Juventus vs NEC: Bianconeri Ingin Bangkit, Ancaman Kejutan Mengintai

Niklaas Andries • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 11:40 WIB
LUKA DOMESTIK: Juventus akan menjamu wakil Belanda NEC Nijmegen dalam ajang Liga Europa (Juventus)
LUKA DOMESTIK: Juventus akan menjamu wakil Belanda NEC Nijmegen dalam ajang Liga Europa (Juventus)

RADARBANYUWANGI.ID – Juventus tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan menyakitkan dari Sassuolo. Kamis malam menjadi kesempatan bagi klub raksasa Italia itu untuk segera mengembalikan kepercayaan diri.

Juventus akan menjamu NEC Nijmegen dalam laga pembuka kampanye Liga Europa. Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang sebenarnya sama-sama pernah membidik Liga Champions, tetapi akhirnya harus turun satu tingkat ke kompetisi antarklub Eropa kasta kedua.

Bagi Juventus, Liga Europa bukan panggung yang asing. Bagi NEC, kesempatan tampil di kompetisi Eropa justru terasa jauh lebih istimewa. Ini baru penampilan keempat mereka di kompetisi Eropa dan yang pertama dalam 17 tahun. Perbedaan pengalaman itulah yang membuat Juventus tetap menjadi favorit. Namun, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai nama besar.

Juventus Datang dengan Luka

Juventus mengawali musim dengan catatan yang belum sepenuhnya meyakinkan. Dua kemenangan atas Frosinone dan Parma sempat memberi kesan bahwa tim asuhan Luciano Spalletti mulai menemukan pijakan.

Kemudian datang hasil imbang 1-1 melawan AC Milan. Lalu kekalahan dari Sassuolo. Yang membuat hasil terakhir terasa lebih pahit adalah cara Juventus kehilangan pertandingan.

Bianconeri dua kali mampu mengejar ketertinggalan. Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Juventus justru terlihat seperti tim yang paling dekat dengan kemenangan. Ternyata sebaliknya.

Sassuolo menghukum mereka melalui serangan balik pada menit ke-94. Vasilije Adzic menjadi pencetak gol penentu kemenangan. Ada ironi di sana. Adzic merupakan pemain yang masih berstatus milik Juventus dan sedang dipinjamkan.

Kekalahan 2-3 itu membuat Spalletti harus segera memperbaiki konsentrasi anak asuhnya. Sebab, masalah Juventus bukan sekadar bagaimana mencetak gol, tetapi bagaimana mengelola pertandingan ketika sudah berada dalam posisi menguntungkan.

Spalletti Punya Rekam Jejak di Liga Europa

Jika ada satu modal besar Juventus di kompetisi ini, jawabannya adalah pengalaman Luciano Spalletti.

Liga Europa bukan wilayah baru bagi pelatih berpengalaman tersebut. Juventus menjadi klub kelima yang dibawanya berlaga di kompetisi ini setelah Zenit St Petersburg, AS Roma, Inter Milan, dan Napoli. Dalam 18 pertandingan fase grup Liga Europa yang pernah dijalaninya, Spalletti hanya dua kali menelan kekalahan.

Artinya, ia memahami satu hal penting: pertandingan Eropa tidak selalu dimenangkan dengan permainan spektakuler. Kadang yang dibutuhkan justru kesabaran, disiplin, dan kemampuan membaca momentum. Juventus juga memiliki sejarah Eropa yang jauh lebih panjang. Dua gelar kompetisi Eropa menjadi bagian dari warisan klub asal Turin tersebut.

Kini tantangannya berbeda. Mereka harus membuktikan bahwa kegagalan menembus empat besar Serie A musim lalu bukan tanda bahwa Juventus sedang kehilangan arah.

NEC Membawa Cerita Berbeda

NEC datang ke Turin dengan status sebagai salah satu kejutan Eredivisie musim lalu. Tim Dick Schreuder finis di posisi ketiga. Prestasi itu bahkan mengantarkan NEC ke kualifikasi Liga Champions. Mereka sempat menunjukkan keberanian dengan menyingkirkan Olympiacos pada babak awal. Tinggal satu langkah lagi menuju fase liga Liga Champions.

Tetapi langkah terakhir itu terlalu berat. NEC dihantam Bodo/Glimt dengan agregat 1-6. Mereka kalah 1-3 di Nijmegen dan kembali takluk 0-3 ketika bermain di Norwegia.

Gagal ke Liga Champions tentu mengecewakan. Namun, tiket langsung menuju Liga Europa tetap menjadi hadiah yang cukup besar. Masalahnya, NEC datang ke Turin dalam kondisi yang juga tidak ideal.

Mereka memang menang dalam dua laga tandang domestik pertama. Tetapi di kandang sendiri, perolehan mereka hanya satu poin dari kemungkinan enam. Pekan lalu situasinya semakin buruk.

NEC kalah 0-3 dari Cambuur, klub yang baru promosi. Jika lini belakang kembali tampil serapuh itu di Turin, Juventus punya cukup banyak cara untuk menghukumnya.

Duel Taktik: Bukan Sekadar Juventus Lawan NEC

Pertandingan ini kemungkinan akan ditentukan oleh bagaimana Juventus mengatasi tiga persoalan. Pertama, rotasi Juventus.

Spalletti sedang menghadapi krisis cedera. Kenan Yildiz, Khephren Thuram, Juan Cabal, Jeremie Boga, Jeff Ekhator, dan kapten Manuel Locatelli dipastikan absen. Locatelli bahkan baru menjalani operasi lutut dan diperkirakan harus menepi hingga musim semi mendatang.

Lloyd Kelly juga tidak dapat bermain karena skorsing. Namun, ada kabar baik. Andrea Cambiaso dan Weston McKennie sudah kembali mengikuti latihan penuh dan berpeluang masuk skuad.

Spalletti kemungkinan melakukan rotasi karena Juventus juga harus menghadapi Atalanta pada akhir pekan. Ini bisa membuat intensitas permainan Bianconeri tidak maksimal sejak awal. Kedua, efektivitas lini depan.

Nick Woltemade dan Randal Kolo Muani kemungkinan bersaing untuk menjadi ujung tombak. Keduanya membutuhkan pertandingan seperti ini untuk menemukan kembali ketajaman.

NEC sendiri harus berhadapan dengan masalah berbeda. Bryan Linssen cedera sehingga Kaj Serhuis diperkirakan menjadi penyerang utama. Serhuis akan mendapat dukungan dua pemain berpengalaman: Dusan Tadic dan Tjaronn Chery.

Tadic menjadi sosok menarik. Pengalaman pemain Serbia itu dapat menjadi senjata NEC ketika menghadapi tekanan pertandingan Eropa. Ketiga, transisi bertahan Juventus.

Ini mungkin menjadi kunci paling penting. Juventus baru saja dihukum Sassuolo lewat serangan balik. Jika mereka terlalu agresif dan kehilangan bola di area berbahaya, NEC bisa mencoba melakukan hal yang sama. Namun, NEC juga memiliki persoalan besar: mereka kebobolan terlalu banyak.

Kekalahan agregat 1-6 dari Bodo/Glimt kemudian disusul kekalahan 0-3 dari Cambuur. Itu menunjukkan bahwa tekanan tinggi dan serangan cepat lawan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Schreuder.

Prediksi Susunan Pemain

Juventus: Grabara; Celik, Lucumi, Gatti, Cambiaso; Sarr, Koopmeiners; Zhegrova, Gonzalez, Alajbegovic; Woltemade.

NEC: Polster; Sandler, Storm, Bras; Tahaui, Lebreton, Nejasmic, Bischoff; Tadic, Chery; Serhuis.

Prediksi skor: Juventus 3-1 NEC.

Juventus kemungkinan tidak akan menurunkan kekuatan terbaiknya secara penuh. Cedera memaksa Spalletti berhitung, sementara pertandingan Serie A melawan Atalanta sudah menunggu. Tetapi kualitas individu dan pengalaman tetap membuat Juventus berada di atas NEC.

NEC punya keberanian dan beberapa pemain yang cukup berpengalaman. Namun, performa pertahanan mereka belakangan terlalu mudah ditembus. Juventus seharusnya mampu mengontrol pertandingan, terutama jika mampu mencetak gol lebih dulu dan tidak memberikan ruang bagi NEC untuk melancarkan serangan balik.

Bagi Juventus, kemenangan bukan hanya soal tiga angka di Eropa. Ini juga tentang membangun kembali mental setelah kekalahan dramatis dari Sassuolo. Sedangkan bagi NEC, pertandingan di Turin adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa tiket Liga Europa bukan sekadar hadiah hiburan setelah gagal menembus Liga Champions. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Juventus vs NEC prediksi Juventus NEC nec nijmegen juventus liga europa