RADARBANYUWANGI.ID – Jurgen Klopp memulai era barunya bersama Timnas Jerman dengan cara yang tidak biasa. Bukan satu skuad gemuk yang akan bekerja sepanjang jeda internasional, melainkan 44 pemain yang dibagi ke dalam dua kelompok untuk menghadapi empat pertandingan UEFA Nations League 2026-2027.
Dari jumlah tersebut, terdapat 16 pemain yang belum pernah mencatat penampilan untuk tim senior Jerman. Klopp sengaja membuka pintu selebar mungkin. Ia ingin melihat sebanyak-banyaknya pemain sekaligus menyiapkan fondasi tim untuk beberapa tahun ke depan.
Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengonfirmasi 44 nama tersebut pada Kamis, 17 September 2026. Skuad pertama berisi 24 pemain untuk pertandingan melawan Belanda di Amsterdam pada 24 September dan Yunani di Augsburg tiga hari kemudian.
Setelah itu, 20 pemain lainnya bergabung untuk menghadapi Serbia di Munich pada 1 Oktober dan Yunani di Thessaloniki pada 4 Oktober. Bagi Klopp, jumlah 44 bukan sekadar angka. Ia ingin menggunakan empat pertandingan awal sebagai ruang pengamatan.
"Kami ingin mengenal sebanyak mungkin pemain," ujar Klopp saat menjelaskan keputusannya memilih skuad besar.
Mantan pelatih Liverpool itu juga menegaskan tidak ada istilah tim A dan tim B. Pembagian pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan pertandingan, karakter, pengalaman, serta pertimbangan di lapangan.
16 pemain belum pernah memperkuat Jerman
Keberanian Klopp paling terlihat dari daftar pemain debutan. Sejumlah nama muda mendapat kesempatan masuk radar tim senior, termasuk penyerang FC Koln, Said El Mala, serta Younes Ebnoutalib dari Eintracht Frankfurt.
Ebnoutalib bahkan datang dengan catatan menarik. Ia mencetak empat gol dalam empat pertandingan Bundesliga pada awal musim. Nama lain yang mencuri perhatian adalah Brajan Gruda. Pemain RB Leipzig tersebut sebelumnya memilih tidak memperkuat Albania dan kini mendapatkan kesempatan dari Jerman.
Ada pula Max Rosenfelder dari Freiburg, Vitaly Janelt dari Brentford, Philipp Treu dari Freiburg, serta Felix Keidel dari Elversberg. Keputusan tersebut sekaligus memperlihatkan keinginan Klopp memperluas pilihan di beberapa posisi.
Posisi bek kanan menjadi salah satu contohnya. Treu dan Keidel masuk sebagai opsi baru. Dengan begitu, Joshua Kimmich dapat lebih banyak diproyeksikan sebagai gelandang setelah pada era Julian Nagelsmann kerap bermain di lini belakang.
DFB mencatat Klopp memang ingin menyiapkan pemain yang dapat berkembang menjadi bagian penting tim Jerman dalam dua atau tiga tahun mendatang. Banyak nama besar tetap masuk Eksperimen pemain muda bukan berarti Klopp meninggalkan pengalaman.
Marc-Andre ter Stegen, Nico Schlotterbeck, Jonathan Tah, Joshua Kimmich, Kai Havertz, Jamal Musiala, Serge Gnabry hingga Florian Wirtz tetap berada dalam orbit skuad. Ter Stegen bahkan kembali masuk dalam daftar setelah sebelumnya tidak menjadi bagian dari tim yang dipanggil untuk pertandingan tertentu.
Di lini tengah, Klopp juga memiliki pilihan seperti Kimmich, Nadiem Amiri, Felix Nmecha, Anton Stach, Aleksandar Pavlovic hingga Vitaly Janelt. Sementara itu, lini depan diisi perpaduan pemain mapan dan talenta baru.
Havertz dan Musiala menjadi nama yang sudah sangat dikenal. Mereka akan berdampingan dengan pemain seperti Kevin Schade, Younes Ebnoutalib, Said El Mala, Brajan Gruda dan Derry Scherhant. Beberapa nama besar tidak dipanggil
Tidak semua pemain berpengalaman mendapatkan tempat. Leroy Sane termasuk nama yang tidak masuk daftar Klopp. Pascal Gross juga absen.
Leon Goretzka dan Deniz Undav turut tidak berada dalam skuad karena persoalan kebugaran seperti yang dilaporkan dalam materi awal. Sementara itu, Antonio Rudiger dan Manuel Neuer memang tidak lagi tersedia. Keduanya telah mengumumkan keputusan pensiun dari sepak bola internasional setelah Piala Dunia 2026.
Klopp pun tampaknya tidak ingin menjadikan masa transisi sebagai alasan untuk hanya mempertahankan wajah lama. Ia justru memilih melihat lebih jauh.
"Kami melihat sesuatu dalam diri para pemain ini dan ingin membantu perkembangan mereka," kata Klopp, seperti dikutip DFB.
Debut Klopp langsung menghadapi Belanda
Ujian pertama Klopp datang di Amsterdam. Jerman akan bertandang menghadapi Belanda pada 24 September 2026. Pertandingan itu sekaligus menjadi debut resmi Klopp sebagai pelatih Die Mannschaft.
Tiga hari kemudian, Jerman pulang ke kandang untuk menghadapi Yunani di Augsburg. Laga ketiga berlangsung di Munich ketika Jerman menjamu Serbia pada 1 Oktober. Empat hari berselang, mereka kembali bertemu Yunani, kali ini di Thessaloniki.
Keempat pertandingan tersebut merupakan bagian dari Grup A2 Nations League 2026/2027 yang juga dihuni Belanda, Serbia, dan Yunani. Jadwal itu membuat Klopp langsung mendapat empat kesempatan untuk menguji banyak wajah baru.
Klopp ingin sepak bola menjadi ruang persatuan
Ada satu hal lain yang menarik perhatian dalam konferensi pers Klopp: topi yang dikenakannya bertuliskan "one of 83 million" dengan warna bendera Jerman.
Pesannya jelas. Klopp ingin tim nasional menjadi ruang yang menyatukan masyarakat Jerman.
Ia mengatakan ingin mengembalikan kebanggaan terhadap simbol nasional kepada seluruh masyarakat dan berharap sepak bola dapat menjadi ruang yang membuat orang merasa terhubung.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Jerman tengah menghadapi situasi politik yang sensitif. Namun Klopp menegaskan harapannya agar pembicaraan mengenai politik tidak mendominasi pekerjaannya sebagai pelatih.
Fokusnya tetap sepak bola. Dan untuk pekerjaan pertama itu, Klopp memilih membuka pintu lebih lebar daripada biasanya.
44 pemain dipanggil. 16 di antaranya belum pernah bermain untuk Jerman. Empat pertandingan menunggu. Dari sana, Klopp akan mulai menyusun gambaran tentang seperti apa wajah baru Die Mannschaft.
Skuad Jerman untuk menghadapi Belanda dan Yunani
Kiper: Marc-Andre ter Stegen, Alexander Nübel, Finn Dahmen.
Bek: Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, Nathaniel Brown, Josha Vagnoman, Yann Aurel Bisseck, Hennes Behrens, Max Rosenfelder, Philipp Treu.
Gelandang: Joshua Kimmich, Nadiem Amiri, Felix Nmecha, Anton Stach, Yannik Engelhardt.
Penyerang: Kai Havertz, Jamal Musiala, Lennart Karl, Serge Gnabry, Kevin Schade, Chris Führich, Bambasé Conte, Younes Ebnoutalib.
Skuad Jerman untuk menghadapi Serbia dan Yunani
Kiper: Noah Atubolu, Finn Dahmen, Jonas Urbig.
Bek: Waldemar Anton, Ridle Baku, Finn Jeltsch, Maximilian Mittelstädt, David Raum, Malick Thiaw.
Gelandang: Mika Baur, Tom Bischof, Vitaly Janelt, Felix Keidel, Aleksandar Pavlovic.
Penyerang: Karim Adeyemi, Jonathan Burkardt, Nick Woltemade, Said El Mala, Brajan Gruda, Florian Wirtz, Derry Scherhant. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi