RADARBANYUWANGI.ID – Olympiacos tidak sedang berada dalam kondisi ideal ketika membuka perjalanan di fase liga Liga Europa 2026-2027. Pergantian pelatih baru saja terjadi, hasil pertandingan terakhir mengecewakan, sementara sejumlah pemain penting tidak bisa diturunkan. Namun ada satu modal yang sulit diabaikan: pertandingan digelar di Georgios Karaiskakis Stadium.
Olympiacos akan menjamu Jagiellonia Bialystok pada Rabu malam dalam matchday pertama fase liga Liga Europa. Klub Yunani itu berusaha menjadikan pertandingan kandang sebagai titik balik setelah awal musim yang berliku. Masalahnya, perubahan di kursi pelatih datang terlalu cepat.
Olympiacos memecat Jose Luis Mendilibar pada 10 September, hanya tujuh pertandingan setelah musim berjalan. Keputusan itu mengakhiri masa kerja pelatih yang sebelumnya membawa klub meraih trofi Eropa pertama dalam sejarah mereka sekaligus mengantarkan gelar domestik ganda pada musim 2024-2025.
Sebagai penggantinya, Olympiacos menunjuk Imanol Alguacil. Mantan pelatih Real Sociedad itu langsung mendapat ujian berat. Debutnya berakhir dengan kekalahan 0-1 di kandang dari OFI Crete. Itu bukan sekadar kekalahan. Itu adalah sinyal bahwa Olympiacos masih membutuhkan waktu untuk memahami ide permainan pelatih baru.
Tetapi waktu justru menjadi barang paling mahal. Alguacil bahkan harus menyiapkan pertandingan Eropa hanya beberapa hari setelah debut buruk tersebut.
Olympiacos Kehilangan Konsistensi
Olympiacos baru memenangkan dua dari empat pertandingan di Super League Yunani. Keduanya datang pada dua laga pembuka ketika mereka mengalahkan Atromitos dan Asteras Tripolis dengan skor identik 1-0.
Mereka juga sempat menang 4-0 atas Larissa di Piala Yunani, bermain imbang 1-1 melawan Volos, kemudian mengalahkan tim yang sama 3-2 di ajang piala.
Namun kekalahan dari OFI menjadi noda terbaru. Situasi semakin rumit karena Olympiacos harus bermain di Liga Europa setelah gagal menembus fase liga Liga Champions.
Mereka tersingkir dari Nijmegen dengan agregat 1-2 pada babak kualifikasi ketiga. Setelah leg pertama berakhir tanpa gol, pertandingan kedua harus ditentukan melalui perpanjangan waktu. Kini Liga Europa menjadi panggung untuk memperbaiki perjalanan Eropa mereka.
Secara historis, Olympiacos belum pernah menghadapi Jagiellonia dalam pertandingan kompetitif. Pertemuan satu-satunya terjadi dalam laga persahabatan pada 2019 dan berakhir dengan kemenangan telak Olympiacos 5-0.
Namun sejarah melawan klub Polandia tidak selalu berpihak kepada Olympiacos. Pada musim 1987-1988, mereka tersingkir dari Gornik Zabrze setelah menjalani dua pertandingan.
Jagiellonia Datang dengan Modal Eropa
Jagiellonia Bialystok justru memiliki cerita berbeda. Mereka harus melewati kualifikasi sebelum mencapai fase liga Liga Europa untuk pertama kalinya. Klub Polandia tersebut sebelumnya tampil dua musim berturut-turut di fase liga Conference League.
Perjalanan kali ini dimulai menghadapi Rangers pada playoff. Jagiellonia menang agregat 3-2. Mereka kemudian menghancurkan Iberia 1999 dengan agregat 6-1. Di Eropa, mereka terlihat meyakinkan.
Di kompetisi domestik, ceritanya mulai berubah. Jagiellonia kalah 1-2 dari Lech Poznan, kemudian bangkit dengan kemenangan 2-1 atas Slask Wroclaw. Tetapi pada pertandingan terakhir mereka kembali tumbang, kali ini 0-2 dari Wisla Krakow.
Dua kekalahan tandang dalam tiga pertandingan liga menunjukkan ada persoalan yang belum selesai. Pelatih Adrian Siemieniec tentu berharap pengalaman di Eropa tidak ikut tergerus oleh penurunan performa domestik.
Jagiellonia juga bukan tanpa pengalaman bermain di Yunani. Mereka pernah bermain imbang ketika bertandang ke Aris pada kualifikasi Liga Europa 2010-2011. Tetapi secara keseluruhan, mereka belum pernah mengalahkan klub Yunani.
Duel Taktik: Perubahan Alguacil vs Struktur Jagiellonia
Alguacil menggunakan skema 4-2-3-1 ketika menjalani debut. Pola tersebut kemungkinan kembali menjadi pilihan melawan Jagiellonia.
Formasi ini memberi Olympiacos keseimbangan antara penguasaan bola dan perlindungan di depan lini belakang. Dua gelandang bertahan akan menjadi fondasi penting, terutama ketika tim sedang beradaptasi dengan instruksi baru.
Masalahnya ada di lini depan.
Ayoub El Kaabi absen akibat patah tulang pipi. Konstantinos Fortounis juga terkena skorsing. Joel Roca masih mengalami cedera bahu. Dengan pilihan pemain yang terbatas, Alguacil harus mencari cara agar Olympiacos tetap memiliki ancaman di sepertiga akhir. Jota Silva kemungkinan menjadi ujung tombak.
Di sisi lain, Jagiellonia mempunyai ruang untuk menyerang melalui transisi. Jika Olympiacos terlalu agresif menguasai bola, lini depan tim Polandia bisa mencoba mengeksploitasi ruang di belakang bek sayap.
Di sinilah pertandingan bisa menjadi menarik. Olympiacos kemungkinan akan lebih dominan dalam penguasaan bola. Jagiellonia justru berpotensi lebih berbahaya ketika berhasil mencuri bola dan bergerak cepat.
Absennya El Kaabi Jadi Ujian
Absennya El Kaabi bukan kehilangan kecil. Striker tersebut memberikan dimensi berbeda di lini depan Olympiacos. Tanpa dirinya, serangan tuan rumah membutuhkan kombinasi lebih banyak dari lini kedua. Chiquinho dan para pemain di belakang penyerang harus lebih aktif mengisi ruang.
Stefan Ortega, mantan penjaga gawang Manchester City, diperkirakan berdiri di bawah mistar Olympiacos. Pengalaman di level tinggi menjadi keuntungan tersendiri bagi tuan rumah. Jagiellonia hanya memiliki satu absensi yang sudah dipastikan, yakni Ousmane Sow karena cedera otot. Siemieniec juga berpeluang melakukan rotasi setelah kekalahan dari Wisla Krakow.
Perkiraan Susunan Pemain
Olympiacos (4-2-3-1): Ortega; Holmgren Pedersen, Retsos, Pirola, Tiknizyan; Puerta, Freuler; Gonzalez, Chiquinho, Fortounis; Silva.
Jagiellonia Bialystok: Abramowicz; Wojtuszek, Vital, Konstantopoulos, Wdowik; Klynge, Romanczuk, Imaz; Agbonifo, Prelec, Szmyt.
Prediksi skor: Olympiacos 2-1 Jagiellonia Bialystok.
Di atas kertas, Olympiacos masih memiliki kualitas individu dan pengalaman Eropa yang lebih besar. Faktor kandang juga sangat penting. Karaiskakis bukan stadion yang mudah ditaklukkan. Dukungan suporter dapat menjadi energi tambahan bagi tim yang sedang mencari identitas baru bersama Alguacil.
Jagiellonia punya peluang membuat pertandingan menjadi sulit. Mereka telah membuktikan diri di babak kualifikasi dan memiliki kualitas serangan yang cukup untuk menghukum kesalahan. Tetapi ada perbedaan antara bermain di kandang sendiri dan menghadapi tekanan puluhan ribu pendukung lawan.
Olympiacos diperkirakan akan mengambil inisiatif sejak awal. Jika mereka mampu mencetak gol lebih dulu, pertandingan akan lebih mudah dikendalikan. Sebaliknya, semakin lama skor tetap imbang, semakin besar peluang Jagiellonia menemukan celah melalui serangan balik.
Olympiacos mungkin belum sepenuhnya matang di bawah Alguacil. Namun untuk pertandingan pembuka Liga Europa, kualitas skuad, pengalaman Eropa, dan keuntungan bermain di Karaiskakis cukup untuk membuat mereka tetap menjadi favorit. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi