RADARBANYUWANGI.ID – Lazio membawa modal tak terkalahkan saat bertandang ke markas Venezia pada lanjutan Serie A. Bermain di Stadio Penzo, Sabtu malam, tim asuhan Gennaro Gattuso berambisi melanjutkan start impresif sekaligus menambah tekanan bagi Venezia yang belum meraih satu poin pun musim ini.
Lazio mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan. Catatan itu menjadi salah satu start terbaik mereka pada abad ke-21, menyamai pencapaian pada musim 2017-2018.
Sebaliknya, Venezia datang dengan situasi yang jauh lebih berat. Empat pertandingan Serie A berakhir dengan kekalahan. Gawang mereka sudah kebobolan 11 gol.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan momentum yang bertolak belakang. Lazio sedang membangun kepercayaan diri, sedangkan Venezia masih mencari cara untuk bertahan di level tertinggi setelah promosi sebagai juara Serie B pada Mei lalu.
Lazio Bangkit Setelah Tersandung AC Milan
Lazio sebenarnya hampir mengamankan kemenangan ketika menjamu AC Milan pada pertandingan sebelumnya. Mereka sempat unggul dua gol. Namun, pertandingan berubah setelah jeda. Milan mampu mencetak dua gol dan memaksa laga berakhir 2-2.
Satu poin tersebut tetap bernilai penting karena Lazio berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan.
Sebelum ditahan Milan, Lazio meraih tiga kemenangan beruntun di Serie A. Bologna mereka kalahkan 1-0 di Stadio Dall'Ara, kemudian Genoa ditundukkan 1-0 dan Udinese dikalahkan 2-1. Rangkaian hasil tersebut membuat Gattuso memiliki fondasi kuat untuk membawa Lazio menghadapi jadwal berikutnya.
Ada satu catatan menarik dari perjalanan Lazio. Sejak tersingkir dari Coppa Italia oleh Mantova dalam debut Gattuso di bangku cadangan, Biancocelesti justru mampu memperlihatkan perkembangan positif di liga. Kini Venezia menjadi ujian berikutnya.
Venezia Masih Terjebak di Dasar
Bagi Venezia, laga melawan Lazio datang pada waktu yang tidak mudah. Tim Giovanni Stroppa belum mendapatkan poin di Serie A. Empat laga pertama semuanya berakhir dengan kekalahan.
Kekalahan terakhir bahkan cukup menyakitkan. Venezia sempat memimpin Fiorentina melalui Akor Adams, tetapi keunggulan itu runtuh. Fiorentina kemudian membalikkan keadaan dan menang 4-2.
Masalah Venezia bukan sekadar hasil. Pertahanan mereka juga menjadi perhatian. Sebanyak 11 gol telah bersarang ke gawang Venezia di Serie A. Jika ditambah pertandingan Coppa Italia, jumlah kebobolan mereka menjadi 15 gol.
Menariknya, banyak gol tersebut muncul pada 30 menit terakhir pertandingan. Artinya, konsentrasi dan daya tahan pertahanan menjadi persoalan yang harus segera diperbaiki Stroppa. Tugas Venezia semakin berat karena setelah menjamu Lazio, mereka harus menghadapi Atalanta di Bergamo dan Napoli di Stadio Penzo.
Rekor Pertemuan Tidak Berpihak kepada Venezia
Venezia terakhir kali mengalahkan Lazio di liga pada Januari 2000. Sejak saat itu, tujuh pertandingan liga berlalu tanpa kemenangan Venezia atas Biancocelesti. Enam kemenangan Venezia atas Lazio di kasta tertinggi seluruhnya terjadi di kandang sendiri. Namun, sejarah tersebut kini berjarak lebih dari dua dekade.
Stadio Penzo memang menyimpan kenangan tersendiri bagi Venezia. Tetapi situasi sekarang berbeda. Mereka menghadapi Lazio yang sedang dalam tren positif dan memiliki perolehan poin jauh lebih baik. Kondisi Pemain Lazio Gattuso kembali harus menentukan siapa yang dipercaya memimpin lini depan Lazio.
Andrea Pinamonti dan Tijjani Noslin menjadi dua kandidat utama untuk posisi penyerang tengah. Mattia Zaccagni kemungkinan tetap mengisi sisi kiri trisula serangan. Kapten Lazio tersebut tampil penting dalam dua pertandingan terakhir. Ia menyumbangkan assist pada masing-masing laga.
Dari sisi cedera, Adam Marusic dan Nicolo Rovella masih harus menepi. Kabar lebih baik datang dari Fisayo Dele-Bashiru yang telah kembali berlatih penuh.
Patric dan Danilo Doekhi juga berpeluang kembali tersedia. Jika keduanya siap bermain, persaingan di jantung pertahanan akan melibatkan Josip Sutalo dan Diogo Leite untuk mendampingi Oliver Provstgaard.
Venezia Didera Masalah Cedera
Venezia juga tidak berada dalam kondisi ideal. Marin Sverko, Bartol Franjic, Andrea Adorante, dan Armel Bella-Kotchap termasuk pemain yang harus absen. Kondisi Toma Basic juga masih diragukan.
Situasi semakin rumit setelah kapten Gianluca Busio mengalami cedera otot dalam kekalahan dari Fiorentina. Absennya Busio menjadi kehilangan penting bagi Stroppa karena Venezia membutuhkan pengalaman dan stabilitas untuk menghadapi tekanan Lazio.
Perkiraan Susunan Pemain
Venezia (3-4-1-2): Stankovic; Schingtienne, Moreno, Jesus; Hainaut, Sohm, Helgason, Perez, Correia; Yeboah, Adams.
Lazio (4-3-3): Mandas; Mussolini, Sutalo, Provstgaard, Tavares; Frattesi, Belahyane, Taylor; Cancellieri, Pinamonti, Zaccagni.
Lima Duel Taktik yang Bisa Menentukan Laga
1. Adams menghadapi lini belakang Lazio
Akor Adams menjadi salah satu sumber ancaman Venezia. Ia harus mampu memanfaatkan setiap ruang di belakang pertahanan Lazio. Jika suplai bola terputus, Venezia akan kesulitan menciptakan peluang.
2. Zaccagni vs bek sayap Venezia
Zaccagni menjadi pemain yang patut diperhatikan. Pergerakannya dari sisi kiri dapat memaksa lini belakang Venezia bergeser dan membuka ruang bagi pemain Lazio lainnya.
3. Frattesi dan lini tengah
Davide Frattesi telah menjadi salah satu pemain penting dalam rentetan kemenangan Lazio. Kemampuan bergeraknya dari lini kedua dapat menjadi masalah bagi lini tengah Venezia.
4. Ketahanan Venezia setelah menit ke-60
Data kebobolan Venezia menunjukkan persoalan pada fase akhir pertandingan. Lazio bisa meningkatkan tekanan setelah pertandingan memasuki satu jam permainan.
5. Respons Lazio setelah kehilangan keunggulan
Hasil 2-2 melawan Milan menjadi pengingat bahwa keunggulan tidak otomatis menjamin kemenangan. Gattuso tentu ingin melihat Lazio lebih tenang ketika berada dalam posisi unggul.
Prediksi skor: Venezia 1-3 Lazio.
Lazio datang dengan modal 10 poin dari empat pertandingan, sementara Venezia masih mencari poin pertama. Perbedaan performa, kualitas hasil, dan kondisi skuad membuat pertandingan ini berpotensi menjadi ujian berat bagi tuan rumah.
Venezia memang bermain di kandang sendiri. Namun, rapuhnya pertahanan dan banyaknya pemain yang absen membuat pekerjaan Stroppa semakin sulit. Lazio diperkirakan mampu mengendalikan pertandingan dan membawa pulang tiga poin. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi