RADARBANYUWANGI.ID – Liga Europa mulai memasuki babak yang sesungguhnya. Anderlecht dan Lyon sama-sama datang dengan ambisi besar, tetapi membawa cerita yang berbeda. Anderlecht sudah melewati jalan panjang di babak kualifikasi.
Lyon justru turun kasta setelah gagal mewujudkan ambisi tampil di Liga Champions. Keduanya bertemu di Lotto Park, Rabu malam, dalam laga pertama fase liga Liga Europa 2026-2027.
Bagi Anderlecht, pertandingan ini seperti ujian kenaikan kelas. Klub Belgia itu sudah memainkan enam pertandingan Eropa musim ini. Hasilnya mengesankan: lima kemenangan dan satu kali imbang.
Hammarby, PAOK, hingga Kairat Almaty sudah mereka lewati. Bahkan dua pertandingan terakhir melawan Kairat berakhir dengan kemenangan identik, 3-0.
Ada satu angka yang menarik. Anderlecht selalu mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan kandang Eropa terakhir musim ini. Artinya, Lyon tidak sedang datang ke kandang lawan yang nyaman untuk ditaklukkan.
Anderlecht Sedang Menemukan Irama
Setelah kalah telak 0-3 dari Union SG pada 30 Agustus, Anderlecht perlahan kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya.
Mereka tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan domestik berikutnya. Dua kemenangan dan satu hasil imbang menjadi modal sebelum menghadapi Lyon. Yang paling menarik tentu produktivitas Danylo Sikan.
Striker tersebut sudah mencetak lima gol dalam enam pertandingan Liga Europa musim ini. Statistik itu menjelaskan mengapa Anderlecht cukup percaya diri menghadapi klub Prancis tersebut.
Sikan bukan hanya soal jumlah gol. Kehadirannya membuat Anderlecht memiliki titik akhir serangan yang jelas ketika permainan mereka bergerak cepat dari tengah menuju kotak penalti. Di sinilah ancaman terbesar tuan rumah.
Lyon boleh memiliki kualitas individu yang lebih tinggi di beberapa posisi. Tetapi jika Anderlecht berhasil memaksa permainan menjadi cepat dan vertikal, keunggulan teknis Lyon bisa kehilangan pengaruhnya.
Lyon Gagal di Liga Champions, Kini Memburu Liga Europa
Lyon datang dengan luka yang belum sepenuhnya kering. Mereka sebenarnya finis di posisi keempat Ligue 1 musim lalu, hanya terpaut satu poin dari Lille yang berada di peringkat ketiga. Namun, perjuangan menuju Liga Champions berhenti setelah disingkirkan Fenerbahce.
Lyon sempat mengatasi Sparta Prague. Tetapi Fenerbahce menjadi tembok terakhir yang gagal mereka lewati. Kekalahan 1-2 di Groupama Stadium pada 28 Agustus membuat ambisi Liga Champions berakhir.
Kini Liga Europa menjadi panggung baru.
Ironisnya, kegagalan tersebut justru membuat Lyon menjadi salah satu kandidat kuat untuk berbicara banyak di kompetisi ini. Performa domestik mereka juga mulai membaik. Dalam tiga pertandingan Ligue 1 setelah kekalahan dari Fenerbahce, Lyon belum terkalahkan dan kini menempati posisi kelima klasemen.
Namun ada perubahan penting di lini depan. Malick Fofana telah meninggalkan klub dan bergabung dengan Sunderland. Lyon kehilangan salah satu pemain yang bisa memberikan ledakan dari sisi lapangan.
Sebaliknya, mereka masih mempertahankan Pavel Sulc. Pemain kreatif itu bisa menjadi pembeda ketika Lyon menghadapi pertahanan Anderlecht yang kehilangan beberapa pemain.
Lima Duel Taktik yang Bisa Menentukan Pertandingan
1. Sikan vs lini belakang Lyon
Sikan adalah ancaman paling nyata Anderlecht. Lima gol dalam enam pertandingan Liga Europa menunjukkan bahwa penyerang tersebut sedang berada dalam periode produktif. Lyon harus mencegahnya menerima bola dengan ruang di sekitar kotak penalti.
Jika bek Lyon terlalu fokus menjaga bola, Sikan bisa mencari celah di antara bek tengah dan gelandang bertahan.
2. Pavel Sulc dan ruang antarlini
Sebaliknya, Lyon mempunyai senjata bernama Sulc. Kreativitasnya akan sangat penting ketika Anderlecht bertahan dalam blok menengah. Sulc berpotensi turun ke ruang di belakang gelandang lawan untuk menerima bola dan mengirim umpan terakhir.
Anderlecht harus berhati-hati. Jangan sampai dua gelandang mereka terlalu tertarik mengejar bola sehingga membuka ruang di depan bek tengah.
3. Kecepatan sayap Anderlecht
Anderlecht kemungkinan mencoba memperlebar pertahanan Lyon melalui kedua sisi lapangan. Antman bisa menjadi bagian penting dari skema tersebut. Tujuannya sederhana: menarik bek sayap Lyon keluar dari posisi, kemudian menciptakan ruang bagi Sikan dan Bentayeb di area tengah. Ini adalah pola yang bisa membuat Lyon tidak nyaman.
4. Kekuatan transisi Lyon
Lyon mempunyai peluang besar ketika Anderlecht kehilangan bola. Tuan rumah diperkirakan akan berusaha menyerang dengan jumlah pemain cukup banyak. Konsekuensinya, ruang di belakang mereka bisa terbuka.
Nuamah dan Openda dapat menjadi ancaman jika Lyon mampu merebut bola lalu melakukan serangan balik secara cepat.
5. Bola mati
Pertandingan yang diprediksi ketat bisa ditentukan oleh detail kecil.
Set piece menjadi salah satu jalan keluar ketika permainan terbuka sulit menghasilkan peluang bersih. Anderlecht, khususnya di kandang, dapat memanfaatkan tekanan suporter untuk terus menekan Lyon melalui sepak pojok dan tendangan bebas. Lyon harus menjaga konsentrasi selama 90 menit.
Kabar Tim
Anderlecht masih kehilangan Killian Sardella yang mengalami cedera otot sejak musim panas. Lucas Hey juga harus menepi setelah mengalami patah kaki. Bek tengah tersebut diperkirakan baru dapat kembali pada tahun baru. Ilay Camara masih diragukan karena masalah pada kakinya.
Di kubu Lyon, Julien Duranville belum bisa bermain karena cedera otot. Pemain tersebut baru tampil dua kali sejak pindah dari Borussia Dortmund pada musim panas. Setelah mencatat clean sheet ketika bermain imbang 0-0 melawan Paris FC akhir pekan lalu, Lyon kemungkinan kembali mengandalkan duet bek tengah Moussa Niakhate dan Felix Bacher.
Perkiraan Susunan Pemain
Anderlecht: Coosemans; Maamar, Biancone, Petrot, Augustinsson; Winkler, Koutsoupias, Kana, Antman; Bentayeb, Sikan.
Lyon: Greif; Athekame, Bacher, Niakhate, Abner; Bidstrup, Morton; Nuamah, Sulc, Tolisso; Openda.
Prediksi skor: Anderlecht 1-1 Lyon.
Di atas kertas, Lyon memang memiliki pengalaman dan kualitas yang membuat mereka layak disebut sebagai salah satu kandidat juara Liga Europa.
Tetapi pertandingan ini dimainkan di Lotto Park. Anderlecht mempunyai keuntungan berupa pengalaman enam pertandingan Eropa musim ini, rekor kandang yang produktif, serta Sikan yang sedang tajam.Lyon lebih unggul dalam kualitas skuad. Anderlecht lebih siap secara ritme kompetisi Eropa.
Karena itu, pertandingan berpotensi berlangsung seimbang. Hasil imbang bukan berarti Lyon gagal. Sebaliknya, satu poin di Belgia dapat menjadi awal yang cukup masuk akal bagi perjalanan mereka menuju fase gugur.
Bagi Anderlecht, menahan salah satu kandidat juara juga akan menjadi pesan awal: Lotto Park bukan tempat yang mudah untuk didatangi. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi