dengan modal sebagai juara bertahan sekaligus penghuni peringkat kedua Wilayah Timur.
Sebaliknya, San Diego sedang mencari jalan keluar dari periode buruk. Klub asal California itu berada di posisi kesembilan Wilayah Barat setelah dipermalukan Philadelphia Union dengan skor telak 0-5 pada pertandingan sebelumnya.
Laga ini menjadi penting bagi kedua tim. Inter Miami membutuhkan kemenangan untuk menjaga posisi di papan atas, sedangkan San Diego harus segera menghentikan tren negatif agar tiket playoff tidak lepas dari genggaman.
Messi dan Trofi ke-48
Messi memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi. Pada Rabu lalu, pemain asal Argentina tersebut membantu Inter Miami mengalahkan Cruz Azul 2-0 dalam ajang Campeones Cup. Trofi itu menjadi gelar internasional kedua bagi Inter Miami sekaligus menambah koleksi pribadi Messi menjadi 48 trofi sepanjang kariernya.
Lebih istimewa lagi, Messi mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Gol itu sekaligus menjadi gol ke-100 Messi untuk Inter Miami. Ia juga sedang berada dalam momentum bagus karena mencetak gol dalam dua pertandingan kompetitif terakhir. Namun, situasi Inter Miami di MLS tidak sepenuhnya nyaman.
Dalam delapan pertandingan terakhir liga, Miami hanya mampu memenangkan satu pertandingan. Mereka tujuh kali kehilangan poin dalam periode tersebut, meski hanya dua kali mengalami kekalahan.
Hasil imbang 2-2 melawan Nashville SC pada pertandingan terakhir membuat posisi Inter Miami di peringkat kedua mulai terancam. Jarak dengan tim peringkat keempat hanya tiga poin. Produktif, tetapi Pertahanan Miami Rapuh Ada paradoks menarik di balik performa Inter Miami.
Tim asuhan Kily Gonzalez merupakan klub paling produktif di MLS dengan rata-rata 2,4 gol per pertandingan. Namun, mereka juga kebobolan rata-rata 1,8 gol setiap laga liga.
Artinya sederhana: Miami mampu mencetak banyak gol, tetapi pertahanannya masih memberikan ruang bagi lawan. Faktor kandang menjadi modal penting.
Inter Miami belum terkalahkan ketika menghadapi tim dari Wilayah Barat di kandang musim ini. Salah satu hasilnya adalah kemenangan 2-0 atas Portland Timbers pada Mei lalu. Rekor tersebut tentu ingin dipertahankan ketika San Diego datang ke Florida.
San Diego Terancam Kehilangan Posisi Playoff
San Diego memasuki pertandingan dengan situasi yang jauh lebih genting. Mereka masih berada di posisi kesembilan Wilayah Barat, yang merupakan batas terakhir zona playoff. Namun, keunggulan mereka atas Los Angeles Galaxy hanya berdasarkan selisih gol. Dengan sembilan pertandingan tersisa, setiap poin menjadi sangat berharga.
Masalah terbesar San Diego adalah pertahanan. Mereka sudah kebobolan 42 gol musim ini. Jumlah tersebut bahkan satu gol lebih banyak dibandingkan total kebobolan mereka sepanjang musim perdana di MLS. Penurunan performa juga terlihat ketika bermain tandang.
Pada 2025, San Diego mampu meraih 12 kemenangan tandang, jumlah terbanyak di liga. Musim ini, mereka baru mengoleksi dua kemenangan di markas lawan. Disiplin pemain turut menjadi persoalan. San Diego sudah menerima delapan kartu merah, terbanyak di MLS.
Ada catatan lain yang tidak kalah menarik. San Diego belum pernah memenangkan pertandingan reguler MLS ketika bermain di Florida. Awal bulan ini mereka bahkan kalah 0-1 dari Orlando City.
Performa Terbaru Kedua Tim
Inter Miami meraih satu kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan dalam enam pertandingan MLS terakhir. Rinciannya:
Philadelphia Union 2-2 Inter Miami
Inter Miami 1-2 Toronto
Inter Miami 7-1 CF Montreal
Inter Miami 2-2 Atlanta United
Chicago Fire 1-1 Inter Miami
Inter Miami 2-2 Nashville SC
Sementara itu, San Diego hanya menang dua kali dalam enam pertandingan terakhir MLS.
Portland Timbers 3-1 San Diego
San Diego 3-0 Colorado Rapids
San Diego 3-1 Los Angeles Galaxy
Orlando City 1-0 San Diego
San Diego 2-3 San Jose Earthquakes
San Diego 0-5 Philadelphia Union
Perbandingan ini memperlihatkan satu hal: kedua tim sama-sama memiliki pekerjaan rumah, tetapi masalah San Diego saat ini lebih terlihat di lini pertahanan.
Berita Tim: Messi Siap Tampil
Inter Miami kemungkinan kehilangan beberapa pemain karena cedera. Mateo Silvetti mengalami masalah pada bahu. Santiago Morales bermasalah dengan otot paha depan, Micael mengalami keseleo pergelangan kaki, sedangkan Tadeo Allende masih menjalani pemulihan cedera lutut.
Di sisi lain, Messi diperkirakan kembali menjadi motor serangan. Setelah mencetak gol ke-100 untuk Miami, sang kapten berada dalam jalur positif menjelang pertandingan ini.
San Diego juga memiliki sejumlah pemain yang diragukan tampil. Gabriel Pirani, Alex Mighten, dan Marcus Ingvartsen mengalami masalah cedera pada bagian bawah tubuh. Oscar Verhoeven dipastikan absen karena hukuman akumulasi kartu kuning. Namun, San Diego mendapat tambahan tenaga setelah kiper CJ dos Santos dapat kembali bermain usai menjalani skorsing.
Perkiraan Susunan Pemain
Inter Miami: St. Clair; Fray, Casemiro, Falcon, Reguilon; De Paul, Bright, Segovia; Suarez, Messi, Berterame.
San Diego: Dos Santos; Kumado, Duah, Murphy, Sargeant; Alvarado, Tverskov, Vazquez; Dreyer, Pellegrino, Achouri.
Prediksi skor: Inter Miami 3-0 San Diego.
Pertandingan ini berpotensi menjadi ujian berat bagi San Diego. Mereka beberapa kali kehilangan posisi ketika bertahan dan terlihat tidak stabil dalam mengantisipasi serangan lawan.
Menghadapi Miami yang memiliki produktivitas 2,4 gol per pertandingan, kelemahan tersebut bisa menjadi masalah besar. Messi juga datang dengan kepercayaan diri setelah mencetak gol ke-100 untuk klub.
Inter Miami memang belum konsisten di MLS. Namun, kombinasi keuntungan bermain di kandang, kualitas lini depan, serta kondisi San Diego yang sedang mengalami tren buruk membuat Miami memiliki peluang mencetak lebih banyak gol. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi