RADARBANYUWANGI.ID – Jejak Todd Boehly di Chelsea tidak hanya meninggalkan perubahan di level kepemilikan. Ada satu warisan lain yang sulit diabaikan: 13 pemain yang didatangkan ketika pengusaha Amerika Serikat itu merangkap sebagai direktur olahraga interim pada musim panas 2022.
Empat tahun berlalu, hasil dari belanja tersebut terlihat semakin jelas. Hanya Wesley Fofana, Gabriel Slonina, dan Shim Mheuka yang masih terikat dengan Chelsea pada 2026. Sementara sejumlah nama lain sudah berpindah klub, dilepas gratis, atau justru menghasilkan keuntungan ketika dijual.
Boehly mengambil kendali urusan olahraga Chelsea setelah konsorsium yang dipimpinnya bersama Clearlake Capital mengambil alih klub dari Roman Abramovich pada 2022. Masa transisi itu membuat Boehly turun langsung mengurusi aktivitas transfer.
Sebanyak 13 pemain masuk Stamford Bridge. Nilai keseluruhan belanja diperkirakan mencapai sekitar £275 juta atau lebih dari Rp5 triliun jika menggunakan kurs sekitar Rp19.000 per pound.
Namun, uang yang kembali dari penjualan pemain tersebut hanya sekitar £125 juta. Perhitungan akuntansi Chelsea memang tidak sesederhana membandingkan harga beli dan harga jual karena terdapat amortisasi kontrak. Tetapi secara kasatmata, sebagian besar investasi awal tersebut belum memberikan hasil yang sepadan.
Cucurella menjadi pengecualian
Dari seluruh pemain yang direkrut pada periode tersebut, Marc Cucurella menjadi cerita paling berhasil. Bek kiri asal Spanyol itu didatangkan Chelsea dari Brighton & Hove Albion dengan nilai sekitar £60 juta. Awalnya, Cucurella tidak langsung meyakinkan. Musim pertamanya bahkan menjadi periode yang penuh kritik.
Situasinya kemudian berubah. Cucurella berkembang menjadi salah satu pemain penting Chelsea. Ia mencatat 163 penampilan, membantu klub meraih dua trofi, sebelum akhirnya pindah ke Real Madrid dengan nilai sekitar £47,5 juta.
Secara performa dan pembukuan, Cucurella menjadi salah satu investasi yang paling masuk akal dari gelombang transfer Boehly.
Fofana masih di Chelsea, tetapi cedera menjadi masalah Wesley Fofana datang dari Leicester City dengan komitmen biaya mencapai £70 juta.
Angka itu menjadikannya salah satu investasi terbesar Chelsea pada musim panas 2022. Namun, perjalanan pemain asal Prancis tersebut tidak berjalan mulus. Cedera berkepanjangan membatasi kontribusinya. Fofana sejauh ini hanya mengumpulkan 76 penampilan di semua kompetisi untuk Chelsea.
Pada 2026, Fofana masih menjadi bagian dari skuad Chelsea. Namun, persoalan kebugaran dan performanya ketika tampil membuat statusnya sebagai investasi sukses masih menjadi tanda tanya. Sterling sempat produktif, tetapi berakhir tanpa pemasukan
Raheem Sterling dibeli dari Manchester City dengan harga £47,5 juta. Ia sempat memberikan kontribusi cukup besar. Sterling menghasilkan 19 gol dan 15 assist dari 81 penampilan bersama Chelsea.
Masalah muncul setelah pergantian pelatih dan perubahan arah skuad. Sterling tidak lagi masuk dalam rencana klub pada 2024. Chelsea akhirnya melepasnya secara gratis. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri masa pemain Inggris itu di Stamford Bridge setelah klub berupaya mengurangi beban gaji.
Pada 2026, Sterling tercatat terakhir bermain untuk Feyenoord. Koulibaly hanya bertahan satu musim Chelsea juga mendatangkan Kalidou Koulibaly dari Napoli dengan nilai sekitar £33 juta.
Pengalaman bek Senegal itu diharapkan bisa memberikan stabilitas pada lini belakang. Kenyataannya, Koulibaly hanya bertahan semusim. Ia mencatat 32 penampilan sebelum dijual ke Al-Hilal dengan nilai sekitar £20 juta. Secara finansial, Chelsea mengalami selisih negatif dari transfer tersebut.
Chukwuemeka justru menghasilkan keuntungan
Tidak semua transfer mahal berakhir buruk. Carney Chukwuemeka datang dari Aston Villa dengan biaya sekitar £20 juta. Ia memang hanya tampil 32 kali untuk Chelsea, tetapi kemudian dijual ke Borussia Dortmund seharga sekitar £24 juta.
Artinya, Chelsea memperoleh keuntungan nominal sekitar £4 juta dari transfer tersebut, sebelum memperhitungkan struktur pembayaran dan biaya lain. Kasus Chukwuemeka menunjukkan bahwa strategi membeli pemain muda kemudian menjualnya kembali masih bisa menghasilkan nilai ekonomi meski kontribusi di tim utama terbatas.
Aubameyang menjadi korban perubahan mendadak
Pierre-Emerick Aubameyang direkrut dari Barcelona dengan biaya sekitar £10,3 juta. Transfer tersebut memiliki alasan yang cukup jelas. Aubameyang pernah bekerja bersama Thomas Tuchel dan diharapkan langsung memahami sistem pelatih asal Jerman tersebut. Tetapi sepak bola bergerak lebih cepat daripada rencana transfer.
Beberapa jam setelah Aubameyang menjalani debutnya dalam kekalahan Liga Champions melawan Dinamo Zagreb, Chelsea memecat Tuchel.
Aubameyang akhirnya hanya membuat 21 penampilan untuk Chelsea sebelum meninggalkan klub secara gratis dan melanjutkan kariernya. Kini ia tercatat bermain untuk Deportivo La Coruna.
Casadei tidak pernah tampil untuk tim utama
Cesare Casadei menjadi salah satu investasi Chelsea pada pemain muda. Gelandang Italia tersebut didatangkan dari Inter Milan dengan nilai hampir £17 juta. Namun, ia tidak pernah sekalipun tampil untuk tim utama Chelsea.
Total penampilannya dalam berbagai masa peminjaman dan periode bersama Chelsea hanya mencapai 17 pertandingan sebelum akhirnya dijual ke Torino dengan harga sekitar £12,8 juta.
Ini menjadi contoh lain besarnya biaya yang dikeluarkan Chelsea untuk pemain muda yang tidak pernah benar-benar mendapatkan tempat di tim utama.
Hutchinson malah menjadi salah satu bisnis terbaik
Ada pula transfer yang awalnya nyaris tidak terdengar, tetapi justru menghasilkan uang. Omari Hutchinson didatangkan Chelsea secara gratis dari Arsenal. Winger tersebut memang hanya mencatat dua penampilan senior. Namun, Chelsea kemudian menjualnya ke Ipswich Town dengan nilai sekitar £20 juta.
Pada 2026, Hutchinson merupakan bagian dari Nottingham Forest dan menjalani masa peminjaman di AC Milan. Dari sisi bisnis, Hutchinson menjadi salah satu transaksi paling menguntungkan dalam daftar tersebut karena Chelsea tidak mengeluarkan biaya transfer ketika merekrutnya.
Tiga pemain muda lain
Tyler Dibling juga masuk dalam daftar 13 rekrutan Boehly. Chelsea membayar sekitar £1,7 juta kepada Southampton untuk pemain muda tersebut.
Namun, Dibling hanya mencatat dua penampilan bersama tim U-18 Chelsea sebelum kembali ke Southampton karena persoalan homesick. Ia kemudian dijual Southampton dan kini bermain untuk Everton.
Eddie Beach, penjaga gawang yang direkrut dari Southampton, tidak pernah tampil untuk tim utama Chelsea. Setelah meninggalkan Stamford Bridge, ia melanjutkan karier di Kilmarnock dan kemudian Shelbourne. Sementara Zak Sturge, yang datang dari akademi Brighton, juga gagal mencatat penampilan senior sebelum meninggalkan Chelsea menuju Millwall.
Slonina dan Mheuka masih menjadi tanda tanya Gabriel Slonina direkrut dari Chicago Fire dengan biaya sekitar £8,1 juta.
Namun, kiper Amerika Serikat itu belum pernah tampil untuk tim utama Chelsea. Pada 2026, masa depannya di Stamford Bridge masih tidak jelas. Berbeda dengan Slonina, Shim Mheuka masih menjadi salah satu proyek jangka panjang klub.
Chelsea membayar sekitar £1 juta untuk pemain muda tersebut, dengan nilai transfer yang berpotensi meningkat menjadi £4,25 juta. Mheuka berkembang melalui level junior Chelsea, kemudian menandatangani kontrak jangka panjang dan kini dipinjamkan ke Celtic.
Jika berhasil menembus tim utama, investasi tersebut bisa berubah menjadi keuntungan olahraga. Jika dijual dengan harga tinggi, keuntungan finansial juga masih mungkin diperoleh.
Daftar lengkap 13 rekrutan Boehly
Berikut posisi 13 pemain yang direkrut Chelsea pada periode Boehly menjadi direktur olahraga interim:
|
Pemain |
Nilai transfer |
Kondisi pada 2026 |
|
Wesley Fofana |
£70 juta |
Masih di Chelsea |
|
Marc Cucurella |
£60 juta |
Dijual ke Real Madrid £47,5 juta |
|
Raheem Sterling |
£47,5 juta |
Dilepas gratis, terakhir di Feyenoord |
|
Kalidou Koulibaly |
£33 juta |
Dijual ke Al-Hilal £20 juta |
|
Carney Chukwuemeka |
£20 juta |
Dijual ke Dortmund £24 juta |
|
Cesare Casadei |
£16,8 juta |
Dijual ke Torino £12,8 juta |
|
Pierre-Emerick Aubameyang |
£10,3 juta |
Pergi gratis, kini Deportivo La Coruna |
|
Gabriel Slonina |
£8,1 juta |
Masih di Chelsea |
|
Tyler Dibling |
£1,7 juta |
Kembali ke Southampton, kini Everton |
|
Shim Mheuka |
£1 juta + bonus |
Masih di Chelsea, dipinjamkan ke Celtic |
|
Zak Sturge |
£900 ribu |
Dijual/ditinggalkan, kini Millwall |
|
Eddie Beach |
Tidak diumumkan |
Kini Shelbourne |
|
Omari Hutchinson |
Gratis |
Dijual ke Ipswich £20 juta, kini Forest/AC Milan |
Warisan transfer Boehly
Empat tahun setelah jendela transfer tersebut, gambarnya menjadi cukup terang. Cucurella menjadi keberhasilan paling menonjol. Chukwuemeka dan Hutchinson memberikan keuntungan melalui penjualan. Mheuka masih menyimpan potensi. Fofana masih memiliki kesempatan untuk membalikkan penilaian apabila mampu menjaga kebugaran.
Di sisi lain, Sterling, Koulibaly, Aubameyang, Casadei, Slonina, Dibling, Beach, dan Sturge tidak memberikan kontribusi yang sebanding dengan ekspektasi atau biaya awal mereka.
Chelsea menghabiskan sekitar £275 juta untuk 13 pemain tersebut dan mendapatkan sekitar £125 juta dari penjualan. Angka itu belum menggambarkan seluruh dampak ekonomi karena kontrak pemain diamortisasi dalam laporan keuangan.
Tetapi satu hal sulit disangkal: periode Boehly sebagai pengambil keputusan transfer memberikan gambaran awal mengenai pendekatan Chelsea di pasar pemain setelah era Abramovich.
Banyak pemain didatangkan. Banyak pula yang kemudian pergi. Dan Stamford Bridge masih harus menunggu jawaban apakah investasi besar pada pemain muda akhirnya benar-benar menghasilkan skuad elite, atau hanya menghasilkan daftar panjang nama yang pernah singgah. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi