Bayer Leverkusen vs Celje: Leverkusen Diunggulkan, Tim Tamu Tanpa Pelatih Jadi Sasaran Empuk?

Niklaas Andries • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:48 WIB
KETAT: Bayer Leverkusen akan menjamu Celje di ajang Liga Europa (Bayer Leverkusen)
KETAT: Bayer Leverkusen akan menjamu Celje di ajang Liga Europa (Bayer Leverkusen)

RADARBANYUWANGI.ID – Bayer Leverkusen tidak ingin memulai perjalanan di Liga Europa dengan langkah yang salah. Celje datang ke BayArena pada Rabu dalam situasi yang justru sedang kacau: baru kalah, performa merosot, dan kini harus bermain tanpa pelatih.

Di atas kertas, perbedaan keduanya cukup jelas. Leverkusen memang belum sepenuhnya konsisten pada awal musim 2026-20027. Namun satu hal sulit diabaikan, lini depan mereka sedang produktif. Dalam empat pertandingan terakhir, Die Werkself selalu mencetak sedikitnya dua gol. Catatan itu menjadi modal penting menjelang laga perdana fase liga Liga Europa.

Sebaliknya, Celje datang dengan masalah yang jauh lebih besar. Juara Slovenia tersebut baru saja berpisah dengan pelatih Vitor Campelos pada Senin setelah kedua pihak disebut tidak lagi menemukan titik temu. Pergantian pelatih menjelang pertandingan Eropa tentu bukan situasi ideal. Apalagi lawan yang menunggu adalah Leverkusen di kandang sendiri.

Leverkusen: Menang Besar, tetapi Pertahanan Belum Sepenuhnya Aman

Musim Leverkusen belum berjalan lurus. Mereka memang membuka kiprah domestik dengan kekalahan mengejutkan 2-3 dari Elversberg di Bundesliga. Namun setelah itu responsnya cukup keras. Wehen Wiesbaden dihajar 4-0 di DFB-Pokal. Union Berlin kemudian mengalami nasib serupa di Bundesliga dengan skor 4-0.

Menariknya, empat gol ke gawang Union tidak dicetak oleh satu pemain saja. Distribusi gol yang menyebar memperlihatkan satu kekuatan penting Leverkusen: mereka tidak terlalu bergantung pada satu sumber serangan. Masalahnya muncul ketika pertandingan memasuki fase yang lebih sulit.

Saat menghadapi Augsburg, Leverkusen sempat unggul lebih dahulu tetapi kehilangan kendali dan akhirnya harus puas bermain 2-2. Patrick Schick menjadi penyelamat lewat gol pada menit ke-89. Artinya, persoalan Leverkusen bukan sekadar bagaimana mencetak gol. Mereka perlu menjaga keunggulan.

Itulah pekerjaan rumah Carles Martinez Novell sebelum pertandingan Eropa ini. Jika Leverkusen mampu menggabungkan produktivitas serangan dengan kontrol permainan yang lebih baik, Celje bisa menghadapi malam yang panjang. Apalagi BayArena bukan tempat yang mudah ditaklukkan. Leverkusen hanya menelan dua kekalahan kandang sejak Januari.

Celje Datang dalam Kondisi Berantakan

Jika Leverkusen memiliki masalah konsistensi, Celje memiliki persoalan yang lebih mendasar. Kekalahan 1-2 dari NK Bravo pada Sabtu menjadi kekalahan keempat dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Sebelumnya mereka juga tumbang dari Slovan Bratislava, kalah telak 1-4 dari Grosuplje, dan kemudian menyerah 0-1 dari Koper. Satu-satunya kabar yang sedikit memberi harapan adalah catatan tandang. Dalam lima pertandingan tandang terakhir, Celje hanya dua kali kalah dan berhasil meraih dua kemenangan.

Namun statistik tersebut belum cukup untuk menghapus persoalan utama: mereka harus menghadapi Leverkusen ketika kondisi internal klub sedang tidak stabil. Tanpa Campelos di pinggir lapangan, Celje dituntut menemukan respons taktis secara cepat. Melawan tim yang memiliki banyak opsi serangan, kesalahan kecil bisa berubah menjadi gol.

Duel Taktik: Di Mana Pertandingan Bisa Ditentukan?

1. Kreativitas Maza melawan blok pertahanan Celje

Ibrahim Maza berpotensi menjadi pemain yang menentukan ritme serangan Leverkusen. Dengan dukungan Equi Fernandez dan Aleix Garcia di belakangnya, Maza dapat bergerak di ruang antarlini untuk mencari celah di depan pertahanan Celje.

Celje harus memutus koneksi tersebut. Jika Maza bebas menerima bola dan menghadap ke gawang, tekanan terhadap lini belakang mereka akan meningkat drastis.

2. Schick dan ujian dua bek tengah Celje

Patrick Schick menjadi ancaman utama di kotak penalti. Darko Hrka dan Artemijus Tutyskinas kemungkinan menjadi pusat pertahanan Celje. Keduanya tidak hanya harus memenangkan duel fisik, tetapi juga menjaga jarak dengan pemain-pemain Leverkusen yang masuk dari lini kedua. Jika Schick mendapat terlalu banyak ruang, pertandingan bisa berubah menjadi satu arah.

3. Sayap Leverkusen versus bek sayap Celje

Leverkusen memiliki kemampuan untuk menyerang dari area lebar.

Pemain seperti Diaby dan Moreira bisa membuat struktur pertahanan Celje melebar. Ketika itu terjadi, ruang di tengah akan terbuka untuk dimanfaatkan Maza. Celje harus memilih: menjaga lebar atau mempersempit tengah. Keduanya sulit dilakukan sekaligus selama 90 menit.

4. Garcia menjadi pengatur tempo

Aleix Garcia bukan sekadar pemain penghubung. Ia bisa menjadi pemain yang menentukan apakah Leverkusen bermain cepat atau memperlambat pertandingan. Menghadapi lawan yang kemungkinan bertahan lebih dalam, kemampuan mengalirkan bola dengan cepat akan sangat penting.

Jika Garcia mampu menggerakkan bola dari satu sisi ke sisi lain, Celje berisiko terus dipaksa bergeser hingga akhirnya menciptakan celah.

5. Celje dan ancaman kehilangan bola

Ini mungkin menjadi duel paling penting.

Celje tidak boleh terlalu mudah kehilangan bola ketika mencoba keluar dari tekanan. Leverkusen memiliki cukup banyak pemain ofensif untuk menghukum turnover di area berbahaya. Karena itu, bagi Celje, bertahan bukan berarti hanya menumpuk pemain di belakang. Mereka juga harus mampu keluar dari tekanan dengan rapi.

Berita Tim

Leverkusen masih kehilangan beberapa pemain. Gelandang bertahan berusia 17 tahun Kennet Eichhorn masih menjalani pemulihan terkait gangguan mitokondria. Nathan Tella juga belum tersedia karena cedera punggung. Eliesse Ben Seghir masih diragukan akibat masalah paha.

Kondisi tersebut membuka peluang Equi Fernandez dan Aleix Garcia bermain di area tengah, dengan Maza berada di depan mereka. Montrell Culbreath juga belum sepenuhnya pulih dari cedera kaki. Jarell Quansah diperkirakan mengisi sisi kanan lini belakang bersama Facundo Medina, Edmond Tapsoba, dan Miguel Gutierrez.

Di kubu Celje, Andrej Kotnik harus absen karena hukuman kartu. Papa Daniel dan Mark Zavukovnik diperkirakan mengisi posisi gelandang tengah, sedangkan Svit Seslar menjadi pemain nomor 10. Darko Hrka dan Artemijus Tutyskinas kemungkinan menjadi duet bek tengah, dengan Pijus Sirvys dan Milot Avdyli berada di posisi bek sayap.

Perkiraan Susunan Pemain

Bayer Leverkusen: Flekken; Quansah, Medina, Tapsoba, Gutierrez; Fernandez, Garcia; Diaby, Maza, Moreira; Schick.

Celje: Leban; Sirvys, Hrka, Tutyskinas, Avdyli; Daniel, Zabukovnik; Dukuly, Seslar, Kvesic; Kucys.

Prediksi: Bayer Leverkusen 3-0 Celje.

Leverkusen memang belum sempurna. Dua kemenangan besar mereka diselingi kekalahan dan hasil imbang. Namun produktivitas menjadi pembeda yang sangat besar.

Celje justru datang ketika kepercayaan diri sedang rendah dan kursi pelatih kosong. Situasi itu membuat Leverkusen layak menjadi favorit kuat.

Kunci pertandingan ada pada seberapa cepat Leverkusen mencetak gol pertama. Jika Schick dan kawan-kawan mampu membongkar pertahanan Celje sejak awal, laga berpotensi berkembang menjadi pesta gol.

Sebaliknya, semakin lama Celje mampu menjaga skor tetap ketat, semakin besar peluang mereka membuat Leverkusen frustrasi.

Namun melihat kualitas kedua tim, kondisi terkini, serta keunggulan kandang, Leverkusen memiliki terlalu banyak keuntungan. Leverkusen diperkirakan menguasai pertandingan, menciptakan lebih banyak peluang, dan memanfaatkan situasi internal Celje yang sedang tidak ideal. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Liga Europa 2026-2027 Bayer Leverkusen vs Celje Prediksi Leverkusen vs Celje Susunan pemain Leverkusen Prediksi skor Leverkusen